
Oleh: Larasati Maharani (Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB)
JurnalPost.com – Bahasa tubuh merupakan suatu bentuk komunikasi yang dilakukan dengan melibatkan gerakan, gestur, maupun perasaan di dalam diri tanpa mengeluarkan kata-kata melainkan dengan ekspresi dari tubuh. Bahasa tubuh dapat dikatakan sebagai bentuk komunikasi non- verbal. Salah satu hal yang terlibat pada bahasa tubuh adalah gesture. Gestur sendiri merupakan gerakan yang dilakukan oleh anggota tubuh untuk menyampaikan pesan maupun untuk menunjukkan ekspresi diri. Bahasa tubuh merupakan penyampaian dari informasi/pesan meliputi tidak adanya symbol-simbol atau perwujudan suara.
Lalu, yang termasuk ke dalam bentuk komunikasi non-verbal ialah kontak mata, ekspresi wajah, gerak tubuh, kedekatan jarak, suara yang bukan kata atau peribahasa, sentuhan, dan cara berpakaian (Gintings, A. 2008). Dalam menggunakan bahasa tubuh hendaknya menggunakan metode tertentu untuk mencapai kesepakatan bersama secara universal yang pada akhirnya menjadi satu tanda dan istilah ini diungkapkan oleh Roland Barthes disebut sebagai tipikal tunggal atau single typical sign.
Tentunya berbagai bahasa memiliki kaitan dengan komunikasi. Bahkan bahasa merupakan suatu alat yang utama dalam melakukan proses komunikasi. Namun, komunikasi tidaklah sebatas diungkapkan melalui kata-kata yang tertulis ataupun yang diucapkan. Dalam berkomunikasi juga penting untuk melibatkan ekspresi wajah dan juga gerakan tubuh sebagai bentuk komunikasi non-verbal dimana hal tersebut merupakan bahasa tubuh.
Komunikasi dapat dikatakan sebagai komunikasi yang efektif tentunya jika pesan yang disampaikan oleh pengirim pesan dapat diterima dan berhasil dipahami oleh penerima pesan. Menurut jurnal berjudul Komunikasi yang Efektif dalam Pendidikan Kareakter yang dibuat oleh Hoirun Nisa, secara garis besar komunikasi efektif berarti menyampaikan sesuatu dengan cara yang tepat dan jelas sehingga informasi yang disampaikan dapat dengan mudah dimengertii oleh orang lain. Onong Uchyana Efendi mengungkapkan bahwa terdapat lima aspek dalam komunikasi yang efektif. Pertama, yaitu kejelasan, karena dengan adanya kejelasan dalam penggunaan bahasa dan pengemasan informasi, penerima pesan akan dengan mudah memahami isi pesan. Kedua, yaitu ketepatan yang merupakan keakuratan dalam menyampaikan informasi dan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Ketiga, yaitu konsteks yang berarti informasi yang disampaikan haruslah sesuai dengan keadaan dan lingkungan Dimana komunikasi tersebut dijalin. Keempat, yaitu alur yang harus jelas agar penerima pesan dapat dengan mudah memahami apa yang disampaikan. Lalu yang kelima, yaitu budaya yang berarti komunikasi dapat dilakukan sesuai dengan budaya, seperti dalam berbahasa, jika berkomunikasi dengan orang yang berada di daerah lain, lebih baik jika mengetahui bahasa daerah tersebut untuk meminimalisir terjadinya kesalahpahaman dalam menyampaikan pesan.
Dengan itu tujuan komunikasi dapat tercapai. Faktor yang dapat membuat komunikasi menjadi efektif adalah dengan terampil dan aktif dalam mendengar dan memperhatikan lawan bicara. Selain itu, gestur, sikap ataupun ekspresi non-verbal seperti bahasa tubuh yang ditampilkan juga sangat penting untuk mewujudkan efektivitas dalam berkomunikasi. Bahasa tubuh memiliki peran yang cukup signifikan dan dapat berguna untuk meningkatkan keterampilan dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan individu dalam berkomunikasi secara keseluruhan. Dengan dilengkapi dengan bahasa tubuh tentunya akan membuat proses berkomunikasi lebih efektif. Antara individu yang satu dengan yang lain dapat merespon dan memahami pesan dengan lebih baik.
Hal yang Harus Dilakukan untuk Membangun Komunikasi yang Kuat Antara Satu Individu dengan Individu Lainnya. Dalam berkomunikasi antara individu yang satu dengan yang lain memiliki keinginan untuk membangun komunikasi yang kuat dengan lawan bicaranya. Terdapat berbagai hal yang dapat dilakukan agar dapat membangun komunikasi yang kuat. Dapat dilakukan dengan cara memahami konteks dari hal yang disampaikan. Dengan ini, dapat berguna untuk mencegah kesalahpahaman. Penting untuk menjaga etika dalam berkomunikasi. Contoh nyata dalam bentuk negatif mengenai etika berkomunikasi adalah dengan bergosip dan menebar hujatan. Hal tersebut dapat menghilangkan kepercayaan. Orang bisa saja berpikir bahwa diri kalian memiliki kepribadian yang buruk, dan suatu hari nanti bisa saja diri kalian dianggap dapat membicarakan individu lainnya. Kalian juga dapat berusaha untuk memahami pandangan atau perasaan lawan bicara dalam berkomunikasi yang berguna untuk mengurangi penafsiran yang kurang tepat atau bahkan tidak tepat terhadap suatu informasi. Jangan mudah berasumsi ketika menjalin komunikasi. Jika ada pernyataan yang dianggap membingungkan lebih baik ditanyakan kembali dengan tujuan untuk memastikan dapat memahami pesan yang disampaikan dengan benar. Lalu terakhir, menggunakan bahasa tubuh. Tentu bahasa tubuh yang digunakan haruslah positif. Penggunaan bahasa tubuh dapat mendukung informasi yang disampaikan dan membuat lawan bicara lebih percaya terhadap apa yang disampaikan.
Memahami Pikiran Lawan Bicara
Ketika melakukan komunikasi kita diharuskan memahami pikiran lawan bicara atau berusaha untuk memahami pandangan atau perasaannya. Dengan memahami pemikiran lawan bicara dapat memperkuat hubungan individu yang satu dengan yang lain. Dari sanalah rasa percaya pun akan timbul. Akibat dari memahami pikiran lawan bicara dapat berupa terciptanya komunikasi yang lebih sehat dan juga harmonis. Untuk mewujudkan hal-hal di atas, kita perlu mengetahui apa yang ada pada pikiran lawan bicara. Kita dapat melakukannya dengan cara memmbaca pikiran melalui bahasa tubuh. Dikutip dari gramedia.com terdapat berbagai gestur tubuh yang dapat memperlihatkan isi pikiran lawan bicara. Misalnya, ketika orang berbohong, biasanya mereka akan menyentuh atau menggaruk hidung, memalingkan pandangan merupakan hal yang sering terjadi dan cukup mudah terlihat dikarenakan kebanyakan orang berbohong akan menghindari kontak mata dengan lawan bicaranya, selanjutnya adalah sering berkedip yang biasanya diartikan sebagai bentuk rasa gugup karena berbohong.
Contoh bahasa tubuh orang yang tertarik akan suatu hal. Penting untuk diketahui untuk melihat ketika melakukan komunikasi apakah orang tersebut tertarik dengan topik yang Tengah dibahas atau tidak. Pertama, mendekat terhadap benda atau seseorang yang membuatnya tertarik. Lalu dapat terlihat perubahan pada pupil mata. Jika, seseorang tertarik dengan topik yang diperbincangkan tatapan matanya akan berubah seolah ingin obrolan atau topik tersebut
dilanjutkan. Contoh selanjutnya adalah bahasa tubuh orang yang terlihat kurang nyaman dengan lingkungan sekitar, seperti menyilangkan tangan di depan dada dan kombinasi antara gestur tangan dengan tatapan mata yang terkadang berarti seseorang yang tidak berani mengemukakan pendapat atau perasaannya ketika berkomunikasi. Hal ini tidak jarang terjadi karena jika seorang nyaman berkomunikasi dalam lingkup lingkungannya pasti akan bersifat lebih terbuka dan berani berbicara.
Pemahaman Mengenai Gestur yang Menarik dalam Berpresentasi
Presentasi merupakan suatu metode lisan yang digunakan dalam hal penyampaian informasi kepada audiens yang didukung dengan berbagai alat, misalnya slide power point. Dengan adanya presentasi, diharapkan audiens bisa mendapatkan pengetahuan maupun motivasi berkat materi yang disampaikan. Dalam proses penyampaian presentasi kita dapat melibatkan bahasa tubuh sebagai pelengkapnya. Dengan presentasi menggunakan bahasa tubuh memiliki peluang besar terwujudnya harapan dari tujuan presentasi. Ada berbagai bahasa tubuh yang dapat dikuasai pada saat presentasi yang telah dirangkum oleh kumparanWOMAN dari laman resmi perusahaan teknologi pendidikan Inggris, Etonx, di antaranya ada ekspresi wajah yang sederhana seperti membuka mata lebih lebar, menaikkan alis sedikit dan juga tersenyum. Ekspresi wajah dapat berarti memberi tahu kepada audiens tentang seberapa besar kamu dapat dipercaya.
Melakukan kontak mata dengan menatap semua audiens, namun jangan menatap seseorang terlalu lama karena dapat membuat orang tersebut menjadi gugup. Berikutnya adalah perhatikan postur tubuh. Postur tubuh tidak boleh tegang karena akan terlihat membosankan. Lalu yang terakhir adalah gestur tubuh yang digunakan untuk membuat pesan lebih terkesan jelas dan juga menarik.
Kepercayaan diri berkaitan dengan keyakinan kita akan suatu kemampuan yang dimilik. Baik untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dalam diri kita. Kita dapat membangun kepercayaan diri melalui pengembangan terhadap keterampilan dan juga mencari berbagai pengalaman yang positif. Kepercayaan diri dapat dipertimbangkan melalui hal-hal seperti pada pemahaman mengenai berbagai gestur tubuh. Jika gestur tubuh tersebut seringkali dipraktikan tentunya akan meningkatkan kepercayaan diri.



