JurnalPost.com, Sragen, Jembangan – Rabu (02/08) Mahasiswa KKN Undip Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023 diundang oleh karang taruna setempat untuk menghadiri kumpul rutin bertempat di balai Desa Jembangan. Mas Recat sebagai koordinator kumpul rutin tersebut memberi kesempatan bagi mahasiswa Tim II KKN Undip untuk berbagi pengetahuannya kepada sesama remaja di karang taruna.
Tim II KKN Undip ikut bergabung dan mengangkat topik tentang pemanfaatan energi matahari sebagai energi terbarukan. Sebelumnya Tim KKN mengidentifikasi adanya permasalahan yang dimiliki Desa Jembangan yaitu kurangnya pencahayaan yang memadai pada beberapa ruas jalan desa. Hal ini tentu mengganggu lalu lintas jalan dan memiliki resiko. Oleh karena itu Bagus Ardjuna (20) mahasiswa KKN Undip jurusan Teknik Mesin merakit sebuah prototype lampu bertenaga surya untuk dikenalkan kepada karang taruna desa.

Pembuatan alat dimulai dengan membeli bahan berupa panel surya 5 WP, IC regulator, mosfet, sensor LDR, resistor, modul charger, baterai 18650, dan lampu LED 7 watt. Kemudian merangkai elektronika dengan menghubungkan panel surya ke IC regulator untuk step down tegangan dari 12 Volt ke 5 Volt. Kemudian menghubungkan IC regulator ke modul charger untuk meneruskan arus listrik agar nantinya dapat mengisi daya pada baterai. Modul charger dan baterai dihubungkan ke mosfet dan sensor LDR sebagai mekanisme saklar otomatis. Lalu akhirnya lampu LED dihubungkan ke mosfet.
Para karang taruna antusias dan menyampaikan ketertarikannya dengan proyek kecil lampu tenaga surya ini. Karang taruna menyampaikan beberapa pertanyaan terkait kelebihan, kekurangan, dan lama pemakaian lampu surya ini tanpa diisi daya. Harapan dari pengenalan mengenai lampu bertenaga surya yaitu agar kemudian karang taruna dapat memberi proposal pembuatan lampu tenaga surya kepada kelurahan dengan rincian biaya yang sudah diberikan oleh Tim KKN. Dengan dana tersebut kemudia karang taruna dapat mengembangkan sendiri lampu bertenaga surya sesuai kebutuhan desa untuk mengatasi minimnya pencahayaan di ruas jalan desa.
Bagus Ardjuna – Teknik Mesin/FT/Universitas Diponegoro



