
Oleh: Anisa Nabila
JurnalPost.com – Perundungan adalah tindakan asusila yang dilakukan oleh sekelompok orang atau individualism, perundungan merupakan hal yang harus sangat di hindari , sekarang bullying atau perundungan sudah menjadi budaya di negara Indonesia, tidak jarang ditemui seseorang yang tidak mendapat perundungan, banyak oknum yang tiidak menyadari bahwa pembullyan atau perundungan dapat menyebabkan dampak yang fatal terhadapat mental seseorang, apalagi sekarang perundungan banyak terjadi di kalangan anak di bawah umur, sangat banyak resiko yang di dapat oleh para korban.
Perundungan biasa disebut dengan perilaku yang tidak senonoh dilakukan yang bertujuan untuk membuat orang atau para korban merasa sakit hati, kecewa,dan tertekan. Bullying atau perundungan sangat bias menimbulkan dampak seperti bunuh diri, karena seseorang tidak ada yang tau bagaimana kondisi mental setiap orang yang pastinya berbeda.
Bullying atau perundungan memiliki bentuk berupa verbal dan fisik. Contoh perundungan dalam bentuk verbal seperti mempermalukan korban, mengancam korban, menggoda, mengganggu, mengintimidasi, dan memfitnah korban, ada juga contoh kecil lain seperti ngomongin kejelekan orang kepada orang lain sehingga menyebabkan menyebarkan berita buruk yang belum tentu benar itu tersebar dan membuat orang lain tidak menyukainya, itupun termasuk tindakan perundungan dalam bentuk verbal.
Nah, selain bentuk verbal ada juga perundungan dalam bentuk fisik, yaitu tindakan yang seperti , menendang, memukul, mencakar, mencubit, bahkan pelecehan juga termasuk ke dalam perundungan bentuk fisik. Tindakan perundungan dalam bentuk apapun itu mau bentuk verbal atau fisik keduanya tidak ada yang dibenarkan, semua tindakan perundungan adalah tindakan yang tidak di benarkan.
Banyak anak anak dibawah umur yang mengalami pembullyian atau perundungan, perundungan juga memiliki banyak faktor, salah satunya adalah kesalah pahaman antara si korban dengan si pelaku, dan faktor lainnya adalah faktor ketidak sukaan. Pelaku yang melakukan tindakan perundungan ini adalah orang yang kurang edukasi tentang pembullyan, mereka sesuka hati membully orang tanpa memikirkan apa yang terjadi pada si korban yang sudah mereka bully, pembullyan juga banyak dilakukan oleh orang yang berkuasa atau kuat kepada orang yang lemah.
Bullying atau perundungan sering terjadi di tempat seperti, di rumah, di lingkungan masyarakat, dan yang paling sering terjadi tindakan perundungan adalah di lingkungan sekolah, banyak sekali perundungan terjadi disana, karena di lingkungan sekolah kita sering bertemu dengan sifat orang yang berbeda beda. Berikut satu contoh kisah dari tindakan perundungan di lingkup sekolah.
“Awa(bukan nama yang sebenarnya), adalah seorang murid Sekolah Dasar yang menduduki bangku kelas 5. Awa ada adalah anak yang pendiam dan pemalu, dia tidak mudah berbaur dengan teman temannya, dia tidak mempunyai teman dekat disana karena Awa tidak bisa menyeimbangi sifat teman temannya yang berlawanan dengannya, hari-hari seperti sholat, jajan ke kantin ia lakukan sendiri, karena Awa anak yang pendiam pada akhirnya dia di bully atau dirundung oleh temannya, dia anak yang penurut, dia sering di suruh suruh oleh sekelompok orang untuk hal-hal lainnya, Awa selalu menuruti semuanya karena Awa adalah anak yang lemah, dia tidak berani melawan karena sifatnya yang pendiam itu dan juga tidak memiliki teman. Awa juga sering di ejek ejek, di olok olok, di jailin oleh teman temannya, Awa juga dikucilkan di kalangan teman-temannya. “
Banyak dampak buruk yang bisa kita lihat lihat dari kisah awa, seorang anak dibawah umur yang mendapat perundungan dari teman-temannya, dampak yang bisa terjadi pada Awa yaitu, rusaknya mental seorang anak, menimbulkan ketakutan dan kegelisahan setiap hari, merasa tertekan di segala keadaannya. Hal tersebut menjadi permasalahan yang serius dan harus segera di tangani.
Menurut saya masalah di Indonesia tentang perundungan ini terus meningkat setiap tahunnya, tercatat pada KPAI adanya tindakan perundungan ini sebanyak 2.355 kasus. Bagaimana cara agar pada setiap kasus perundungan ini semakin menurun bukannya semakin lama semakin meningkat. Bagaimana cara pemerintah mengatasi masalah tersebut, banyak anak yang tidak bersalah di perlakukan dengan tidak baik oleh oknum-oknum yang dirasa kuat. Apakah harus tetap dibiarkan setiap tahunnya angka perundungana anak dibawah tahun ini terus meningkat.
Penyebab lain seorang melakukan perundungan adalah tingkat pengontrolan diri yang rendah dari orang tua, lingkungan yang ada pada pelaku tidak baik, di lingkungan keluarga sangat pengaruh terhadap karater seorang anak, jika lingkungan keluarga tidak harmonis itu juga bisa menjadi penyebab seorang anak kurang mendapat pengontrolan. Kalau dibiarkan saja pelaku perundungan akan merasa bahwa semua tindakan tidak baik yang ia lakukan selama ini adalah benar, mereka dengan gampang berpikir bahwa tidak ada resiko terhadap korban setelah mereka melakukan perundungan, dampak buruk bagi pelaku juga nanti untuk beberapa tahun kedepan disaat mereka sudah dewasa, mereka mempunyai peluang besar untuk menjadi seorang criminal dan akan menimbulkan masalah lain didalam lingkup sosialnya.
Orang yang tidak mendapat perundungan juga akan mendapat imbasnya, mereka yang menjadai saksi pembullyan juga pasti mengalami trauma, mengalami tekanan batin atau mental yang serius karena melihat tindakan perundungan, mereka juga pasti mereka tidak nyaman, merasa was was, gelisah memikirkan apakah mereka ada menjadi korban perundugan selanjutnya, bahkan juga bisa membuat mereka merasa tidak aman berada di lingkungan sekolah yang nanti pada akhirnya membuat mereka takut sekolah atau malas sekolah, yang berdampak pada nilai prestsainya yang menurun.
Banyak resiko buruk yang dialami baik oleh pelaku, korban maupun saksi dalam tindakan perundungan ini. Untuk menghilangkan sedikit demi sedikit masalah perundungan ini adalah adanya edukasi social tentang perundunga, menamkan pikiran baik trehadap anak, menjuhkan sifat buruk , tidak melihatkan atau mempertontonkan kekerasan, tindakan perundungan ini kepada anak dikarenakan takutnya mereka meniru, anak juga di edukasi betapa pentingnya memiliki sikap simpati dan empati, sehingga mereka bisa merangkul tema-teman yang sedang mengalami perundungan, mengajari juga untuk memahami dan juga menerima adanya perbedaan tiap orang yang ada di lingkungan sekitar.
Mari kita katakan stop kepada tindakan pembullyan atau perundungan ini, banyak hal-hal positif yang dapat kita lakukan, salah satunya mencegah perundungan, sayangi teman-teman disekitar, kita tidak tahu bagaimana rasanya menjadi korban sebelum kita sendiri yang sudah menjadi korban perundungan, kita harus menamkan sebanyak banyaknya sifat postif dari diri kita, sifat perundungan juga bisa menjadi sifat buruk yang muncul dari sifat sendiri, maka kita harus ada kemauan untuk mengubah sifat buruk itu, rubahlah dari hal hal kecil, semua memang tidak bisa instan, karena semua membutuhkan proses, dan proses ini kita tidak ada yang tau akankah cepat atau lambat, yang terpenting kita suda berusaha untuk merubah diri.
Kita semua bisa melawan tindakan pembullyan atau perundungan ini dengan tegas dan berani, melawan tindakan yang tidak pantas untuk menjadi budaya Indonesia. Katakan tidak pada perundungan.



