• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Pengalaman Berlibur di Pantai Legon Pari, Salah Satu Pilihan Destinasi Wisata Pesisir Selatan yang Tersembunyi dan Menawan

Editor Redaksi
12 Maret 2024
in Wisata

Oleh: Nafisa Kaila Putri
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media

JurnalPost.com – Pada 8 Februari 2024, saya dan beberapa teman kuliah beserta satu keluarga teman saya yang berjumlahkan 16 orang memutuskan untuk memanfaatkan waktu libur kami untuk berlibur ke Pantai Legon Pari, sebuah pantai indah yang terletak di Desa Sawarna, Banten. Perjalanan kami dimulai dari Bogor pada pukul 05.00 dengan menggunakan 2 mobil pribadi. Perjalanan yang kami habiskan hingga sampai ke penginapan memakan waktu sekitar 6 jam, dengan melewati rute Pelabuhan Ratu, sebuah kota pelabuhan yang terkenal dengan tempat wisata pantainya.

Selama perjalanan, kami disuguhkan dengan berbagai keindahan dari pemandangan alam yang asri dan udara yang sejuk. Kami juga sempat beberapa kali berhenti di suatu tempat untuk membeli makanan dan minuman. Salah satunya, kami berhenti di sebuah tempat yang menjual buah durian, buah yang memiliki aroma dan rasa yang sangat khas. Kami membeli durian di pinggir jalan dan menikmatinya bersama-sama. Walaupun perjalanan masih panjang, di tempat itu kami juga melepaskan rasa lelah pada perjalanan yang melelahkan.

Kami menikmati perjalanan dengan mengisinya dengan bernyanyi bersama sambil menikmati cemilan. Beberapa dari kami mengalami mabuk perjalanan, karena jalanan yang berkelok-kelok dan naik-turun. Mereka harus minum obat anti-mabuk dan tertidur di mobil. Saya merasa kasihan dengan mereka, tapi saya juga tidak bisa menahan tawa melihat ekspresi mereka yang pucat dan lemas. Tidak lama kemudian, saya juga merasakan hal yang sama. Namun lelahnya perjalanan terbayarkan dengan keindangan pemandangan yang bisa kami nikmati di sepanjang jalannya menuju pantai.

Tidak lama kami tiba di Sawarna,, sebuah desa yang masih asri dan alami. Tapi itu bukan berarti kami sudah sampai, untuk sampai di penginapan. Kami harus menaiki motor dengan ojek warga setempat hingga sampai di penginapan. Selama perjalanan, kita akan melewati sebuah jembatan dan persawahan. Hal Ini merupakan pengalaman yang baru dan menantang bagi saya, karena jalanan menuju penginapan sangatlah sempit. Kami harus berhati-hati dan menyeimbangkan tubuh kami, agar tidak terjatuh ke sawah yang berada di kanan kiri.

Akhirnya, kami sampai di penginapan pada pukul 11.19. Penginapan kami berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu yang sederhana tapi sangatlah nyaman. Kami mendapat kamar yang cukup luas. Dari 16 orang dibagi menjadi 3 kamar. Sesampainya di kamar masing-masing, kami segera menaruh barang bawaan kami dan beristirahat sejenak. Kemudian, kami mempersiapkan untuk makan siang.

Kami memasak berbagai macam hidangan yang akan dinikmati untuk makan siang seperti ikan, udang, cumi, dan kerang yang kami beli tadi dengan bumbu-bumbu yang lezat. Tidak lupa sambal, lalapan, tahu tempe dan lain lainnya. Kami makan bersama- sama di dapur sambil menikmati angin dan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat asri.

Setelah makan siang, kami bersantai di penginapan. Beberapa teman saya ada yang bermain gawai, beberapa lainnya mendengarkan musik, dan sisanya beristirahat untuk melepaskan lelahnya perjalanan yang panjang.

Tibalah pada hal yang paling kami semua nantikan, yaitu menikmati indahnya Pantai Legon Pari. Dari penginapan yang kami tinggali, kami bisa dengan berjalan kaki hingga sampai ke Pantai Legon Pari. Pada pukul 16.44 sampailah di Pantai Legon Pari. Pantai ini adalah salah satu pantai terindah di Sawarna. Kami langsung berlari ke pantai dan bermain air. Kami juga berenang dan mengabadikan setiap momentnya dengan berfoto- foto. Di pantai ini kami menikmati keindahan pantai yang sangat menakjubkan, bermain air dan pasir, bahkan berburu spot foto yang sangat instagramable sekali.

Saya ingin memberikan tips saat bermain air di pantai ini, untuk menyimpan kacamata tidak di atas kepala ataupun di gantung ke atas kancing baju karena akan terbawa oleh ombak. Sebagian besa dari teman-teman saya kehilangan kacamata mereka, walaupun awalnya dari kami hanya berniat untuk menikmati keindahan pantainya saja dan tidak ingin berenang. Namun kami semua terbuai dengan keindahan di Pantai Legon Pari dan memutuskan untuk berenang sambil menikmat gelombang pantai bersama-sama.

“Kesannya yang paling diingat mungkin cape di perjalanan menuju pantai, soalnya kaya berlika-liku dan menanjak. Tapi di luar itu, terbayarkan sama keindahan pantainya. Apalagi sunset di pantai, itu bisa banget untuk foto-foto. Kemudian, kebersihannya juga masih terjaga jadi nyaman banget. Rugi banget kalau engga singgah ke pantai Legon Pari kalau ke Sawarna.” Ungkap Nida Nurfaidah (20), salah satu pengunjung pantai yang sedang berlibur.

Salah satu hal yang paling saya suka dari keindahan Pantai Legon Pari adalah sunset dan dipadukan dengan cantiknya gelombang ombak dari pantai ini. Kami menikmati indahnya matahari terbenam di pantai ini dengan penuh kagum. Warna-warna langit berubah dari menjadi oranye, merah, dan ungu. Begitu juga dengan matahari yang tenggelam yang menjadi nilai tambah dari keindahan pantai.

Setelah matahari terbenam, kami kembali ke penginapan untuk membersihkan diri dan makan malam. Kami menikmati makanan malam dan dilanjutkan dengan bermain permainan ToD (Truth or Dare) sambil menikmati makanan ringan yang kami bawa dari Bogor. Kami menikmati suasana dinginnya angin malam yang menghembus.. Penghujung malah kami bercerita, bercanda, dan bahkan tertawa bersama. Hingga, tidak terasa sudah tengah malam dan kami semua kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Perjalanan dari Bogor ke Pantai Legon Pari adalah perjalanan yang menurut saya sangat amat berkesan. Di sana kami menikmati setiap detik yang kami habiskan bersama di perjalanan. Kami juga belajar banyak hal baru, mulai dari budaya dan keindahan alam Sawarna. Terima kasih, Legon Pari atas segala keindahannya!

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Sumber Umbulan Malang sebagai Destinasi Wisata Alam yang Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

Sumber Umbulan Malang sebagai Destinasi Wisata Alam yang Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

Editor Redaksi
30 Juni 2026
0

Oleh: Alfarobi Ibnu Sifak Dosen Pengampu: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. JurnalPost.com - Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki peran...

Taman Bunga Coban

Komunikasi Pariwisata di Era Disrupsi: Pengalaman Berkunjung ke Taman Bunga Coban Talun melalui Pengaruh Media Sosial

Editor Redaksi
24 Juni 2026
0

Oleh: Tria Dyah Lestari JurnalPost.com - Di era disrupsi saat ini, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi,...

Kebun Teh Jamus, Ngawi

Penerapan Komunikasi dalam Industri Pariwisata di Indonesia: Kebun Teh Jamus, Ngawi

Editor Redaksi
5 Mei 2026
0

JurnalPost.com - Industri pariwisata di Indonesia tidak hanya bergantung pada keindahan alam dan daya tarik destinasi, tetapi juga sangat dipengaruhi...

Air Terjun Lubuk Batang:  Pesona Tersembunyi dari Lima Puluh Kota

Air Terjun Lubuk Batang: Pesona Tersembunyi dari Lima Puluh Kota

Editor Redaksi
7 Desember 2025
0

Oleh: Eza Dwi Rahayu Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNP JurnalPost.com - Di tengah eksotisme Kabupaten Lima Puluh Kota,...

Taman Batang Agam Wisata Payakumbuh

Taman Batang Agam Wisata Payakumbuh

Editor Redaksi
4 Desember 2025
0

Oleh: Shofwatul Kasih Amanda JurnalPost.com - Taman Batang Agam berada di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, dan mulai beroperasi pada...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.