
Oleh Hefki Nurul Fitriyah
NIM : 200531100106
JurnalPost.com – Orang tua ingin berdalih lebih akrab antar keluarga. Dua keluarga di Desa Dharma Camplong kabupaten Sampang Jawa Timur menjodohkan dua anaknya yang masih berusia 7 tahun kini viral di sosial media bahkan masuk beberapa channel tv diantaranya Sctv dan tvOne. Acara tersebut bahkan digelar secara resmi acara pertunangan. Dalam sebuah video unggahan (@Zoya ahmad) di media tiktok terlihat pihak keluarga anak laki-laki memberikan beberapa seserahan berupa kue, pakaian dan sandal kepada anak perempuan tersebut, sementara itu anak perempuan tersebut diberi tanda pengikat berupa sejumlah perhiasan emas yaitu gelang dan cincin.
“mana gelangnya nak, tadi di kasik gelang ya” ucap salah satu orang dalam video tersebut. anak perempuan itu terlihat tengah menunjukkan pergelangan tangannya yang sudah memakai gelang sambil tersenyum malu.
Pertunangan tersebut berawal dari nadzar kedua orangtua pada waktu berada di Mekkah Arab Saudi pada beberapa tahun lalu. Namun begitu, mereka akan menikahkan kedua anaknya nanti ketika sudah dewasa atau selesai kuliah. Dengan adanya acara tersebut bertujuan untuk mendekatkan dua keluarga agar ada ikatan.
Acara tersebut di datangi pihak BKKBN langsung menemui orangtua mereka untuk menghimbau dan memberikan arahan ke arah yang lebih baik agar tidak menikahkan anak di usia dini akan memiliki efek buruk pada anak.
“kalau sudah selesai kuliah nanti baru menikah, kalo masih ada jodoh, jodoh itu kan Allah semua yang atur, jadi tidak segampang itu menikah ” ucap Mat Sahri orangtua anak perempuan saat ditanyakan oleh pihak BKKBN Jawa Timur.
Maria Ernawati selaku petugas BKKBN Jawa Timur berharap kepada pemerintah daerah untuk terus menerus memberikan sosialisasi tentang bahayanya pernikahan anak baik dari sisi kesehatannya kemudian sisi ekonominya.
Beralih lagi atas viralnya mereka di sosial media mendapatkan beberapa komentar dari netizen seperti pada tangkapan layar dibawah

Dari beberapa video di tiktok ditanggapi oleh beberapa orang di kolom komentar mengaku bahwa hal tersebut sudah lumrah terjadi di masyarakat Madura bahkan ada yang dilakukan sejak masih dalam kadungan.yang mengikat ke jenjang yang lebih serius sejak dini. Namun, menanggapi hal tersebut sangat berdampak negatif yang dimana gagalnya proses tersebut di kemudia hari sehingga memicu retaknya tali silaturahmi antar dua keluarga besar.



