Oleh: Alfika Triayuningtiyas
JurnalPost.com – Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan untuk guru melakukan inovasi di dalam pembelajaran. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan media pembelajaran yang mendukung serta menarik perhatian siswa. Media pembelajaran penting untuk diterapkan sesuai kebutuhan siswa akan materi dan kondisi pembelajaran. Guru perlu mengidentifikasi terlebih dahulu media apa yang cocok untuk diimplementasikan agar mendorong optimalnya pembelajaran sehingga menghasilkan kualitas dan kesan di dalam proses siswa memahami materi yang disajikan. Karena media pembelajaran berperan dalam penyampaian informasi mengenai konsep materi baik disajikan berbentuk gambar, video animasi, dan lain-lain (Isnaeni, N., & Hildayah, D., 2020).
Tak hanya itu, pelibatan teknologi di dalam penerapan media pembelajaran menjadi salah satu solusi menghadirkan pembelajaran sesuai perkembangan zaman. Terlebih berhadapan dengan generasi Z yang tak lepas dari gadget dan perangkat komputer lainnya. Oleh karenanya, scratch hadir sebagai platform yang dapat digunakan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital. Scratch merupakan sebuah aplikasi pemrograman yang tersusun atas blok-blok visual tanpa coding yang sulit serta dapat menarik perhatian anak-anak.
Scratch adalah paltform yang mampu menghadirkan tampilan inovatif, unik, dan mendorong ketertarikan siswa jika dikembangkan menjadi sebuah media pembelajaran (Dewi, Novi R., 2021). Platform ini dapat diakses gratis di laman https://scratch.mit.edu/ melalui browser yang terkoneksi internet. Adapun di dalamnya terdapat banyak fitur yang dapat dimanfaatkan guru dalam menyusun media pembelajaran sesuai kebutuhan. Sebagai contohnya yaitu tersedia fitur sprite yang berguna dalam membuat karakter atau objek yang mendukung dan menarik perhatian siswa. Karakter yang dipilih tersebut juga dapat menghasilkan suara maupun animasi karena scratch juga mendukung fitur backsound.

Scratch dapat menghasilkan output berupa e-modul maupun media pembelajaran berbentuk games. Di dalam pembelajaran, guru dapat membagikan output tersebut dengan bentuk link yang nantinya dapat diakses siswa melalui komputer maupun android/IOS masing-masing secara gratis pula. Dalam hal ini juga mendukung siswa untuk melek teknologi yakni dalam pengoperasian perangkat komputer/gadget sebagai sarana belajar. Sehingga dengan hal ini dapat disimpulkan bahwa scratch dapat menjadi sarana optimalisasi teknologi yang diwujudkan dalam bentuk media pembelajaran.
Daftar Pustaka
Isnaeni, N., & Hildayah, D. (2020). Media Pembelajaran Dalam Pembentukan Interaksi Belajar Siswa. Jurnal Syntax Transformation, 1(5), 148-156.
Dewi, N. R., Yanitama, A., Listiaji, P., Akhlis, I., Hardianti, R. D., Kurniawan, I. O., & Rumah, P. P. Pengembangan Media dan Alat Peraga: Konsep & Aplikasi dalam Pembelajaran IPA. Penerbit Pustaka Rumah C1nta.