Malang, JurnalPost.com, 03 Februari 2024 – Mahasiswa Mahasiswa yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat (PMM) Bhaktiku Negeri Kelompok 105 Universitas Muhammadiyah Malang yang bertema “Meningkatkan Daya Kreativitas dan Keterampilan Pada Anak di Komunitas Save Street Child Malang (SSCM)”. Komunitas save street child malang merupakan sebuah kelompok yang menaungi anak anak untuk melakukan proses pembelajaran dengan sistem yang berbeda dengan pembelajaran di sekolah. Komunitas ini merupakan sebuah organisasi yang berfokus pada anak anak dengan rentang usia taman kanak-kanak sampai sekolah dasar dengan model pembelajaran yang lebih menarik. Dalam kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini melatih anak untuk lebih aktif, kreatif dan terampil. Dengan adanya komunitas SSCM di Kota malang ini anak anak menjadi lebih tertarik melakukan kegiatan pembelajaran dengan berbagai model pembelajaran diluar jam sekolah formal.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)


Program “Meningkatkan Daya Kreativitas dan Keterampilan pada Anak di Komunitas Save Street Child Malang (SSCM)” memiliki peran yang krusial dalam memberikan anak-anak ini peluang untuk mengembangkan keterampilan kreatif dan praktis yang dapat membantu mereka menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri dan independen. Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat (PMM) Bhaktiku Negeri Kelompok 105 Universitas Muhammadiyah Malang ini berkolaborasi dengan komunitas SSCM dan melibatkan berbagai pihak yang peduli untuk membantu anak-anak ini mencapai potensi mereka dan menyulam kreatifitas dengan memberikan pelatihan pelatihan ketrampilan dan pendampingan anak anak melalui pembuatan kerajinan tangan manik manik , melalui kegiatan ini anak anak di SSCM membutuhkan kesabaran dan perhatian yang detail, namun disamping itu kegiatan ini bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.
Memberikan pelatihan-pelatihan ketrampilan dan pendampingan anak anak melalui pembuatan kerajinan tangan manik manik dengan sedikit keterampilan, anak anak di SSCM bisa mengubah benda sederhana menjadi benda indah dan bermanfaat serta menumbuhkan rasa kesabaran dan daya fikir kreatif yang tinggi. Mekanisme dalam kegiatan ini setiap tempat akan dibagi kelompok yang terdiri dari 10 kelompok, kemudian menyajikan pilihan warna manik-manik yang beragam, memungkinkan mereka untuk mengekspresikan preferensi dan menciptakan kombinasi warna yang unik. Proses pemilihan warna ini tidak hanya merangsang persepsi visual, tetapi juga mengajarkan tentang harmoni warna. Selanjutnya setiap kelompok akan membuat kerajinan tangan dari manik manik dengan bentuk yang bervariasi sesuai kreatifitas anak anak perkelompok serta memandu mereka dalam merangkai manik-manik sesuai desain yang diinginkan. Ini melibatkan pengembangan keterampilan motorik halus, meningkatkan koordinasi mata dan tangan, serta membangun kesabaran melalui proses yang terstruktur. Hasil dari kerajianan yang telah anak-anak buat akan diberikan kepada mereka agar dapat membuat mereka lebih semangat membuat kerajinan yang lebih bagus dan menumbuhkan jiwa antusias mereka.
Tujuan utamanya program pembuatan kerajinan tangan manik-manik ini adalah memperluas pengetahuan anak, meningkatkan keterampilan sosial, mengajarkan tim kerjasama, serta membantu mereka mengenali minat dan bakat yang mungkin mereka miliki. Selain itu, program ini juga membantu dalam pengembangan kecerdasan emosional dan membimbing anak-anak untuk menjadi individu yang lebih kreatif, inovatif, dan percaya anak-anak di Komunitas SSCM.Selain itu, mengembangkan kreativitas pada anak dapat membantu mereka meminimalisir ketergantungan terhadap gadget.Menurut psikolog Mihaly Csikszentmihalyi, peningkatan kreativitas anak juga dapat berdampak positif pada kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui tahapan perkembangan kreatif pada anak dan membantunya mengembangkan kreativitas melalui permainan yang menyenangkan dan kreatif. Sehingga anak-anak di Komunitas SSCM tidak kecanduan bermain game di gedget.
Kelompok 105 gelombang 3:
1. Renofa Sela Dwi Nanda F (202110050311073)
2. Titis Ayu Angganten (202110050311072)
3. Raira Chandara Wanda (202110050311067)
4. Adelya Elyza Agista (202110050311049)
5. Delvatyan Firmansyah 202110050311063)
Dewan Pembimbing Lapang (Luqman Dzul Hilmi, S.E., MBA)



