• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Pantai yang Tak Terlupakan: Perjalanan Terakhir Bersama Teman SMA Menuju Pantai

Editor Redaksi
23 Maret 2024
in Wisata

Penulis: Jamil Ridho B
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media
IPB University

JurnalPost.com – Diawali dengan adanya rencana dari sekolah untuk mengadakan studytour khusus untuk kelas 12 di SMA Taruna Terpadu 1 untuk mengunjungi Kota Malang sebelum kelulusan, Berita tersebut telah diumumkan sejak kami baru memasuki kelas 12, dengan anggaran biaya yang cukup murah dan menggiurkan bagi kami murid-murid kelas 12. Namun, ketika dipertengahan semester kami diberitahu oleh Kesiswaan kami bahwa agenda tersebut batal diselenggarakan. Kami para murid kelas 12 merasa sedikit kesal dikarenakan agenda yang seharusnya dapat menjadikan kenang- kenangan dan momen berharga bagi kami murid kelas 12 gagal dilaksanakan. Berbagai pertanyaan muncul dari para murid. Mengapa tiba-tiba dibatalkan? Apakah ada alasan yang mendesak? Bagaimana dengan anggaran yang telah kami kumpulkan? Kekecewaan kami bukan tanpa alasan. Studytour ini telah lama dinanti dan menjadi simbol kebersamaan kami sebagai angkatan.

Akhirnya sebelum hari kelulusan ada beberapa orang yang berencana untuk membuat acara internal khususnya untuk teman satu tongkrongan, diawali oleh Jamil yang mengajak teman-temannya berlibur sebelum hari kelulusan tiba. Yaitu Davin, Dwi, Harits, Billy, Tomo, Farel, Ilham, Naufal, Willy dan Priaji. Setelah itu kami memutuskan untuk pergi ke pantai Sawarna. Kami semua sepakat untuk melakukan adanya iuran, iuran yang kami sepakati sebesar 75 ribu rupiah perorang, sudah termasuk untuk makan, penginapan, dan dana lebihnya disimpan untuk mengantisipasi adanya kejadian tidak terduga di jalan. Davin yang bertugas untuk mencari penginapan, dan ia menemukan salah satu homestay dengan harga yang terjangkau, fasilitas lengkap dan yang terpenting adalah kapasitas yang cukup untuk menampung kami semua.

Kami berangkat dengan menggunakan sepeda motor sebanyak 7 unit, pada Rabu, 08 Juni 2022 pukul 22.00 WIB dengan titik kumpul di rumah Jamil, setelah menunggu semua datang kami memutuskan untuk berangkat. Awal keberangkatan kami masih merasa sangat senang, karena walaupun acara yang diadakan pihak sekolah batal diselenggarakan. Namun, kami memiliki acara kami pribadi. Tidak berselang lama saat kami baru berada di Cikretek salah satu kendaraan bermotor yang dikendarai oleh rekan kami yaitu Harits mengalami masalah. Padahal Jamil sudah memberitahu sebelumnya kepada semua untuk mengecek keadaan kendaraan yang akan digunakan. Untungnya tidak jauh dari lokasi kejadian ada salah satu bengkel yang masih buka. Setelah dibongkar ternyata v-belt yang digunakan sudah putus, dan Harits bilang bahwa v-belt itu baru ia beli sekitar 2 minggu yang lalu. Akhirnya kami memutuskan untuk mengganti v-belt motor tersebut. Namun harga yang diberikan oleh bengkel tersebut cukup jauh lebih mahal dibanding harga sebenarnya, mau tidak mau kami harus menggantinya karena kami harus melanutkan perjalanan.

Setelah sekitar 30 menit menunggu motor Harits diperbaiki, kami memutuskan untuk melanutkan perjalanan kami. Saat kami baru berajalan sekitar 3KM hujan turun membasahi kami. Terpaksa kami harus menepi kembali dan menunggu hujan berhenti. Untungnya hujan turun tidak terlalu lama, setelah hujan reda kami melanjutkan

perjalanan kami kembali. Sesampainya kami di daerah Cibadak hujan kembali mengguyur kami, dan kami terpaksa menepi kembali. Pemberhentian kali ini cukup lama, hingga kami memutuskan untuk membuat beberapa minuman hangat yang telah kami siapkan sebelumnya, beruntungnya kami membawa satu kompor portabel untuk berjaga-jaga. Saking lamanya, beberapa dari kami memutuskan untuk tidur sejenak. Setelah menunggu sekitar 1 jam lebih akhirnya hujan pun berhenti, dan kami kembali melanjutkan perjalanan.

Perjalanan kami memang penuh dengan tantangan dan rintangan, tidak hanya kendaraan yang bermasalah dan diguyur hujan, setelah itu kami harus melewati jalan Cikidang yang dimana jalan tersebut masih minim penerangan jalan. Kurangnya penerangan jalan, jalanan yang basah akibat hujan, ditambah dengan dikelilingi oleh kebun sawit adalah tantangan yang harus kami hadapi selanjutnya. Namun, kami berhasil melewati jalan Cikidang terebut dengan selamat. Tidak sampai disitu setelah melewati jalan Cikidang, masih banyak jalan yang menanjak dan menurun yang cukup curam untuk kami lewati. Namun karena kami melewatinya dengan bersama kami dapat dengan mudah melewati jalan-jalan tersebut.

Kaki kami akhirnya menginjakkan tanah Sawarna setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan. Jam menunjukkan pukul 04.00 WIB, lebih lama dari estimasi waktu yang seharusnya. Karena ada beberapa kendala yang kami hadapi di perjalanan, tapi rasa lelah itu langsung terbayarkan saat melihat keindahan pantai Sawarna yang menyambut kami. Seiring dengan munculnya matahari, kami pun keluar dari homestay dan disuguhkan pemandangan yang luar biasa indah. Pasir putih berkilauan terkena cahaya matahari pagi, air laut biru jernih dengan ombak yang tenang, dan deretan pohon kelapa yang melambai-lambai di tepi pantai. Sungguh, Sawarna bagaikan surga dunia yang tersembunyi. Beberapa dari kami masih memilih untuk menikmati tidurnya di homestay, namun beberapa lainnya tak ingin melewatkan momen indah ini. Mereka keluar dan berjalan-jalan di sepanjang pantai, menikmati udara segar dan pemandangan yang menakjubkan.

Keindahan Sawarna tak hanya terletak pada pantainya saja. Tebing-tebing batu karang yang menjulang tinggi menambah pesona alamnya. Sawarna bagaikan lukisan alam yang sempurna, memanjakan mata dan memberikan ketenangan jiwa. Momen matahari terbit di Sawarna menjadi awal yang sempurna untuk perjalanan kami. Keindahan alamnya yang luar biasa telah memikat hati kami dan membuat kami semakin bersemangat untuk menjelajahi lebih banyak tempat menarik di Sawarna. Setelah merasa cukup untuk melihat sunrise dan bermain-main di pantai, kami memutuskan kembali ke homestay untuk sarapan terlebih dahulu. Di homestay ternyata juga tersedia kulkas, kompor dan juga dispenser yang juga menguntungkan bagi kami. Walaupun, kami sudah menyiapkan alat-alat sebelumnya.

Pada siang harinya setelah semua sudah bangun dari tidurnya, kami kembali ke pantai bersama-sama. Lomba lari di tepi pantai menjadi agenda pertama kami. Tawa dan teriakan kami menggema di sepanjang pantai, membangkitkan keceriaan di bawah sinar mentari yang hangat. Perlombaan ini bukan tentang siapa yang tercepat, tetapi tentang kebersamaan dan kesenangan yang kami rasakan bersama. Setelah puas berlari, kami membangun meja dari pasir untuk bersantai. Duduk bersama di samping meja pasir, kami menikmati cemilan dan minuman yang telah kami bawa. Obrolan ringan dan canda tawa mewarnai momen santai ini, mempererat tali persahabatan di antara kami. Tak ingin melewatkan kesegaran air laut, kami pun berenang dan bermain air. Ombak yang tenang dan air yang jernih membuat kami betah berlama- lama di laut. Berenang, bermain air, dan bercanda bersama menjadi momen yang tak terlupakan. Siang hari di Sawarna penuh dengan keceriaan dan tawa. Keindahan alamnya yang memukau dan kebersamaan dengan teman-teman menjadi kombinasi sempurna untuk menciptakan kenangan indah yang tak tergantikan.

Dengan hati yang diliputi rasa puas dan kenangan indah, kami meninggalkan pantai Sawarna. Deburan ombak dan pasir putihnya seolah melambaikan tangan, seakan tak ingin kami pergi. Langkah kaki kami membawa kami kembali ke homestay. Kami harus bersiap-siap untuk pulang karena batas checkout di homestay adalah jam 16.00 WIB. Namun, rencana kepulangan kami diuji oleh alam. Hujan deras tiba-tiba turun, seakan melarang kami untuk meninggalkan Sawarna secepat itu. Kami pun tertahan di homestay, menunggu hujan reda dengan sabar. Di tengah hujan, kami duduk bersama di ruang tamu homestay. Obrolan tentang momen-momen indah di Sawarna kembali mengisi ruangan, menghangatkan suasana yang dingin karena hujan. Tawa dan canda tawa kami menjadi obat penawar rasa kecewa karena harus tertahan di homestay. Setelah menunggu dengan sabar, hujan akhirnya berhenti. Langit kembali cerah, dan kami pun bersiap untuk melanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan pulang terasa berat karena kami harus meninggalkan Sawarna yang indah. Kenangan indah selama di Sawarna akan selalu terukir di hati kami.

Saat ditengah perjalanan pulang kendaraan yang dikendarai oleh Harits kembali mengalami masalah dan dikarenakan rombongan didepan tidak mengetahui kejadian tersebut, akhirnya kami terbagi menjadi 2 rombongan dan akhrirnya kami mencari bengkel terdekat untuk memperbaiki kendaraan Harits. Setelah selesai diperbaiki kami akhirnya melanjutkan kembali perjalanan kami. Sesampainya di jalan Cikidang rombongan kami yang tertinggal, memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu di sebuah warung untuk menikmati secangkir minuman hangat, karena dalam perjalanan pulang tersebut cuacanya cukup dingin. Setelah selesai akhirnya kami melanjutkan kembali perjalanan kami, sesampainya kami di Cicurug kami bertemu kembali dengan rombongan yang sebelumnya telah berada jauh didepan kami. Kami melanjutkan perjalanan kami menuju titik kumpul awal yaitu rumah Jamil. Setelah perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya kami sampai di rumah Jamil pada pukul 22.30 WIB, beberapa dari kami memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dan beberapa juga memilih untuk menginap dan beristirahat terlebih dahulu di rumah Jamil.

Liburan ke Sawarna memang jauh dari kata mulus. Rintangan demi rintangan menguji kesabaran dan kekompakan para sahabat. V-belt motor yang putus, hujan deras yang tak henti-hentinya, dan jalanan yang penuh tantangan menjadi bumbu perjalanan yang tak terduga. Namun, di balik semua rintangan itu, terukir kenangan indah yang tak tergantikan. Keindahan alam Sawarna yang memukau, momen kebersamaan yang penuh tawa dan canda, serta rasa saling membantu di antara para sahabat menjadi hadiah terindah dari perjalanan ini. Liburan ke Sawarna mungkin telah berakhir, tetapi kenangan indahnya akan selalu terukir di hati. liburan ke Sawarna menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan penuh makna. Pengalaman ini bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang belajar, tumbuh, dan memperkuat persahabatan. Kenangan indah Sawarna akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

Sumber Umbulan Malang sebagai Destinasi Wisata Alam yang Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

Sumber Umbulan Malang sebagai Destinasi Wisata Alam yang Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

Editor Redaksi
30 Juni 2026
0

Oleh: Alfarobi Ibnu Sifak Dosen Pengampu: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A. JurnalPost.com - Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki peran...

Taman Bunga Coban

Komunikasi Pariwisata di Era Disrupsi: Pengalaman Berkunjung ke Taman Bunga Coban Talun melalui Pengaruh Media Sosial

Editor Redaksi
24 Juni 2026
0

Oleh: Tria Dyah Lestari JurnalPost.com - Di era disrupsi saat ini, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi,...

Kebun Teh Jamus, Ngawi

Penerapan Komunikasi dalam Industri Pariwisata di Indonesia: Kebun Teh Jamus, Ngawi

Editor Redaksi
5 Mei 2026
0

JurnalPost.com - Industri pariwisata di Indonesia tidak hanya bergantung pada keindahan alam dan daya tarik destinasi, tetapi juga sangat dipengaruhi...

Air Terjun Lubuk Batang:  Pesona Tersembunyi dari Lima Puluh Kota

Air Terjun Lubuk Batang: Pesona Tersembunyi dari Lima Puluh Kota

Editor Redaksi
7 Desember 2025
0

Oleh: Eza Dwi Rahayu Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNP JurnalPost.com - Di tengah eksotisme Kabupaten Lima Puluh Kota,...

Taman Batang Agam Wisata Payakumbuh

Taman Batang Agam Wisata Payakumbuh

Editor Redaksi
4 Desember 2025
0

Oleh: Shofwatul Kasih Amanda JurnalPost.com - Taman Batang Agam berada di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, dan mulai beroperasi pada...

Comments 1

  1. Lili says:
    3 tahun yang lalu

    Seru banget ceritanyaaaaa

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.