
Aceh Tamiang, JurnalPost.com – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir bandang kembali ditunjukkan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra. Melalui kegiatan tanggap darurat yang dilaksanakan pada 10 Februari 2026, tim dosen dan mahasiswa turun langsung ke Desa Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, untuk menyalurkan bantuan berupa Hygiene Kits kepada warga terdampak. Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya menyebabkan rumah-rumah warga dipenuhi lumpur tebal, perabotan rusak, serta lingkungan yang kotor dan tidak higienis. Hingga beberapa hari pascakejadian, sebagian warga masih terlihat membersihkan rumah secara manual dengan alat seadanya, bahkan ada yang harus menggunakan air sisa genangan untuk membersihkan lantai dan peralatan rumah tangga.
Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, tim PKM Universitas Samudra menyalurkan sebanyak 20 paket Hygiene Kits yang berisi perlengkapan kebersihan seperti sabun cair, sikat, sapu, kain pel, tempat sampah, dan sarung tangan. Bantuan ini difokuskan kepada warga yang terdampak langsung dan masih dalam tahap pemulihan lingkungan tempat tinggal.
Ketua tim PKM, Beni Al Fajar, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan langkah awal untuk membantu masyarakat kembali hidup dalam lingkungan yang lebih bersih dan sehat. “Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat mempercepat proses pembersihan lingkungan sekaligus mengurangi risiko munculnya penyakit akibat kondisi pascabencana,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan, tim juga memberikan edukasi singkat kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pascabencana. Edukasi ini mencakup cara membersihkan rumah yang aman, pengelolaan sampah sementara, serta pencegahan penyakit seperti diare dan infeksi kulit.
Salah satu warga Desa Pahlawan mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, karena alat kebersihan memang sangat kami butuhkan saat ini. Dengan adanya sapu, pel, dan sabun, kami bisa lebih cepat membersihkan rumah,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Tukiron sebagai Kadus Desa Pahlawan yang mengapresiasi kehadiran tim PKM Universitas Samudra. Ia menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen sangat membantu masyarakat, tidak hanya dari segi bantuan material tetapi juga dalam memberikan semangat pemulihan. “Kehadiran adik-adik mahasiswa ini sangat berarti bagi warga kami.

Mereka tidak hanya membantu secara langsung, tetapi juga memberi motivasi agar masyarakat segera bangkit,” ujarnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam mempercepat proses pemulihan lingkungan masyarakat, menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan, serta meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan pascabencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini, tim pengabdian menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Universitas Samudra serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) atas bantuan dana hibah DIPA Universitas Samudra Tahun 2026. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh tim PKM dan mahasiswa Universitas Samudra, serta Geuchik dan masyarakat Desa Pahlawan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Melalui kegiatan ini, Universitas Samudra kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam merespons kondisi darurat serta mendukung pemulihan lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.



