
OLEH: ADELLA TIARA PUTRI
JURNALPOST.COM – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah mengadakan sosialisasi produk inovasi berbahan pokok ubi ungu. Berbeda dari olahan ubi ungu pada umumnya, mereka mengolah ubi menjadi produk inovatif yang ramah lingkungan untuk kebutuhan rumah tangga. Melalui kreativitas dan riset sederhana, ubi ungu diolah menjadi berbagai produk fungsional, seperti pembersih serbaguna, pengharum lemari, hingga grenjeng atau sabut cuci panci.
Pembersih serbaguna berbahan ubi ungu menjadi salah satu inovasi unggulan. Produk ini dibuat dari ekstrak ubi ungu yang dipadukan dengan bahan baking soda, sabun cuci piring, jeruk nipis, serta sedikit air sehingga mampu membersihkan berbagai permukaan, mulai dari lantai, meja, hingga peralatan dapur. Selain efektif mengangkat kotoran, pembersih ini juga lebih aman karena minim bahan kimia berbahaya, sehingga tidak merusak permukaan dan ramah bagi kesehatan keluarga.
Tak hanya itu, ubi ungu juga diolah menjadi pengharum lemari yang berfungsi menjaga kesegaran pakaian sekaligus menyerap kelembapan. Aroma alami kopi dan ampas parutan ubi yang dipadukan menghasilkan wangi lembut serta membantu mengurangi bau apek. Pengharum ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki lemari berbau dan lembap.
Produk inovatif lainnya adalah grenjeng cuci panci berbahan serat alami berupa kulit ubi yang dikombinasikan dengan baking soda. Grenjeng ini efektif membersihkan sisa minyak dan kerak pada peralatan masak tanpa merusak permukaan panci atau wajan. Selain itu, produk ini dapat terurai secara alami sehingga tidak menambah limbah plastik seperti sabut cuci panci konvensional.

Pengembangan produk-produk ini tidak hanya menghadirkan solusi kebersihan rumah tangga yang lebih aman dan berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah ubi ungu. Ubi ungu yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan kini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi melalui inovasi produk nonpangan.
Inovasi berbahan baku ubi ungu ini membuktikan bahwa potensi sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi produk multifungsi yang bermanfaat, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Ke depan, produk seperti pembersih serbaguna, pengharum lemari, dan grenjeng cuci panci berbasis ubi ungu diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat yang peduli terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.



