
JurnalPost.com, Pekalongan (31/07) – Permasalahan sampah akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan bahkan dapat menimbulkan bahaya pada kesehatan mahluk hidup jika tidak segera diatasi. Salah satu upaya yang baik dalam mengelola sampah adalah dengan melakukan pemilahan sampah yang dapat mempermudah tindak lanjutnya. Sayangnya belum banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya pemilahan sampah sebelum dibuang. Oleh karena itu, Mahasiswa/i KKN Tim II Universitas Diponegoro Semarang menginisiasi untuk berkolaborasi bersama pemangku kebijakan dan juga masyarakat Desa Banjarsari demi sadar sampah dan dapat mengolah nya dengan tepat dalam program “Edukasi, Kolaborasi, Kreasi: Sadar Pengelolaan Sampah”
Dalam keberjalan program yang dilaksanakan dengan mempersiapkan alat dan bahan untuk pemberian tempat sampah sesuai jenis organik, anorganik, dan B3. Pada tanggal 22 Juli 2023, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro membeli peralatan dan bahan yang dibutuhkan di sekitar daerah Pekalongan. Untuk bahan kayu dan ember dibeli pada UMKM milik masyarakat. Keesokan harinya, setelah alat dan bahan telah terpenuhi, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro bersama-sama melakukan proses mengamplas ember dan memotong kayu sesuai ukuran ember yang telah tersedia, lalu diamplas hingga halus. Setelahnya, bersama-sama pengecatan ember dan kayu dilakukan. Di mana ember terbagi menjadi tiga warna, yaitu warna merah sebagai tanda untuk tempat sampah B3, kuning untuk anorganik, dan hijau untuk tempat sampah organik. Sementara itu kayu penyangga di cat dengan warna hitam dan sela-sela kayu diisi dengan dempul kayu. Selama kurang lebih dua hari menunggu agar cat kering, selanjutnya dilakukan pewarnaan semprot atau pillox untuk memberikan tulisan sebagai tanda di ember-ember tersebut.
Selama proses persiapan dibuat juga poster Infografis untuk memberikan edukasi terkait pengolahan sampah dan juga realita pengolahan sampah di Desa Banjarsari. Setelah rampung, mahasiswa KKN Tim II Undip menargetkan untuk menempatkan tempat sampah yang telah selesai dibuat pada beberapa pada beberapa titik ataupun lokasi strategis yang terdapat di daerah Banjarsari seperti sekolah dasar, tempat pendidikan Al-quran, dan juga jalan-jalan Dukuh. Ketika dibagikan tempat sampah, akan dilakukan pula edukasi terkait pengolahan sampah secara bersamaan. Lokasi pertama yang diberikan hasil kreasi tempat sampah ini adalah SD Negeri 01 Banjarsari pada tanggal 31 Juli 2023 dengan sekaligus edukasi pengolahan sampah dikala warga sekolah sedang melaksanakan upacara bendera. Lokasi selanjutnya ialah SD Negeri 02 Banjarsari yang diserahkan pada hari yang sama dengan dihadiri oleh kepala sekolah, guru, karyawan, dan juga siswa/i kelas 4, kelas 5, dan kelas 6. Kemudian, tempat pendidikan Al-quran (TPQ) Nurul Huda 2 menjadi titik selanjutnya yang menerima tempat sampah ini pada tanggal 3 Agustus 2023 dengan mengumpulkan santri/wati bersama dengan ustadzah dilapangan. Lalu yang terakhir akan diberikan kepada salah satu dukuh, yaitu Dukuh Gumenggeng sebagai lokasi posko KKN dan juga jantung dari Desa Banjarsari.

Penyerahan tempat sampah di keempat lokasi tersebut juga dibarengi dengan edukasi tentang pengolahan sampah yang baik dan mendapatkan antusiasme yang baik dari siswa dan warga. “Saya berharap melalui pemberian tempat sampah tiga warna dan edukasi tentang sampah yang diberikan oleh adik-adik KKN diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, karena sebetulnya kebersihan desa sebenarnya bergantung pada kesadaran masyarakat desa itu sendiri” ucap salah satu warga di Dukuh Gumenggeng.
Penulis : Mahasiswa KKN TIM II Undip Desa Banjarsari
DPL : Muhammad Iqbal Fauzan S.P., M.Si.
Lokasi : Desa Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan



