
Kabupaten Mojokerto, JurnalPost.com – Desa Gondang, sebuah desa yang terletak di Jawa Timur. Desa ini cukup terkenal karena sejarahnya yang berkaitan dengan salah satu kerajaan yang terkenal di Indonesia. Desa Gondang menjadi daya tarik tersendiri karena telah menjadi pusat perhatian berkat inovasi menarik yang sedang mengubah kehidupan masyarakatnya. Salah satu hal yang menarik perhatian di desa ini adalah potensi dari pohon leraknya yang memiliki beragam manfaat. Secara umum, buah lerak bisa dimanfaatkan menjadi sabun cair dengan beragam manfaat. Desa Gondang juga terkenal dengan batik Sekar Ndaru yang menjadi ikon dari desa ini. Dengan adanya buah lerak yang tumbuh di desa ini, cukup membantu masyarakatnya dalam memproduksi batik yang terkenal tersebut. Dengan buah lerak ini menjadi fokus perhatian tim KKN R13 dengan membuat program pelatihan pembuatan sabun cair dari buah lerak yang diadakan khusus untuk ibu PKK di desa tersebut.
Buah lerak, yang dikenal sebagai bahan alami memiliki sifat pembersih, telah menjadi bahan baku utama dalam pembuatan sabun cair yang ramah lingkungan. Inisiatif ini bukan hanya menciptakan produk yang bersahabat dengan lingkungan, tetapi juga memberdayakan perempuan desa untuk menjadi pengusaha mandiri. Tepat pada tanggal 17 Januari 2024, mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan pelatihan pembuatan sabun cuci cair dari buah lerak untuk ibu PKK di Desa Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Gondang.
Gracylia Abigail Sharon Christianti, salah satu anggota dari sub kelompok 2 mahasiswi pengabdian masyarakat, melakukan pelatihan tentang cara membuat sabun cuci dari buah lerak. Ibu Novi Andari, SS., M.Pd sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, ikut mendampingi kegiatan ini yang berlangsung di Aula Balai Desa Gondang. Selama pelatihan, sub kelompok 2 memulai dengan menjelaskan tentang buah lerak, memberikan gambaran singkat tentang kandungan yang dimiliki buah tersebut. Langkah selanjutnya adalah demonstrasi (praktek) langsung pembuatan sabun cair dari buah lerak yang disambut dengan antusias oleh para ibu PKK di Desa Gondang. Tujuan dari pelatihan ini adalah memperkenalkan potensi buah lerak yang dapat diolah menjadi sabun cuci cair. Selain itu, sub kelompok 2 ingin memberikan pemahaman kepada para ibu PKK mengenai pemanfaatan buah lerak sebagai produk ekonomis.
Penulis menjelaskan, “Saya ingin memperluas pengetahuan para ibu PKK di Desa Gondang dengan mengoptimalkan sumber daya alam berupa buah lerak yang selama ini kurang dimanfaatkan, khususnya untuk pembuatan sabun cair alami tanpa bahan kimia yang cocok digunakan untuk sehari-hari seperti mencuci piring, mencuci buah dan sayur, dan lain lain.”. Peserta pelatihan yang merupakan ibu PKK Desa Gondang, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Setelah demonstrasi, mereka diberikan sampel buah lerak untuk mencoba membuat sabun cuci cair di rumah masing-masing.
Ibu Ninik, salah satu peserta mengukapkan, “Dengan adanya pelatihan dari sub kelompok 2, saya sangat bersemangat untuk mencoba membuat sabun cair tersebut di rumah. Mungkin, ini bisa menjadi program berkelanjutan bagi kami para ibu PKK dan menjadikan produk ini sebagai usaha di Desa Gondang.”
Gracylia Abigail melihat bahwa program ini dapat memberdayakan masyarakat melalui potensi lokal desa. Ia berharap agar program serupa dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang besar bagi warga setempat. Melalui pelatihan pembuatan sabun cair dari buah lerak, Desa Gondang menjadi pelopor perubahan positif dapat dimulai dari tindakan kecil. Ibu-ibu PKK, sebagai garda terdepan pembangunan di desa, kini memiliki keterampilan baru yang akan membawa mereka ke arah masa depan yang lebih baik. Desa Gondang telah membuktikan bahwa kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan dapat bersinergi melalui pemanfaatan sumber daya lokal dengan bijak.



