RIFALDI 1, JIMI HARIYADI 2, REKI PUTRA 3, DIKA PRAWITA,S.Sos., M.M 4
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
ABSTRACK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan strategi pengelolaan UMKM Warung Makan Tiwie Muja Muju sebagai usaha kuliner mikro yang beroperasi di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Warung makan ini merupakan contoh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berkontribusi pada perekonomian lokal dengan menyediakan makanan tradisional yang khas dan terjangkau. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan pemilik warung, observasi langsung aktivitas usaha, dan dokumentasi pendukung. Fokus analisis meliputi aspek produk, harga, lokasi, promosi, dan pelayanan yang diterapkan dalam mempertahankan eksistensi usaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung Makan Tiwie Muja Muju mengoptimalkan keunikan menu dan citarasa lokal sebagai keunggulan kompetitif utama. Penetapan harga yang bersaing dan lokasi strategis menjadi faktor pendukung dalam menarik pelanggan. Selain itu, promosi dilakukan melalui pendekatan sederhana seperti komunikasi langsung dan pemanfaatan media sosial lokal untuk menjangkau konsumen lebih luas. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan modal untuk pengembangan usaha dan persaingan dengan warung makan lain di sekitar lokasi. Namun, dengan penerapan strategi bauran pemasaran yang adaptif dan pelayanan yang ramah, warung makan ini mampu mempertahankan keberlangsungan usahanya.
Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas manajerial dan peningkatan penggunaan teknologi digital sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Warung Makan Tiwie Muja Muju. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMKM sejenis dalam menghadapi dinamika pasar kuliner tradisional di Indonesia.
Kata Kunci: UMKM, strategi pemasaran, Warung Makan Tiwie, Kepuasan Pelanggan.
PENDAHULUAN
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam sektor kuliner yang terus berkembang pesat. Warung makan sebagai salah satu bentuk UMKM kuliner memiliki peran strategis dalam menyediakan makanan dengan harga terjangkau sekaligus melestarikan cita rasa lokal yang khas. Salah satu contoh usaha kuliner yang menonjol adalah Warung Makan Tiwie Muja Muju, yang berlokasi di Kelurahan Muja-Muju, Yogyakarta. Warung makan ini mengusung konsep penyajian makanan khas yang autentik, sekaligus beradaptasi dengan selera masyarakat lokal dan kebutuhan pelanggan yang beragam, seperti mahasiswa dan pekerja sekitar.
Warung Makan Tiwie Muja Muju tidak hanya menawarkan keunikan rasa yang membekas, tetapi juga mengedepankan aspek kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan yang ramah sebagai bagian dari strategi mempertahankan eksistensi usaha di tengah persaingan yang ketat. Dengan harga yang kompetitif dan fasilitas pendukung seperti akses internet berkecepatan tinggi, warung ini berupaya menciptakan pengalaman bersantap yang tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga mendukung aktivitas belajar dan bekerja pelanggan.
Namun, seperti halnya UMKM lainnya, Warung Makan Tiwie Muja Muju menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, persaingan dengan usaha kuliner lainnya, hingga dinamika perubahan preferensi konsumen. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis secara mendalam strategi pengelolaan dan pengembangan usaha yang diterapkan agar dapat bertahan dan tumbuh di pasar yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Warung Makan Tiwie Muja Muju mengelola aspek produk, harga, lokasi, promosi, dan pelayanan dalam rangka mempertahankan keberlangsungan usaha serta memberikan kontribusi pada perekonomian lokal.
Dengan memahami strategi dan tantangan yang dihadapi oleh Warung Makan Tiwie Muja Muju, diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai dinamika UMKM kuliner tradisional di Indonesia serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan usaha sejenis di masa depan.
TINJAUAN PUSTAKA
UMKM warung makan merupakan salah satu sektor usaha mikro yang sangat berperan dalam perekonomian lokal di Indonesia, khususnya di daerah Yogyakarta yang dikenal sebagai pusat kuliner tradisional dan kreatif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa warung makan sebagai UMKM memiliki tantangan utama dalam aspek produksi, pelayanan, dan manajemen keuangan. Sebagai contoh, Warung Makan Pantai Depok di Bantul menghadapi kendala dalam penggunaan peralatan masak yang masih sederhana, belum adanya standar pelayanan yang konsisten, serta pencatatan keuangan yang belum tertib sehingga mempengaruhi keberlangsungan usaha.
Selain itu, pengembangan strategi pemasaran di era digital menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya saing UMKM kuliner. Studi pada Rumah Makan Padang Pergaulan di Yogyakarta menggaris bawahi pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran untuk menjangkau konsumen lebih luas, terutama di masa pandemi COVID-19 yang membatasi aktivitas tatap muka. Hal ini menjadi relevan mengingat Warung Makan Tiwie Muja Muju juga beroperasi di lingkungan yang didominasi oleh mahasiswa dan pekerja muda yang sangat familiar dengan teknologi digital.
Pengembangan usaha warung makan juga menuntut peningkatan kualitas pelayanan dan penataan usaha agar lebih representatif dan menarik pelanggan. Pengalaman pengabdian masyarakat pada Warung Makan Pak Agus di Yogyakarta menunjukkan bahwa penataan ulang tampilan warung, pembuatan papan nama, serta pelatihan pengelolaan usaha dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan pendapatan usaha. Pendekatan serupa dapat menjadi acuan bagi Warung Makan Tiwie Muja Muju untuk memperkuat citra usaha dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Dalam konteks kuliner tradisional khas Yogyakarta, UMKM angkringan juga menjadi contoh usaha yang melekat dengan identitas daerah dan berkontribusi pada ekonomi kreatif. Optimalisasi media sosial dan pelatihan pelayanan pelanggan menjadi kunci dalam mempertahankan budaya asli sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendekatan ini dapat diadaptasi oleh Warung Makan Tiwie Muja Muju dalam mengelola usaha kuliner khasnya agar tetap relevan dan kompetitif.
Lebih lanjut, studi kasus pada Warung Halal di Yogyakarta menyoroti pentingnya evaluasi dan inovasi dalam pengelolaan usaha kuliner, termasuk pengelolaan waktu tunggu, pengembangan varian menu, dan pengelolaan lingkungan fisik warung untuk meningkatkan daya tarik pelanggan di tengah persaingan yang ketat. Aspek inovasi dan evaluasi berkelanjutan ini menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan UMKM warung makan seperti Tiwie Muja Muju.
Secara keseluruhan, tinjauan pustaka ini menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM warung makan sangat bergantung pada pengelolaan produksi yang efisien, pelayanan yang berkualitas, manajemen keuangan yang tertib, serta strategi pemasaran yang adaptif, termasuk pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan pemberdayaan dan pengembangan yang terintegrasi menjadi kunci dalam mempertahankan dan mengembangkan UMKM kuliner tradisional di Yogyakarta, termasuk Warung Makan Tiwie Muja Muju.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengelolaan dan strategi keberlangsungan UMKM Warung Makan Muja Muju. Pendekatan kualitatif dipilih karena fokus penelitian adalah menggali pengalaman, strategi, serta kendala yang dihadapi pelaku usaha secara komprehensif dan kontekstual.
Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Warung makan Tiwie Muja Muju yang berlokasi di Tugiyo, Muja Muju, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165, yang merupakan salah satu UMKM usaha mikro yang berkembang di tengah dinamika pasar kuliner lokal dan memiliki karakteristik khas dalam pengelolaan usaha.
Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui beberapa teknik berikut:
• Wawancara Mendalam
Dilakukan dengan pemilik warung, karyawan, dan pelanggan untuk mendapatkan informasi tentang sejarah usaha, strategi pemasaran, pengelolaan operasional, serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
• Observasi Partisipatif
Peneliti melakukan pengamatan langsung terhadap aktivitas harian warung, mulai dari proses penyajian makanan, pelayanan pelanggan, hingga interaksi sosial di warung makan.
• Dokumentasi
Mengumpulkan data sekunder dari laporan keuangan, materi promosi, dan catatan penjualan untuk analisis kinerja keuangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada dasarnya mempunyai permasalahan pada laporan keuangan yang disebabkan kurangnya informasi atau pengetahuan tentang cara mengelola keuangan usahanya. Akibat dari kurangnya sistem informasi akuntansi dalam bisnis yang dijalankan akan berbahaya untuk kelangsungan bisnis dalam jangka panjang. Pencatatan keuangan dalam usaha jika tidak dilakukan baik, menyebabkan para pelaku usaha tidak tahu akan jumlah aset yang selama ini dimiliki dan seberapa besar keuntungan yang selama ini sudah diperoleh. Hal itu akan menyebabkan hasil dari usaha menjadi terhambat dikarenakan tidak ada pencatatan laporan keuangan yang jelas terkait kas masuk, kas keluar, serta aliran kas bersih. Kegiatan pengabdian di warung makan Muja Muju dan angkringan Mbah Tami ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu:
1. Observasi secara langsung
Dalam tahap ini dilakukan dengan kunjungan langsung serta wawancara terhadap pelaku usaha warung makan muja muju untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan inti yang terdapat pada usahanya. Permasalahan yang terjadi kepada para pelaku usaha hampir sama yaitu, kesulitan dalam mengelola keuangannya, tidak terpisahnya keuangan pribadi dan usaha, tidak terkelolanya piutang dan hutang. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan pengumpulan data-data dan disiapkan materi yang akan sampaikan kepada para pelaku usaha warung makan muja muju terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan yaitu pencatatan pembukuan sederhana. Dan beberapa hal yang menjadi faktor dalam pembukuan supaya efisien, efektif dan juga mudah untuk diterapkan.
2. Pelatihan observasi sederhana

Pelatihan pencatatan pembukuan sederhana dan pembahasan masalah Gambar diatas adalah proses pelatihan yang dijalankan kepada pelaku usaha warung makan muja muju. Pada tahap ini di sediakan materi-materi dan melaksanakan pelatihan pembukuan sederhana diaplikasikan. Diharapkan para pelaku usaha mampu memahami serta sadar pentingnya pencatatan pembukuan keuangan yang sesuai Standar Akuntansi. Diberikan materi pencatatan pembukuan sederhana kepada pelaku usaha agar pengetahuan serta keterampilan mengelola keuangan dapat ditingkatkan, dan harta milik usaha dan harta pribadi tidak tercampur. Dengan melakukan pembukuan maka para pelaku usaha akan mengetahui sampai mana usahanya berkembang dan pelaku usaha bisa membuat keputusan yang lebih baik. Pelatihan dilakukan langsung dengan datang ke pelaku usaha di Gang Tugiyo Muja-Muju Yogyakarta. Adapun materi yang diberikan kepada pelaku usaha, sebagai berikut:
a. Memberikan semangat dan motivasi kewirausahaan UMKM
b. Memberikan metode dari pencatatan pembukuan sederhana
c. Melakukan diskusi serta praktek pencatatan pembukuan secara langsung
3. Tahap pendampingan
Tahap ini dilakukan dengan datang secara langsung di lokasi pelaku usaha agar dapat melihat langsung sejauh mana hasil pencatatan keuangan yang telah dilakukan setelah dilakukan pelatihan. Selanjutnya mendengarkan cerita dari pelaku usaha warung makan muja muju terkait masalah dan hambatan yang dihadapi saat dilakukannya pencatatan pembukuan. Dari hasil pemantauan setelah kegiatan pendampingan ini respon UMKM terhadap kegiatan pengabdian ini sangat baik karena dapat dilihat dari keaktifan dan kemauan pemilik UMKM dalam membuat pencatatan pembukuan keuangan. Akan tetapi ada beberapa hambatan yang dialami pemilik UMKM selama melakukan pencatatan pembukuan keuangan adalah terbatasnya waktu pada saat jam-jam sibuk, sehingga ada beberapa transaksi yang terlewat dan lupa. Serta terabaikannya beberapa pengeluaran yang dianggap tidak terlalu signifikan terhadap pembuatan laporan keuangan. Berikut hasil dari pendampingan setelah dilakukan pelatihan.
Tabel 1. Tabel hasil pendampingan
| No | Sebelum | Sesudah |
| 1. | Warung makan muja muju tidak melakukan pencatatan keuangan berupa kas keluar dan masuk. |
Gambar di atas adalah jurnal pembukuan setelah dilakukankegiatan pengabdian terhadap warung makan muja muju. |
| 2. | Tidak mengenal dan tidak paham mengenai pencatatan pembukuan keuangan sederhana. | Menjadi paham akan pembukuan keuangan sederhana, serta mulai bisa melakukan pencatatan pembukuan sederhana. |
| 3. | Tidak tahu mengenai arus kas, laba dan sering lupa terhadap pihak yang berhutang. | Mejadi tahu mengenai arus kas dan laba. Serta sudah terkelolanya utang piutang. |
KESIMPULAN
UMKM Warung Makan Tiwie Muja Muju merupakan usaha mikro yang berhasil mempertahankan eksistensi dan berkembang di tengah persaingan bisnis kuliner yang ketat di wilayah Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta. Keberhasilan warung makan ini didukung oleh beberapa faktor utama, yaitu keunikan produk dengan cita rasa tradisional yang konsisten, harga yang kompetitif sesuai dengan daya beli masyarakat sekitar, serta pelayanan yang ramah dan suasana warung yang nyaman bagi pelanggan, terutama mahasiswa dan pekerja muda.
Strategi pemasaran yang diterapkan Warung Makan Tiwie Muja Muju masih mengandalkan metode tradisional seperti promosi dari mulut ke mulut dan pemanfaatan media sosial lokal. Meskipun demikian, warung ini mulai melakukan adaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital secara terbatas untuk memperluas jangkauan pasar. Lokasi strategis warung juga menjadi keunggulan yang signifikan dalam menarik pelanggan tanpa perlu investasi besar dalam promosi.
Namun, warung makan ini menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan modal untuk pengembangan usaha, persaingan yang semakin ketat dengan warung makan lain di sekitar, serta pengelolaan keuangan yang masih sederhana. Tantangan tersebut menuntut peningkatan kapasitas manajerial dan inovasi dalam pengelolaan usaha agar dapat bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.
Pelaku usaha UMKM yang pada awalnya tidak mengenal tentang pencatatan pembukuan sederhana atas transaksi keuangan, pada saat ini sudah tahu dan sudah bisa melakukan kegiatan pencatatan pembukuan sederhana yang dilakukan pada kertas atau buku khusus. Dan dampak yang dapat langsung dirasakan oleh pemilik UMKM adalah terpisahnya antara keuangan pribadi dengan keuangan UMKM. Pencatatan pembukuan ini dilakukan secara rutin setiap hari ataupun mingguan, sehingga pemilik UMKM dapat mengetahui kinerja keuangan usahanya dan diharapkan dengan melakukan pencatatan pembukuan, usaha bisnis dapat berkembang atau bertahan dalam jangka panjang.
Setelah penulis melakukan kegiatan praktek kerja lapangan di warung makan makan muja muju, penulis memberikan saran kepada pihak lain yang hendak melakukan kegiatan penelitian selanjutnya. Adapun dari saran yang dapat penulis berikan adalah pendampingan serta pemantauan dalam menyusun laporan pembukuan perlu dilanjutkan supaya keuangan usaha UMKM tetap terkontrol dengan baik dan dapat digunakan saat mengembangkan usaha.
