
Oleh : Ramdhan Syafri
Mahasiswa Teknik Industri
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
JurnalPost.com – Kegiatan observasi pertanian dilakukan di area lahan jagung Desa Seloliman sebagai bagian dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Observasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani dalam proses penanaman benih jagung. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, petani setempat masih menggunakan alat tanam manual sederhana berupa batang bambu sebagai gagang dengan ujung besi di bagian bawah yang berfungsi melubangi tanah.
Penggunaan alat tanam konvensional tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan dua orang dalam satu proses penanaman. Satu orang bertugas melubangi tanah, sementara satu orang lainnya memasukkan benih jagung ke dalam lubang yang telah dibuat. Selain membutuhkan tenaga kerja lebih, alat yang digunakan juga memiliki tinggi batang yang tidak ergonomis, sehingga petani harus membungkuk saat menancapkan alat ke tanah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan dan keluhan pada bagian tubuh petani.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengimplementasikan alat penanam benih jagung berbahan dasar besi yang dirancang lebih ergonomis dan efisien. Alat ini memiliki ujung penanam berbentuk runcing yang dilengkapi mekanisme tarik sebagai pembuka tanah, sehingga dapat digunakan oleh satu orang tanpa memerlukan bantuan tambahan. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan pipa besi sebagai saluran benih, sehingga petani cukup memasukkan benih jagung melalui pipa alat tanam.

Alat penanam benih jagung ini juga dilengkapi dengan pengatur kedalaman tanam yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan. Dengan adanya fitur tersebut, benih jagung dapat ditanam pada kedalaman yang seragam, sehingga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan tanaman jagung yang lebih optimal.
Tidak hanya melakukan penerapan alat, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat juga meliputi sosialisasi kepada petani mengenai cara penggunaan serta perawatan alat penanam benih jagung. Sosialisasi ini bertujuan agar petani dapat mengoperasikan alat dengan benar serta memahami langkah-langkah perawatan sederhana guna menjaga daya tahan dan kinerja alat dalam jangka panjang.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan alat penanam benih jagung dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh petani jagung di Desa Seloliman. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi tepat guna yang tidak hanya meningkatkan efisiensi dan ergonomi kerja petani, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian jagung di wilayah Desa Seloliman.



