Penulis : Yola Vingky Pratiwi Sitohang
JurnalPost.com – Kampus mengajar merupakan bagian dari Program Merdeka belajar Kampus Meredeka (MBKM) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Universitas Sumatera Utara sebagai Perguruan Tinggi Negeri juga turut berpastisipasi dalam Program kerja Kemendikbud Ristek dengan membuka program yang sama dengan cakupan lokal untuk membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi mahasiswa dan mitra untuk menjalankan program terbaiknya.
Para peserta Kampus Mengajar Mitra USU ditempatkan disekolah-sekolah yang ada di kota Medan baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Peserta/mahasiswa bekerja sama dengan guru-guru untuk menjalankan berbagai program yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memberikan motivasi, mengembangkan keterampilan, serta menginspirasi siswa untuk menggapai cita-citanya.
Saya sebagai salah satu peserta kampus mengajar mitra USU, Yola Vingky Pratiwi Sitohang dari Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial berkesempatan untuk ditempatkan di UPT SD NEGERI 060934 Jalan Luku II, Kwala Bekala, Medan Johor. Program Kampus Mengajar ini saya laksanakan selama kurang lebih 4 bulan yakni mulai bulan Maret hingga Juni 2023.
Program ini saya mulai dengan melakukan observasi terhadap siswa SD 060934. Melalui hasil observasi ditemukan bahwa salah satu permasalahan terbesar yang ada di SD 060934 adalah rendahnya minat belajar siswa. Setelah diteliti lebih lanjut, diketahui bahwa rendahnya minat belajar pada siswa karena proses pembelajaran yang seringkali terkesan kaku dan monoton sehingga siswa merasa jenuh saat belajar. Kejenuhan saat belajar dapat mempengaruhi tingkat konsentrasi belajar siswa.
Untuk itu saya menjalankan sebuah program yakni “Pembelajaran dengan Metode Fun Learning”. Metode Fun Learning adalah Metode Pembelajaran dimana seorang Pengajar mampu menciptakan suasana hangat dan menyenangkan melalui elemen-elemen yang menarik selama proses pembelajaran, dimana dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa.
Dalam Metode Fun Learning, pembelajaran bukan hanya berfokus pada pemberian data dan fakta, namun juga menyelipkan kegiatan yang menghibur dan memicu minat siswa. Dengan pendekatan ini memungkinkan siswa belajar dengan lebih aktif, kreatif dan berpusat pada siswa. Ditambah lagi metode ini menggunakan teknologi, permainan edukatif dan berbagai hal lainnya, sehingga siswa mampu mengembangkan keterampilan serta pemahaman yang lebih baik.
Pelaksanaan pembelajaran dengan metode fun learning di SDN 060934 Medan Johor dengan menggunakan metode Intervensi Groupwork memiliki beberapa tahapan yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tahap Intake/Engagement
Pada tahap pertama mahasiswi awalnya mengunjungi SDN 060934 Medan Johor pada tanggal 13 Maret 2023, dengan tujuan pengenalan kegiatan Kampus Mengajar yang akan dilaksanakan kurang lebih tiga bulan sekaligus meminta izin kepada Kepala sekolah serta guru dan staff sekolah.
2. Tahap Assessment:
Pada tahap yang kedua mahasiswi berusaha mencari tahu permasalahan utama yang terjadi pada siswa melalui observasi.
Selain itu mahasiswi juga mengumpulkan data tentang minat, kebutuhan, dan preferensi siswa terkait pembelajaran yang menyenangkan.
3. Tahap Perencanaan:
Pada tahap ini mahasiswi merencanakan program pembelajaran menggunakan metode fun learning sebagai solusi dari permasalahan utama pada siswa SDN 060934 yakni rendahnya minat belajar.
Mahasiswi juga menyusun strategi dan kegiatan pembelajaran yang melibatkan elemen-elemen menarik dan interaktif, mengembangkan rencana pelaksanaan dan jadwal kegiatan fun learning, dan mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan, termasuk media pembelajaran dan dukungan dari guru dan staf sekolah.
4. Tahap Rencana Aksi and Implementasi:
– Proyek Aktif: Saya mengajak siswa untuk memberikan kreatifitasnya yang berhubungan dengan materi/topik yang sedang dibahas. Misalnya saja setelah saya selesai menjelaskan materi tentang kebersihan, maka selanjutnya saya mengarahkan siswa untuk membuat poster atau gambar yang bertemakan kebersihan. Dengan begitu siswa SD 060934 dapat menggambarkan dengan baik konsep-konsep kebersihan ke dalam poster maupun gambar melalui pemahamannya sendiri.
– Menggunakan Teknologi: Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media presentasi atau video. Hal ini mampu membantu menjelaskan materi-materi yang sulit dengan cara yang lebih mudah dipahami. Misalnya memberikan video animasi singkat tentang materi “Kejujuran”. Cara ini juga akan meningkatkan ketertarikan siswa terkait materi yang sedang dipelajari.
– Menggunakan Media Visual : Saya menggunakan Gambar, Foto, atau Video dalam mengilustrasikan konsep-konsep pelajaran yang lebih kompleks. Visualisasi ini mampu membantu siswa untuk mengingat pelajaran lebih baik. Misalnya saja saat saya sedang membawakan topik tentang Gotong Royong, maka saya menyiapkan media gambar/foto/video yang berkaitan dengan Gotong Royong.
– Diskusi Kelompok: Saya memberikan waktu bagi siswa untuk berdiskusi dalam kelompok kecil tentang topik yang sedang dipelajari. Dengan adanya sesi diskusi dapat mendorong siswa untuk saling bertukar pemikiran dan pemahaman mereka.
– Pembelajaran Melalui Permainan: Jenis permainan yang diberikan pada siswa SD 060934 berupa permainan edukatif seperti permainan susun kata, permainan tebak kata, Puzzle dan permaianan lainnya yang berhubungan dengan materi pelajaran. Dengan cara ini siswa menunjukkan respon yang sangat baik terhadap metode ini, karena siswa merasa seolah-olah bukan sedang belajar melainkan sedang bermain.
5. Tahap Evaluasi:
Pada tahap kelima, mahasiswi melakukan evaluasi untuk memantau perkembangan program pembelajaran dengan metode fun learning pada siswa SDN 060934. Evaluasi juga dilakukan untuk melihat apakah program memiliki kendala atau kekurangan dalam pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan seminggu sekali bersama-sama dengan guru/wali kelas, sehingga mahasiswi dapat bekerjasama untuk memantau dan saling bertukar pikiran untuk menyelesaikan hambatan yang terjadi selama program berlangsung.
6. Tahap Terminasi:
Pada tahap ini mahasiswi menyelesaikan program implementasi metode fun learning dengan mengidentifikasi prestasi dan perubahan yang telah dicapai pada siswa SDN 060934. Selanjutnya mahasiswi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kepala sekolah, guru-guru, dan staff karena telah menerima praktikan untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di UPT SDN 060934 Medan Johor.
Demikianlah pelaksanaan Pembelajaran menggunakan Metode Fun Learning di UPT SD Negeri 060934 Medan Johor.



