JurnalPost.com – Kampus Mengajar merupakan salah satu bagian dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau yang biasa disingkat dengan (MBKM). Program ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya inovasi kegiatan yang dibuat oleh pemerintah melalui Kemendikbudristek dengan tujuan untuk mentransformasikan sistem pendidikan tinggi di Indonesia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang lebih relevan dengan menyediakan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya melalui aktivitas di luar kampus sesuai dengan bidang maupun diluar bidangnya.
Kampus Mengajar merupakan kanal pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester guna melatih kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Peserta kampus Mengajar nantinya akan terlibat langsung sebagai mitra guru di sekolah sasaran dalam menyusun dan melaksanakan strategi pembelajaran di sekolah, berkesempatan memiliki pengalaman dalam mengeksplorasi program yang beragam sesuai dengan kebutuhan sekolah, berkontribusi secara langsung sebagai agen perubahan dalam pendidikan Indonesia, mengasah jiwa kepemimpinan pemecahan masalah, kemampuan komunikasi, berpikir analitis, dan inovasi langsung dari lapangan, serta menambah jejaring pertemanan dengan sesama mahasiswa di sekolah penempatan.
Melalui kanal YouTube resmi Kemendikbud pada Jumat, 17 Februari 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melepas 21.045 mahasiswa dari berbagai bidang dan perguruan tinggi yang telah memenuhi persyaratan menjadi bagian dari Program Kampus Mengajar Angkatan 5 ke 5.093 sekokah di segala penjuru Indonesia. Pada kesempatan ini, para mahasiswa juga mendapatkan apresiasi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim yang memberikan pernyataan berikut “ Menurut saya, para mahasiswa yang terlibat di Kampus Mengajar adalah yang paling berani meninggalkan zona nyaman untuk berkontribusi. Ini benar-benar luar biasa,” ujarnya.
“ Dengan merefleksikan hal-hal yang telah kita lakukan selama 3 tahun terakhir ini, kita dapat merancang arah perjalanan kita ke depan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan gerakan Merdeka Belajar,” ujar Nadiem Makarim pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, selasa (2/5/2023). Dalam pernyataan ini saya Alifiarisma Maricar salahsatu mahasiswi dari program studi Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sebagai salah satu peserta Kampus Mengajar 5 merasa terdorong untuk ikut serta dalam meningkatkan gerakan Merdeka Belajar yang dirasa masih memerlukan tindakan yang luar biasa guna menunjang sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu program kerja yang saya laksanakan bersama tim dalam penugasan selama 4 bulan di lapangan yaitu “Pelita Nusa”.

Peningkatan Literasi dan Numerasi Siswa (Pelita Nusa), berisikan berbagai metode pembelajaran serta media pembelajaran yang Interaktif, Kreatif, dan Inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar pada peseta didik di dalam maupun diluar lingkungan sekolah.
Dalam penugasan selama 4 bulan di SDN Tembok Dukuh III/85 Surabaya, saya menemukan fakta bahwa beberapa peserta didik di kelas 1, 2, dan 3 masih terbelakangan dengan huruf. Sehingga para siswa-siswi tersebut masih belum mampu menulis dan membaca dengan benar dan tepat. Hal ini sangat mengganggu pembelajaran di kelas bagi tenaga pengajar maupun siswa-siswi lainnya. Sesuai dengan fakta yang saya alami, para siswa tersebut sangat sulit untuk memfokuskan diri bahkan kurangnya pelatihan yang mereka dapatkan di rumah.
Memberikan media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan program kerja yang telah tersusun seperti memberikan pelatihan membuat tabel huruf hingga tabel huruf ejaan merupakan pilihan yang tepat dikarenakan para siswa merasa mendapat suatu tantangan yang harus mereka selesaikan sebelum mengakhiri pembelaajaran. Namun para siswa tersebut masih harus terus menerus diberikan pelatihan berkala guna mendukung daya ingat agar secepatnya dapat menulis dan membaca dengan tepat dan benar.
Pelita Nusa dirasa sukses dalam pengaplikasiannya didapat dari lancarnya kegiatan mengajar pada jam Sekolahe Arek Suroboyo (SAS) yang merupakan program pemerintah kota Surabaya sejak November 2022. Program ini bertujuan untuk menuntut tenaga pengajar memiliki improvisasi, kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Program ini menerapkan minimal 2 jam perhari untuk pembiasaan karakter penguatan profil pelajar Pancasila untuk memfasilitasi beragam bakat dan minat anak dengan berbasis Project.
Dalam kesempatan inilah Pelita Nusa sangat interaktif untuk di Implementasikan. Pada kesempatan inilah saya dan tim memberikan berbagai media dan metode pembelajaran yang menarik serta berbeda pada setiap minggunya untuk siswa-siswi kelas 4 dan 5 sekolah dasar. Seperti : Adaptasi Teknologi Duolingo yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar bahasa asing, charades app yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam berfikir, dan memanfaatkan Youtube untuk peningkatan wawasan yang positif dalam salah satu kanal yaitu Sisi Terang yang menyediakan teka teki berwawasan.

Siswa-siswi sangat menanti-nanti kegiatan ini setiap minggunya. Menurut saya program Pelita Nusa sangat tepat dan efektif untuk dikolaborasikan dengan program Sekolahe Arek Suroboyo (SAS). Kedua program ini memiliki tujuan yang kurang lebih sama dalam meningkatkan tingkat pendidikan, sedangkat Pelita Nusa dirancang dengan tujuan untuk Meningkatkan dan menumbuhkan keterampilan, wawasan, kreativitas, minat bakat, kepercayaan diri, dan tentunya meningkatkan Literasi dan Numerasi siswa.
Penulis : Alifiarisma Maricar
Program Studi : Akuntansi
Asal Kampus : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
#KitaUntagSurabaya #UntagSurabaya #KampusMengajar5 #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren # EcoCampus #KampusKompeten #KampusMerdeka



