
JurnalPost.com, [Sragen, 22/07/23] – Musim kemarau yang terjadi sejak 2 bulan yang lalu di Desa Sambirejo menjadi fokus utama dari Aulia Rahman, seorang mahasiswa Teknik Geologi dari Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip). Fokus kegiatan KKN kali ini adalah menganalisis potensi kekeringan di Desa Sambirejo Plupuh menggunakan metode penginderaan jauh..Kegiatan analisis potensi kekeringan ini dilakukan di Desa Sambirejo Plupuh, sebuah wilayah pedesaan yang menghadapi tantangan potensi kekeringan akibat perubahan iklim dan kurang berfungsinya saluran irigasi setempat.
Analisis yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis potensi kekeringan yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat. Metode penginderaan jauh digunakan sebagai alat utama untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai kondisi lahan, curah hujan, dan sumber daya air.
Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk membantu masyarakat Desa Sambirejo Plupuh dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat mempengaruhi pertanian dan ketersediaan air bersih. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pola kekeringan, langkah-langkah adaptasi dan mitigasi yang tepat dapat diidentifikasi dan dilakukan dengan sigap dan tepat waktu.
Pembuatan peta analisis kekeringan ini berlangsung sejak tanggal 7 Juli hingga 22 Juli. Waktu yang diberikan memungkinkan mahasiswa untuk dapat analisis yang mendalam dan merinci faktor-faktor yang mempengaruhi potensi kekeringan.

Pembuatan peta dilawali dengan telah survei lapangan dan mengumpulkan data menggunakan teknologi penginderaan jauh. Pemetaan kondisi lahan, pola curah hujan, dan distribusi air dilakukan dengan menggunakan citra satelit dan analisis data geospasial. Langkah ini membantu mengidentifikasi area rawan kekeringan dan menentukan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap potensi kekeringan. Selain itu, wawancara dengan salah satu Petani di Desa Sambirejo bernama Pak Darip menjadi acuan dalam penentuan lokasi kekeringan. “Embung Desa pada awalnya cukup untuk pertanian. Akan tetapi, sejak sebulan yang lalu embung mengering sehingga agak sulit untuk menyirami tanaman di sekitar sini”, ujar Pak Darip.
Proses analisis dimulai dengan pengumpulan data spasial dari citra satelit Landsat 8 yang mencakup informasi mengenai tutupan lahan, tekstur tanah, dan curah hujan. Data ini dianalisis dengan bantuan perangkat lunak GIS (Sistem Informasi Geografis) untuk mengidentifikasi pola-pola yang berkaitan dengan kekeringan yang diolah dengan menggunakan Software Arcgis
Selanjutnya, Aulia Rahman mengadakan pertemuan dengan masyarakat serta perangkat desa setempat untuk membahas hasil analisis potensi kekeringan yang ada.. Diharapkan bahwa hasil analisis ini akan membantu Desa Sambirejo Plupuh dalam merencanakan langkah-langkah yang lebih baik dalam menghadapi potensi kekeringan di masa depan.
Penulis : Aulia Rahman
Program studi : Teknik Geologi
DPL : Dr. Ir. Eny Fuskah, M. Si.
Lokasi : Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah



