JurnalPost.com – Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi pada saat melakukan proses membaca dan menulis. Kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, membuat, berkomunikasi dan menghitung, menggunakan bahan cetak dan tertulis yang terkait dengan berbagai konteks. Literasi melibatkan rangkaian pembelajaran yang memungkinkan individu untuk mencapai tujuan mereka, untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka, dan untuk berpartisipasi penuh dalam komunitas mereka dan masyarakat yang lebih luas. Hal ini tidak hanya terbatas pada kemampuan membacara saja, tapi juga kemampuan menyimak, berbicara serta menulis. Kemampuan mencapai literasi merupakan salah satu unsur penting bagi kemajuan kehidupan suatu bangsa di era globalisasi.Keterampilan literasi tersebut juga harus diimbangi dengan pengembangan kompetensi antara lain keterampilan berpikir kritis/pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Sayangnya, kemampuan sains anak Indonesia masih sangat rendah.
Tidak dapat dipungkiri bahwa budaya literasi saat ini sangat rendah. Di sekolah pun masih banyak sekolah yang mengabaikan budaya literasi ini, padahal literasi meningkatkan wawasan dan kemampuan berpikir masyarakat. Dalam hal ini penulis mengkaji perkembangan literasi anak di Kota Medan, khususnya anak panti asuhan yang dikatakan masih kurang memperhatikan kebutuhan pendidikannya. Anak-anak di panti asuhan biasanya memiliki pendidikan yang minim dan hanya mengandalkan kemandirian dalam belajar. Berbeda dengan anak-anak lain yang tinggal serumah bersama keluarganya. Namun hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi semua anak untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan memperluas ilmunya. Pada topik literasi kali ini penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui tingkat literasi anak-anak di panti asuhan yang ada di kota Medan.

Membudayakan literasi di panti asuhan Universal Indonesia Medan Baru Vani Sitanggang menggunakan metode group work, metode pekerjaan sosial dengan menggunakan metode Group Work dengan berbagai tahap antara lain:
1. Tahapan Assesmen
Tahapan ini adalah tahap penyelesaian masalah dengan mengetahui penyebab yang bisa dilakukan dalam penyelesaian permasalahan.dan pertama saya melakukan pendekatan wawancara dan melihat situasi terutama di LKSA Universal Anak Indonesia yang dimana kemampuan dalam literasi dan numerasi masi dalam keadaan yang butuh bimbingan secara ekstra.
2. Tahap Planning
Tahapan ini merupakan tahap dimana saya dan klien menyepakati perencanaan yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan klien.dengan demikian saya sebagai pihak yang akan menangani klien saya berusaha untuk mengembangkan pengetahuan anak LKSA Universal Anak Indonesia Dalam pengetahuan literasi maupun numerasi yang baik pada diri mereka.
3. Tahap evaluasi
Tahapan ini merupakan tahap pelaksanaan rencana penyelesaian masalah yang telah disepakati sebelumnya. Dengan tahap intervensi ini saya telah melaksanakan pembelajaran dengan sistem menyenangkan,yang dimana dalam proses pembelajaran adanya kebaktian,permainan ataupun melakukan kreativitas menggambar,yang dimana sangat berperan penting dalam kenyamanan mereka dalam belajar dan tidak merasakan bosan dan jenuh saat melakukan pembelajaran literasi.
4. Tahap Intervensi
Tahapan ini merupakan tahapan monitoring dan control yang saya lakukan dengan klien, yang dimana sebagai tanda bahwasanya program ataupun rencana yang saya bentuk berjalan dengan sempurna.yang dimana yang awalnya mereka mengalami kurangnya kemampuan dalam belajar berhitung,perkalian atau pembagian dan juga cara baca yang benar dan penggunaan tanda baca yang benar dan lainnya mengalami kemajuan yang baik bagi mereka setelah adanya program pembelajaran literasi.
5. Terminasi
Tahapan ini merupakan tahapan berakhirnya kontrak antara pekerja sosial dengan klien yang sangat berjalan dengan sesuai harapan yang di tujukan yaitu pelaksaan pembelajaran literasi dan numerasi di LKSA Universal Anak Indonesia
Mengembangkan Budaya literasi di LKSA Universal Anak Indonesia Kec. Medan baru kota Medan Sumatera Utara, Kegiatan Pembelajaran Literasi Dilaksanakan 5 kali dalam 1 minggu, dalam 5 kali pertemuan pembelajaran Literasi dan Numerasi dilakukan secara bergantian.kegiatan pembelajaran ini dilakukan atas dasar tugas mata kuliah PKl II. Pelaksanaan Pkl II dilaksanakan dari 11 October hinga 08 Desember 2023.
Lembaga kesejahteran sosial anak (LKSA) memiliki anak panti sejumlah 22 orang,di mulai dari anak 8 bulan hingga sekolah menengah atas (SMA). Dalam kegiatan ini telah terbentuk program yaitu Menumbuh kembangkan Budaya Literasi Anak Pada Panti Asuhan Universal Anak Indonesia Kota Medan Melalui Pendampingan dengan Menggunakan Metode Grup Work yang dimana memiliki tujuan penting terkhusus di lembaga kesejahteraan sosiak anak Universal Anak Indonesia .tujuan adanya pembelajaran literasi dan dapat mengasah dan memperkuat pengetahuan dan keterampilan numerasi peserta didik . Kegiatan menceritakan Kembali buku yang telah mereka baca sangat seru dan menyenangkan. Anak-anak sangat antusias.



