
OLeh: Fikriansyah
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Tanggamus
JurnalPost.com – Selain syahr al-mubarak dan syahr al-shiyam, Ramadhan juga disebut sebagai syahr al-Qur’an. sebutan ini diberikan kepada bulan Ramadhan berkenaan dengan ayat Alquran yang menyebutkan Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di alamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Al-Baqarah [2]:185. berdasar ayat ini kemudian umat muslim banyak melakukan berbagai kegiatan sebagai ekspresi kebahagiaan turunnya Alquran yang diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. Umat muslim -khususnya di Indonesia- melakukan beragai rangkaian kegiatana seperti pengajian, khatm al-Qur’an, perlombaan dan lain sebagainya.
Nuzul al-Qur’an
Kata Nuzul al-Qur’an secara mendasar berasal dari bahasa Arab yaitu al-Nuzul –turun– dan al-Qur’an -Kitab suci umat Islam-. Dalam studi Alquran, terdapat beberapa beragam penjelasan terkait Nuzul al-Qur’an. Salah satunya yang memberikan penjelasan adalah Al-Qattan, ia menukil ayat lain selain Al-Baqarah [2]:185, yaitu “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar” QS. Al-Qadr [97]:1. serta firman Allah “Sesungguhnya Kami (mulai) menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.” QS. Ad-Dukhan [44]: 3.
Al-Qattan melanjutkan bahwa para ulama terbagi atas dua pendapat. pertama, mereka yang berpendapat maksud dari ayat di atas adalah Al-Qur’an diturunkan oleh Allah sekaligus ke Bait al-Izzah di langit dunia, lalu kemudian menurunkannya secara berangsur selama 23 tahun sesuai peristiwa yang dialami Rasulullah. kedua, mereka yang berpendapat bahwa turunnya Al-Qur’an dimulai pada malam lailatul qadar kemudian turun berangsur sesuai dengan peristiwa Rasulullah. Dengan keterangan di atas, menjadi jelas bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan di malam yang mulia pada bulan ramadhan.
17 Ramadhan
salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada umat nabi Muhammad adalah Lailatul Qadar -malam yang lebih baik dari 1000 bulan-. Ibnu Hajar Al-Asqalani (1372-1449 M) menjelaskan tentang waktu malam lailatul Qadar. dalam Fathul Bari, ia menyebutkan ada 45 pendapat soal ketetapan waktu malam Lailatul Qadar. Namun, menurutnya, dari 45 pendapat itu, yang paling unggul (rajih) adalah pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada tanggal ganjil dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan. diantara pendapat yang lain mengatakan Lailatul Qadar dapat ditemukan di awal ramadhan. yang lain mengatakan Lailatul Qadar dapat ditemukan di sepanjang Ramadhan. Ini menandakan bahwa malam Lailatul Qadar hampir tidak dapat ditentukan waktu kedatangannya.
berhubungan dengan Nuzul Al-Qur’an, Syekh M Ali As-Shabuni bercerita bahwa Al-Qur’an pertama kali turun pada tanggal 17 Ramadhan saat usia Rasulullah mencapai 40 tahun (sekitar 608-609 M) hal ini didasarkan pada riwayat tentang pertama kali hadirnya jibril di hadapan Nabi Muhammad untuk menyampaikan wahyu pertama yaitu QS. Al-Alaq 1-5. Inilah yang kemudian hingga saat ini menjadi dasar diperingatinya Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan.
Kemuliaan Alquran
Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam, diturunkan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya -Zabur, Taurat, Injil- menjadi pedoman utama bagi manusia menjalankan kehidupan di dunia. Al-Qur’an diturunkan sebagai kitab yang dijaga oleh Allah swt. kemurnian dan keasliannya hingga akhir kehidupan. Al-Qur’an berkata “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya” QS. Al Jijr [15]:9. selain itu, kita dapat menemukan beberapa kemuliaan Al-Qur’an sebagai berikut: pertama, sebagai Pedoman, petunjuk, dan rahmat bagi manusia. Digambarkan di dalam QS. Al-Jāṡiyah [45]:20 “Ini (Al-Qur’an) adalah pedoman bagi manusia, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang meyakini(-nya)”. kedua, Menjadi obat bagi manusia. dituliskan di dalam QS. Al-Isrā’ [17]:82 “Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian”. ketiga, Solusi masalah masyarakat, dijelaskan di dalam QS. An-Nahl [16]:64 “Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur’an) ini kepadamu (Nabi Muhammad), kecuali agar engkau menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”.
Memuliakan Al-Qur’an
sebagai pedoman bagi manusia, tentu penting diketahui bagaimana seharusnya manusia memperlakukan Al-Qur’an dengan baik. setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk memuliakan Al-Qur’an. pertama, Tilawah; tilawah berarti “membaca”, membaca Al-Qur’an merupakan perbuatan mulia yang dinilai ibadah oleh Allah swt. hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Tirmidzi menjelaskan bahwa Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tetapi aliif itu satu huruf, laam itu satu huruf, dan miim itu satu huruf.” dalam membaca Alquran tentu harus dilakukan dengan Tartil dan sesuai dengan kaidah hukum bacaan Alquran,
Kedua, Tahfidz; berarti menghafal. setelah memiliki kemampuan untuk membaca Al-Qur’an dengan baik, langkah selanjutnya adalah menghafal setiap ayat di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi para penghafalnya di akhirat kelak. ketiga, Tafsir; menerangan. melakukan penafsiran Al-Qur’an tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. ini dilakukan oleh mereka yang memiliki kompetensi yang paripurna untuk dapat memberikan penafsiran seperti para imam terdahulu (Ath-Thabari, Ibn Katsir, Qurtubi, dll). sebagai awam kita dapat mengambil, mempelajari kembali penafsiran dari para mufasir. Tiga jenis interaksi manusia dengan Al-Qur’an ini setidaknya yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri dengan pedoman hidupnya agar mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat.
Adab terhadap Al-Qur’an
Imam Nawawi di dalam At-Tibyan, merumuskan beberapa hal yang harus diketahui manusia untuk beradab kepada Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan kepada manusia. Beberapa adab tersebut adalah sebagai berikut: pertama, belajar dengan bimbingan dari guru. kedua, meniatkan bacaan/hafalan Al-Qur’an ikhlas untuk beribadah kepada Allah swt. ketiga, membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci. keempat, membaca Al-Qur’an di tempat yang suci dan pantas. kelima, menghadap kiblat dan berpakaian sopan. keenam, bersiwak. ketujuh, membaca Al-Qur’an dengan tartil. kedepan, Merenungkan makna Al-Qur’an, kesembilan, membaca dengan khusyuk. kesepuluh, memperindah bacaan. kesebelas, tidak menyelah bacaan dengan perkataan lain.



