IDENTITAS ARTIKEL ILMIAH KKN KULIAH KERJA NYATA ALTERNATIF UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
| Judul | Pupuk oraganik cair menggunakan kotoran mentok dengan EM 4 |
| Periode / Tahun Akademik | 2024/2025 |
| Bentuk Kuliah Kerja Nyata | Alternatif |
| Lokasi | Desa Karang Diyeng, Dusun Jaringansari |
| Jumalah Mahasiswa | 4 |
| Nama Anggota | 1. Naura Sella Sabilla
2. Lintang Ayu Ardiani 3. Anang Jauhari Ma’ruf 4. Muhammad Farhan Rizki |
| Sumber Dana | LPPM, Universitas 17 Agustus 1945
Surabaya |
| Dosen Pembimbing | Dr. Chaidir Islamy, S.Kom., M.Kom |
Oleh:
Mahasiswa KKN Alternatif 2024/2025 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar kotoran mentok dengan tambahan EM4 sebagai bioaktivator, serta analisis unsur hara yang terkandung di dalamnya. Pupuk Organik Cair (POC) dibuat dengan mencampurkan kotoran mentok, air, gula merah, dan EM4, lalu difermentasi selama dua minggu dalam wadah tertutup. EM4 membantu mempercepat penguraian bahan organik sehingga menghasilkan pupuk cair yang kaya nitrogen, fosfor, dan kalium. Hasilnya, pupuk ini berpotensi meningkatkan
kesuburan tanah, mendukung pertumbuhan tanaman, serta ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah ternak. Dengan demikian, penggunaan EM4 dalam pembuatan pupuk organic cair (POC) dari kotoran mentok dapat menjadi alternatif pengelolaan limbah dan meningkatkan hasil pertanian.
Keywords: pupuk organik cair (POC), kotoran mentok, EM4
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sampah adalah material sisa yang sudah tidak digunakan lagi dan dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Di Indonesia, jumlah sampah terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Sampah organik, yang berasal dari makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan, terdiri dari sampah basah seperti kulit buah dan sisa sayuran, serta sampah kering seperti kayu dan ranting. Sampah jenis ini sebenarnya memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan kembali, salah satunya dengan diolah menjadi pupuk organik yang dapat memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Pupuk organik cair sendiri merupakan hasil fermentasi bahan organik yang berbentuk cair, sehingga mudah digunakan pada tanaman dan unsur haranya cepat terserap akar. Selain itu, pupuk cair ini juga mengandung mikroorganisme yang bermanfaat untuk kesehatan tanah dan tanaman, membantu penguraian bahan organik, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk cair, kita tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menciptakan solusi ramah lingkungan bagi pertanian yang lebih sehat dan produktif.
Namun, adapun salah satu permasalahan utama yang dihadapi peternak mentok adalah kurangnya tempat makan dan minum di kandang. Kondisi ini dapat menyebabkan entok sulit mendapatkan pakan dan air secara cukup, sehingga nafsu makan menurun dan pertumbuhan terganggu. Selain itu, kekurangan fasilitas makan dan minum juga meningkatkan risiko mentok mengalami dehidrasi dan mudah terserang penyakit.
1.2 Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan kurangnya fasilitas makan dan minum pada peternakan mentok serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah ternak. Dengan begitu, kesejahteraan ternak dan lingkungan bisa lebih terjaga. Berikut tujuan kegiatannya:
1. Menyediakan tempat makan dan minum yang memadai bagi mentok agar kebutuhan pakan dan air selalu tercukupi.
2. Mengolah limbah kotoran mentok menjadi pupuk organik cair (POC)
menggunakan EM4.
3. Meningkatkan pemanfaatan limbah ternak untuk mendukung kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.
1.3 Rencana Pemecahan Masalah
Berikut adapun rencana permasalahan agar solusi yang diterapkan menyelesaikan masalah dengan optimal:
1. Membuat dan memasang tempat makan dan minum yang cukup di kandang mentok agar semua ternak mudah mengakses pakan dan air.
2. Mengumpulkan kotoran mentok secara rutin untuk diolah menjadi pupuk organik cair (POC) menggunakan EM4.
3. Memberikan pelatihan singkat kepada peternak tentang cara pembuatan POC dan perawatan fasilitas makan-minum.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Pupuk organik cair (POC) dari kotoran unggas dengan tambahan EM4 (Effective Microorganisms 4) merupakan inovasi ramah lingkungan yang memanfaatkan mikroorganisme efektif untuk mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kandungan unsur hara pupuk. EM4 adalah campuran mikroorganisme menguntungkan seperti bakteri Lactobacillus, Streptomyces, Actinomycetes, ragi, dan bakteri fotosintetik yang berperan penting dalam dekomposisi bahan organik. Penambahan EM4 pada proses fermentasi kotoran unggas terbukti meningkatkan kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam pupuk cair, sehingga hasilnya lebih optimal dan memenuhi standar mutu pupuk organik cair.
Proses pembuatan POC dengan EM4 dilakukan secara anaerob, di mana kotoran unggas dicampur air, bahan tambahan seperti molase, lalu ditambah EM4 dan difermentasi selama 7-10 hari. Penelitian menunjukkan semakin banyak volume EM4 yang digunakan, kandungan unsur hara dalam pupuk cair juga meningkatkan. Selain mempercepat dekomposisi, EM4 juga membantu mengurangi bau tidak sedap pada kotoran unggas, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman.
Penggunaan pupuk cair organik dari kotoran mentok dengan EM4 memiliki beberapa manfaat, seperti:
1. Membantu memperbaiki kesuburan dan struktur tanah dengan menambah humus serta mikroba baik.
2. Memberikan nutrisi yang mudah diserap tanaman sehingga pertumbuhan lebih maksimal dan hasil panen lebih baik.
3. Lebih ramah lingkungan dan menjaga ekosistem karena mengurangi polusi tanah dan air dari pupuk kimia.
4. Aman digunakan dalam jangka panjang, bahkan bisa memperbaiki kualitas tanah secara terus-menerus.
Fermentasi biasanya memakan waktu 7-10 hari, menghasilkan pupuk cair yang siap digunakan langsung ke tanah atau tanaman. POC ini juga membantu menambah mikroba tanah, memperbaiki tanah, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
2.2 Kajian Literatur
Pemanfaatan EM4 dalam pembuatan pupuk cair organik (POC) dari kotoran mentok membawa banyak keuntungan bagi tanah, tanaman, dan lingkungan. EM4 terdiri dari berbagai mikroorganisme seperti bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, ragi, dan jamur fermentasi yang berfungsi sebagai pengurai utama selama proses fermentasi bahan organik. Saat EM4 dicampurkan dengan kotoran mentok, proses penguraian berlangsung lebih cepat dan efisien, sehingga pupuk cair yang dihasilkan kaya unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan tanaman.
Selain mempercepat fermentasi, EM4 membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan keragaman mikroba, memperbaiki daya serap air, serta meningkatkan kapasitas tukar kation. Penelitian membuktikan bahwa semakin banyak EM4 dan semakin optimal waktu fermentasi, kandungan hara seperti fosfor dan kalium dalam POC juga meningkat. Unsur kalium membantu pembentukan protein dan karbohidrat, memperkuat jaringan tanaman, serta meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, sedangkan fosfor penting untuk pertumbuhan akar dan mempercepat panen. POC dari kotoran mentok yang difermentasi dengan EM4 juga ramah lingkungan, dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa merusak tanah, dan membantu mengurangi polusi akibat pupuk kimia. Penggunaan POC secara rutin juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan porositas, serta menetralkan pH tanah. Oleh karena itu, pembuatan pupuk cair organik dari kotoran mentok dengan EM4 sangat dianjurkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan hasil panen secara alami.
BAB III
METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan adalah penjelasan teknis dan terstruktur mengenai cara pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari awal hingga akhir, dengan mengikuti tahapan yang logis dan bisa diterapkan di lapangan. Di dalamnya dijelaskan secara detail langkah-langkah kerja, urutan
pelaksanaan, serta penggunaan alat, tenaga kerja, dan material agar pekerjaan berjalan dengan efisien, aman, tepat waktu, dan sesuai standar mutu yang telah ditentukan. Penyusunan metode pelaksanaan juga mempertimbangkan dokumen kontrak, kondisi lapangan, serta pengalaman kontraktor, sehingga seluruh rencana dapat diwujudkan menjadi hasil bangunan yang optimal.
Selain itu, metode pelaksanaan sangat berpengaruh terhadap jadwal proyek, kebutuhan tenaga kerja, alat, material, serta perencanaan anggaran dan target pekerjaan. Metode ini juga membantu menentukan urutan pekerjaan dan menyusun jadwal agar proyek dapat selesai sesuai waktu yang telah direncanakan. Penyusunannya sebaiknya melibatkan tenaga ahli di bidangnya agar seluruh aspek pekerjaan dapat terkoordinasi dengan baik, sehingga proyek bisa berjalan lancar, efisien, dan hasilnya sesuai standar yang diharapkan.
| No | Metode | Kegiatan | JKEM | Jumlah
mahasiswa yang terlibat |
| 1. | Observasi | Survey terhadap mitra mengenai permasalahan
yang ada |
2 Jam | Semua Anggota Sub kelompok |
| 2. | Edukatif | Sosialisasi dan Penyuluhan mengenai
pembuatan POC dan alternatif |
1 Jam 30 Menit | Semua Anggota Sub kelompok |
| tempat pakan dan minum
mentok |
||||
| 3. | Praktek | Pelatihan Pembuatan
Pupuk Organik Cair |
2 Jam | Semua Anggota Sub kelompok |
| 4. | Penelitian | Fermentasi dan
Mentoring |
1 Jam 20 menit | Semua Anggota
Sub kelompok |
| 5. | Evaluasi | Evaluasi dan
Diskusi Hasil |
1 Jam 40 menit | Semua Anggota
Sub kelompok |
BAB IV
HASIL PEMBAHASAN DAN DAMPAK
Proses pembuatan pupuk organik cair dari kotoran mentok dengan EM4 adalah salah satu inovasi dalam memanfaatkan limbah ternak secara ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Pada tahap awal, kotoran mentok dicampur dengan air, gula merah sebagai sumber energi bagi
mikroorganisme, dan EM4 sebagai aktivator fermentasi. Campuran ini kemudian dimasukkan ke wadah tertutup agar fermentasi berjalan optimal, biasanya berlangsung beberapa hari hingga satu minggu, tergantung kondisi lingkungan dan jumlah bahan yang digunakan. Selama proses fermentasi, EM4 membantu mempercepat penguraian bahan organik dalam kotoran mentok sehingga menghasilkan pupuk cair yang kaya unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk organik cair ini berperan penting dalam memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta merangsang pertumbuhan tanaman. Selain itu, penggunaan EM4 meningkatkan populasi mikroorganisme baik dalam pupuk, sehingga proses pengomposan lebih efisien dan hasilnya lebih berkualitas.
Pupuk cair hasil fermentasi dapat langsung diaplikasikan ke tanaman, baik dengan cara disiramkan ke tanah di sekitar akar maupun disemprotkan ke daun. Cara ini memudahkan penyerapan nutrisi oleh tanaman dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit. Selain mengurangi limbah ternak yang berpotensi mencemari lingkungan, pembuatan pupuk organik cair ini juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi peternak karena dapat digunakan sendiri atau dijual. Dengan metode ini, pengelolaan limbah menjadi lebih efektif, ramah lingkungan, dan mendukung pertanian berkelanjutan.
BAB V KESIMPULAN
Pembuatan pupuk organik cair dari kotoran mentok menggunakan EM4 adalah cara inovatif dan ramah lingkungan untuk mengelola limbah ternak. Proses ini melibatkan fermentasi kotoran mentok bersama air, gula merah, dan EM4 sebagai aktivator, sehingga menghasilkan pupuk cair yang kaya unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk ini bisa memperbaiki kesuburan dan struktur tanah, serta merangsang pertumbuhan tanaman.
Penggunaan pupuk organik cair ini juga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, membantu mengatasi pencemaran lingkungan, dan memberikan keuntungan ekonomi bagi peternak. Pupuk cair hasil fermentasi dapat diaplikasikan dengan cara disiram ke tanah atau disemprotkan ke daun agar nutrisi lebih mudah diserap tanaman. Selain meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit, metode ini juga membuat pengelolaan limbah lebih optimal dan mendukung pertanian berkelanjutan, dengan proses fermentasi EM4 yang mempercepat penguraian bahan organik dan meningkatkan kualitas pupuk.
DAFTAR PUSTAKA
Superproduk. 2021. Pupuk Organik Cair Mikroorganisme EM4 Pertanian.
Saputra, R., dkk. 2021. Pelatihan Pembuatan EM4 dari Limbah Organik di Desa Lumban Julu.
ASRITANI. 2025. Pupuk Organik Cair: Manfaat dan Cara Pembuatannya.
Meriatna, dkk. 2018. Pengaruh Waktu Fermentasi dan Volume EM4 terhadap Kandungan Hara POC. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 7(1): 13-29.
Indrawati, dkk. 2020. Pengaruh Penambahan Kotoran Ternak terhadap Kualitas Pupuk Organik Cair.
Liputan6.com. 2023. 12 Manfaat Pupuk Organik, Jaga Keseimbangan Ekosistem dan Kurangi Polusi Lingkungan.
Antares Energi. 2024. Tanah jadi Subur, Ini Manfaat Pupuk Organik Cair.
Cybex. 2025. Manfaat dan Cara Efektif Menggunakan Pupuk Organik Cair untuk Pertanian Berkelanjutan.
Kumparan. 2024. 3 Cara Fermentasi Pupuk Organik Cair agar Tanaman Subur dan Ramah Lingkungan.