JurnalPost.com – Curhatan dari salah seorang petani Bandung karena susah dapat pupuk saat harga beras tinggi. Apep wahyudi (40), pihaknya mengatakan harga beras saat ini memang tengah melambung tinggi dengan harga per kg nya 17 ribu. Kenaikan tersebut dibarengi dengan harga gabah yang tengah naik senilai 900 ribu per satu kuintal. Dia menduga kenaikan beras tersebut disebabkan lahan sawah yang sudah berkurang. Kata dia, lahan tersebut saat ini banyak digunakan untuk dijadikan permukiman.
“Jadi mungkin stok beras atau padinya jadi berkurang,” jelasnya. Apep mengungkapkan saat ini pun kesulitan dalam membeli pupuk. Menurutnya yang memiliki pupuk harus yang memiliki kartu tani. “Sedangkan yang punya kartu itu yang punya sawah-sawah besar, belum lagi dengan pembelian pupuk seharga 130 ribu per kg harus dibatas” ucapnya.
Lahan sawah punyanya digarap oleh orangtuanya sejak kecil, lalu dari hasil sawah tersebut dirinya kerap mendapatkan jatah, kadang bagiannya sama bos nya juga suka dijual lagi. ada juga yang disimpan sebagian. Jadi Alhamdulillah stok beras dirumah suka ada, tapi kalau pas masa gagal panen terpaksa saya harus beli,” Tuturnya (detikjabar 04/03/2024)
Dalam sistem kapitalis ini pemerintah sering mendatangkan keluhan dari para petani. Seperti contoh di bandung ini, sudah padat dengan pemukiman penduduk dibandingkan dengan banyaknya lahan sawah. Belum lagi dengan adanya beras import, harga beras lokal ikut turun. Tapi saat ini, beras import dan lokal juga sama sama naik harga. Dan pihak yang diuntungkan dalam hal import beras tentu saja bukan petani atau masyarakat, melainkan perusahaan import.
Pemiliknya yaitu para kapitalis.
Ini semua terjadi karna negara tidak menjalankan sebagaimana fungsinya, yang seharusnya negara mengeluarkan kebijakan yang mengayomi masyarakat.
Pada fakta nya negara hanya berperan sebagai regulator, oleh karena itu negara tidak bisa berbuat apa apa. Ini semua karena negara harus mengikuti sistem pasar ala kapitalis.
Hal ini berbeda dengan sistem islam, jika negara ini menerapkan sistem lslam secara kaffah. Negara akan memenuhi kebutuhan pangan rakyat, dan tidak mencari keuntungan baik dalam sistem perdagangan, pertanian, atau pun ekonomi. Negara akan menjaga dan mengatur pertanian untuk bisa mewujudkan ketahanan pangan.
Inilah sistem lslam yang satu satunya dapat menyelamatkan negeri dari cengkraman kapitalisme. Wallahualam bisaawab.
Penulis: Heny ganjar