
Oleh Nazwa Nurhaliza – Sekolah Vokasi IPB University
JurnalPost.com – Kota Bogor tentunya memiliki sekali banyak sejarah yang menyentuh hati masyarakat nya. Bumi Parawira menjadi tempat yang cocok bagi masyarakat Kota Bogor menyelam lebih dalam lagi untuk mengetahui hal apa saja yang sudah terjadi di Kota Bogor ini. Bumi Parawira yang berarti “Rumah Para Pemimpin yang Berani dan Berjasa”. Karena Kota Bogor merupakan kotanya para pemimpin yang berani, berjasa, dan memiliki tekad yang kuat dalam melakukan perjuangannya. Galeri ini menyajikan sejarah dari kisah berani para pemimpin dan berkedudukan di Kota Bogor sejak masa Kerajaan Pajajaran hingga saat ini. Galeri ini dibangun sejak November 2023 yang berada di lantai 3 Gedung Perpustakaan Kota Bogor. Dengan menyajikan 5 era perkembangan dari Kota Bogor yang disusun sedemikian rupa, sehingga pengunjung bisa merasakan tengah melewati lorong waktu.
Sepanjang perjalanannya, Kota Bogor selalu dipilih sebagai tempat bertahta dan ibukota dari kerajaan-kerajaan masa lampau. Dimulai dari bagaimana Kota Bogor dipilih sebagai Ibukota Kerajaan Pajajaran, Kolonial Belanda memilih Kota Bogor menjadi residen para Gubernur Jendral, hingga bagaimana Kota Bogor menjadi batu loncatan pertama pergerakan non-blok yang mempengaruhi dunia hingga hari ini. Konten yang terdapat pada Galeri Bumi Parawira ini menonjolkan lukisan-lukisan yang digambar oleh para seniman asal Bogor dengan merepresentasikan keadaan pada saat itu. Lukisan yang digambar pun sangat realistis yang membuat pengunjung merasakan keadaan dan kejadian yang ada pada lukisan tersebut.
Pada ruangan Kerajaan Pajajaran, disitu ditampilkan lukisan mengenai peristiwa penting pada masa itu seperti, penobatan Sri Baduga Maharaja, adegan Prabu Siliwangi rapat di Paseban Sri Bima, lalu ada juga perjanjian Kerajaan Sunda dan Portugal. Galeri ini juga, menampilkan adanya replica Prasasti Batutulis Bogor yang Dimana prasasti tersebut merupakan bentuk peringatan yang dibuat pada masa Prabu Surawisesa untuk mengabadikan sosok ayahandanya yang luar biasa yaitu Sri Baduga Maharaja. Namun, dibalik itu semua terbesit permintaan maaf yang mendalam dari Prabu Surawisesa kepada ayahandanya karena ia tidak bisa mempertahankan Kerajaan Pajajaran secara utuh. Prasasti Batutulis Bogor mengabadikan penyesalan dan permintaan maaf seorang pemimpin besar yang belum bisa mempertahankan kerajaannya secara utuh.
Salah satu lukisan menampilkan Bung Karno saat berpidato di Lapangan Sempur, membangkitkan kenangan akan kebijaksanaan dan kepemimpinan sang proklamator. Lukisan lain menggambarkan pengibaran bendera merah putih pertama di Gedung Bakorwil, yang kini menjadi Bogor Creative Center, mengenang semangat nasionalisme dan semangat kemerdekaan yang berkobar. Di sudut lain galeri, lukisan tentang peristiwa gugurnya Kapten Muslihat tengah digendong adiknya di Jembatan Merah menyiratkan pengorbanan dan keberanian para pejuang yang rela mengorbankan nyawa demi kebebasan tanah air. Selain itu, tokoh aktivis Sok Hok Gie juga diabadikan dalam lukisan, mengingatkan kita akan semangat perjuangan generasi muda dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan. Tidak ketinggalan, arsitek Masjid Istiqlal, FX Silaban, dihormati melalui lukisan yang memvisualisasikan keindahan dan keagungan bangunan suci tersebut. Sebuah karya seni yang tidak hanya mencerminkan kepiawaian arsitektur, tetapi juga simbol dari toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Saat ini untuk memasuki ke Galeri Bumi Parawira tidak memungut biaya. Tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, kita sudah mendapatkan wawasan baru dan juga pengalaman baru didalam nya. Kita hanya perlu melakukan registrasi online pada website yang sudah disediakan di akun Instagram @bumiparawira. Sebisa mungkin kita sudah melakukan registrasi seminggu sebelum tanggal mengunjungi nya. Karena jika kita melakukan registrasi didekat hari kita mengunjungi, kemungkinan besar kita tidak akan mendapatkan tiket karena sudah penuh.
Saya pun melakukan wawancara terdahap salah satu pengunjung pada saat itu, yang bernama Nikmah dari Bogor. Katanya ia mengetahui tempat ini dari salah satu media sosial yaitu Tiktok. Ia pun penasaran karena tempat ini menjadi hal baru yang ada di Kota Bogor. “Awalnya penasaran aja sih soalnya liat di Tiktok. Ternyata tempat nya bagus dan isinya menarik banget karena bisa tau sejarah dari Kota Bogor yang sebelumnya saya belum tau” ucap Nikmah. Memang untuk saat ini keberadaan museum atau galeri sangat diperlukan sebagai wadah edukasi. Karena dengan cara menyampaikan informasi melalui kesenian adalah hal yang menarik bagi semua kalangan, terutama oleh anak muda zaman sekarang yang lebih tertarik terhadap cara tersebut. Karena selain bisa menambah wawasan, pengunjung juga bisa berfoto ala pinterest didalam galeri. Dari hal tersebut tentunya akan menambah minat dan rasa ingin tahu masyarakat yang lain terhadap Galeri Bumi Parawira ini.
Galeri Bumi Parawira menjadi jendela untuk mengenang dan menghargai peristiwa-peristiwa bersejarah yang membentuk wajah Indonesia. Melalui lukisan-lukisan ini, para pengunjung dapat meresapi makna mendalam dari setiap momen dan memahami peran penting tokoh-tokoh tersebut dalam perjalanan panjang menuju kemerdekaan dan kemajuan bangsa. Dengan sentuhan seni, galeri ini tidak hanya menjadi ruang penyimpanan sejarah, tetapi juga tempat inspirasi untuk terus membangun masa depan yang lebih baik.




