
JurnalPost.com, Desa Lemahireng – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro tahun 2023 telah menggelar sebuah kegiatan revolusioner yang bertajuk “Akuaponik Budidamber: Budidaya Ikan dalam Ember untuk Lahan Terbatas.” Kegiatan ini digelar pada hari Rabu, 8 Agustus 2023, di aula Balai Desa Lemahireng dengan peserta utama adalah para ibu-ibu pengurus PKK Desa Lemahireng.

Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan di desa tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan konsep inovatif Akuaponik Budidamber. Konsep ini memadukan budidaya ikan lele dengan pertumbuhan tanaman dalam satu wadah, dalam hal ini menggunakan ember. Prinsip mendasar dari Akuaponik Budidamber adalah pemanfaatan kotoran ikan sebagai nutrisi untuk pertumbuhan tanaman, sementara tanaman berperan membersihkan air yang nantinya akan digunakan kembali oleh ikan.
Sistem ini mengubah kotoran ikan yang tadinya dianggap sebagai limbah menjadi sumber nutrisi berharga bagi tanaman. Dengan pendekatan ini, hasil panen tanaman berkualitas tinggi dapat dicapai. Selain itu, pertumbuhan tanaman juga berfungsi sebagai filter alami, menjaga agar kualitas air tetap optimal dan aman bagi ikan lele.

Program Akuaponik Budidamber ini memiliki manfaat ganda bagi warga desa Lemahireng. Selain meningkatkan pendapatan keluarga melalui penjualan ikan lele berkualitas tinggi serta panen tanaman yang melimpah, program ini juga memberikan kontribusi dalam memperkuat ketahanan desa terhadap fluktuasi ekonomi. Lebih dari itu, program inovatif ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya desa secara berkelanjutan, mengarah pada ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan untuk masa depan.

Kegiatan ini tidak hanya menciptakan dampak positif dalam hal ketahanan pangan, tetapi juga memberikan wawasan baru kepada warga desa tentang cara-cara inovatif dalam memanfaatkan lahan terbatas. Diharapkan, program Akuaponik Budidamber ini dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi inisiatif serupa di desa-desa lainnya, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa Lemahireng.



