JurnalPost.com – Halo, Perkenalkan nama saya Kusnul Kotimah. Saya merupakan seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan strata 1 (S1) yang mengambil program studi S1 Akuntansi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Saat ini saya sedang mengikuti salah satu program MBKM yaitu kegiatan Surabaya Mengajar di Satuan Pendidikan. Saya ingin membagi pengalaman saya sebagai seorang asisten mengajar di sebuah SMP. Pengalaman ini telah memberikan saya banyak wawasan dan pemahaman yang mendalam tentang dunia pendidikan serta pengembangan diri saya sebagai individu.
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya memfasilitasi mahasiwa untuk bebas melakukan proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered learning). Salah satu program MBKM yang ada di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah program Surabaya Mengajar di Satuan Pendidikan. Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan merupakan bentuk Kegiatan pembelajaran yang dilakukan mahasiswa secara kolaboratif dibawah bimbingan guru dan dosen pembimbing di satuan Pendidikan formal. Kegiatan ini dilakukan selama satu semester yang setara dengan 20 sks dengan waktu pelaksanaan selama empat bulan.
Program MBKM kegiatan Surabaya Mengajar sendiri merupakan kegiatan mahasiswa mengajar di jenjang pendidikan dasar/madrasah atau jenjang pendidikan menengah dalam jangka waktu tertentu. Sekolah dapat berada di lokasi kota maupun daerah terpencil. Kegiatan pembelajaran dalam Program MBKM kegiatan Surabaya Mengajar saya lakukan melalui praktik mengajar. Melalui program ini, Saya dapat mengembangkan dan meningkatkan kompetensi mengajar dan membantu menyelesaikan permasalahan pendidikan di sekolah.
Melalui Program MBKM kegiatan Surabaya Mengajar, saya juga dapat mengembangkan perspektif secara luas melalui interaksi secara langsung dengan warga sekolah dan berhadapan dengan permasalahan ril di lapangan. Program MBKM kegiatan Surabaya Mengajar memberikan kesempatan kepada saya untuk melihat, merasakan, dan menyelesaikan permasalahan pendidikan dengan menggunakan bekal keilmuan yang dimiliki. Proses belajar yang berlangsung di luar kelas selama Program MBKM kegiatan Surabaya Mengajar akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan wawasan dan kompetensi mahasiswa yang kelak akan bermanfaat ketika berhadapan dunia kerja yang sesungguhnya.
Program Surabaya Mengajar saat ini adalah angkatan ke-3 yang ditugaskan untuk mengajar, membantu teknologi, dan membantu administrasi sekolah dan guru di sekolah. Salah satu sekolah yang menjadi tempat saya melaksanakan program MBKM kegiatan Surabaya Mengajar yaitu di SMP Negri 39 Surabaya yang terletak di Jl. Raya Prapen, Panjang Jiwo, Kec. Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur.
Sebelum kami para mahasiswa melakukan kegiatan langsung ke sekolah yakni pada SMP Negri 39 Surabaya kami yang terpilih dalam kegiatan Surabaya Mengajar angkatan 3 mendapatkan pembekalan dari dosen pendamping dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yaitu Ibu Isrida Yul Arifiana.,M.Psi. Dalam pembekalan tersebut kami diberikan pengarahan yang berkaitan dengan prosedur dan materi serta implementasi apa yang harus kita terapkan pada sekolah tersebut.

Salah satu tugas utama saya adalah membantu guru dalam mengelola kelas. Saya belajar banyak tentang teknik-teknik pengelolaan kelas yang efektif, mulai dari menjaga disiplin hingga menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Saya belajar pentingnya menjaga keteraturan, membangun hubungan yang baik dengan siswa, dan memberikan arahan yang jelas. Melalui pengalaman ini, saya menyadari betapa pentingnya peran seorang guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif. Selama proses asistensi mengajar ini berlangsung, pembelajaran di SMPN 39 Surabaya dilaksanakan secara blended learning. Ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi saya selama menjalani asistensi mengajar untuk dapat merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi seluruh siswa disekolah tersebut.

Selain membantu mengelola kelas, saya juga bertanggung jawab membantu siswa dalam kegiatan belajar mereka. Saya memberikan bantuan tambahan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam pemahaman materi. Ini melibatkan sesi tutor individu, kelompok kecil, atau bahkan membantu guru dalam kegiatan diskusi di kelas. Melalui interaksi langsung dengan siswa, saya dapat mengamati berbagai kebutuhan belajar mereka dan mencoba menyesuaikan pendekatan pengajaran agar sesuai dengan gaya belajar masing-masing siswa.
Saya juga terlibat dalam kegiatan Sekolahe Arek Suroboyo (SAS). Surabaya dikenal sebagai salah satu barometer pendidikan di Indonesia. Berbagai inovasi pendidikan diterapkan di kota yang berjuluk Kota Pahlawan ini. Salah satu ide kreatif dan inovatif yang tercetus dari gagasan wali kota Surabaya Eri Cahyadi adalah penerapan Sekolahe Arek Suroboyo (SAS).
Diharapkan Surabaya memiliki sekolah yang berkualitas unggulan sehingga mampu meningkatkan mutu sekolah secara menyeluruh (whole school development) dalam memberikan layanan prima melalui Sekolahe AREK (Aman, Rekreatif, Edukatif, dan Kegotong-royongan) Suroboyo. Pada tahun ini surabaya juga menerapkan program SAS pada setiap sekolah, SAS sendiri adalah singkatan dari “SEKOLAH AREK SUROBOYO”. Sekolahe Arek Suroboyo (SAS) diterapkan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta mulai bulan November 2022. Program SAS hanya diterapkan pada jenjang SD dan SMP se-Surabaya karena dua jenjang sekolah yang tergolong pendidikan dasar tersebut dibawah kewenangan pemkot/kabupaten.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya selaku penggerak dan perancang program Sekolahe Arek Suroboyo (SAS) memberikan gambaran bahwa SAS merupakan sekolah yang warganya memiliki komitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya menciptakan ekosistem lingkungan sekolah yang aman, rekreatif, edukatif, serta mengutamakan nilai kegotong-royongan dengan berbasis potensi keunggulan sekolah.
Dengan adanya program SAS ini maka kegiatan belajar anak akan lebih fokus dan bisa diselesaikan di sekolah tanpa membawa pulang pekerjaan rumah. Ketika anak pulang sekolah mereka sudah tidak terbebani tugas sekolah yang sering membuat pusing anak sehingga bisa lebih rileks bersama keluarga. Siswa/i SMP Negri 39 Surabaya sendiri juga sangat antusias dalam mengikuti program SAS ini, meskipun program ini dilakukan pada siang hari setelah dilakukannya jam pembelajaran tetapi semangat belajar mereka masih sangat tinggi.
Selama mengikuti program Surabaya Mengajar selain mengajar sebagai asistensi guru selama tiga bulan setengah kami juga terlibat dalam urusan administrasi SMP Negri 39 Surabaya. ada beberapa kegiatan yang menjadi tanggungjawab yang sudah kami laksanakan, Pada saat pertama kali masuk kami ditugaskan untuk membantu petugas perpustakaan memasukan data daftar hadir pengunjung perpustakaan pada microsoft excel, Mendata ulang Identitas buku yang ada di perpustakaan dan menginputnya pada website Dinas Pendidikan (web Inlis lite) untuk akreditas koleksi perpustakaan sekolah, Membantu merekap nilai hasil PAS (Penilaian Akhir Semester), PAT (Penilaian Akhir Tahun), serta Ujian Sekolah kelas 7, 8 dan 9, Membantu bagian tata usaha untuk memasukan data ukuran baju siswa kelas 8 pada microsoft excel, Membuat laporan rekapitulasi webinar Tunas Hijau, yang sebelumnya materi tersebut berbentuk PPT yang harus di kembangkan pada microsoft word dengan sedemikian rupa menjadi materi yang lebih mudah untuk dipahami oleh siswa dan guru-guru.

Tujuan yang saya capai dalam menjalani Program Surabaya Mengajar angkatan 3 adalah sebuah proses dalam menambah relasi, menambah pengalaman di luar dunia perkuliahan, mengembangkan wawasan, karakter dan soft skills mahasiswa, mendorong dan memacu pembangunan nasional dengan menumbuhkan motivasi siswa untuk berpartisipasi dalam pembangunan, serta meningkatkan peran dan kontribusi nyata perguruan tinggi dan mahasiswa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia, dan juga memiliki tanggung jawab dalam memperbaiki karakter dan minat belajar siswa yang rendah.
Secara keseluruhan, pengalaman asistensi mengajar di Sekolah Dasar telah memberikan saya banyak wawasan dan pembelajaran yang berharga. Saya belajar tentang pengelolaan kelas, pembelajaran diferensial, kerja tim, dan inklusi. Pengalaman ini juga membantu saya untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan empati. Saya merasa beruntung telah mendapatkan kesempatan ini dan berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia pendidikan di masa depan.
Hasil dari program ini meliputi peningkatan pelayanan pendidikan disekolah tersebut baik dari segi pengajaran, pemanfaatan teknologi, dan administrasi. Dapat disimpulkan bahwa program Surabaya Mengajar ini memberikan manfaat yang baik bagi semua pihak dan juga memberikan banyak pengalaman yang didapatkan selama penugasan berlangsung di SMP Negri 39 Surabaya, mulai dari saat kegiatan observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berlangsung selama berkegiatan.
Penulis : Kusnul Kotimah
Jurusan : Akuntansi
Asal Kampus: Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
#UntagSurabaya #KitaUntagSurabaya#UntukIndonesia#UntagSurabayaKeren#EcoCampus#KampusKompeten



