• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Gen Z, Generasi Penggila Tren Viral

Editor Redaksi
21 Maret 2024
in News
Sumber : pinterest

JurnalPost.com – Gen Z lahir pada pertengahan tahun 1999-an hingga awal 2010, generasi ini tumbuh dan berkembang di dalam era teknologi, sehingga penggunaan teknologi tersebut bisa dibilang sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. Hadirnya Gen Z dalam era digital ini telah mengubah gaya hidup secara signifkan karena adanya tren-tren viral yang dapat mereka ketahui dari sosial media. Dalam artikel ini akan membahas tentang betapa pengaruhnya tren viral terhadap masa depan Gen Z, serta bagaimana menghadapinya.

Seiring berjalannya waktu, teknologi semakin canggih. Semua bisa diakses melalui internet dengan mudah. Mulai dari berkomunikasi jarak jauh, pesan makanan lewat online, hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari pun bisa online tanpa mengunjungi langsung ke tempatnya. Gen Z saat ini sangat bergantung terhadap media sosial, seolah-olah media sosial ini sebagai partner hidup. Gen Z rentan terhadap pengaruh tren viral yang dimana seseorang tersebut hanya dengan melihat konten yang lagi viral langsung merasa tergiur dan terdorong untuk melakukan hal tersebut yang sedang tren.

Pada tahun 2024, dilansir dari (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII), 2024) pengguna internet di Indonesia mencapai 221.563.479 jiwa, sedangkan total populasi pada tahun 2023 mencapai 278.696.200 jiwa penduduk. Dari hasil survei APJII tingkat penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 79,5% dibandingkan dengan periode sebelumnya ada peningkatan 1,4% . Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengguna internet di Indonesia naik secara signifkan dan mayoritas Gen Z sebanyak 34,40%, sementara generasi milenial sebanyak 30,62%.

Media yang marak dengan tren viral tahun 2024 ini adalah media Tiktok, Instragam, Facebook dan Twitter. Tren viral sangat bervariasi, mulai dari konten makanan, minuman, produk skincare hingga fashion dan masih banyak lagi. Dengan adanya sistem online ini seseorang akan menjadi malas untuk berinteraksi secara langsung dan akan menghabiskan waktunya dengan bersosial media. Tak heran jika media sosial itu menyebabkan candu di kalangan Gen Z, hilangnya kesopanan seperti halnya ketika anak sedang sibuk melihat sosial media lalu dipanggil orang tua bukannya malah disamperin tetapi malah dibentak orang tuanya. Segitunya media sosial merubah pola pikir manusia.

Menurut pandangan saya saat ini orang indonesia sangat bergantung kepada media sosial, mulai dari orang dewasa hingga anak dibawah umur. Terutama pada Gen Z seumuran 9-10 tahun yang masih menduduki bangku SD sekarang pada jago bikin konten tiktok. Adanya konten-konten yang lagi trend dan viral memberikan gambaran terhadap anak dibawah umur tesebut. Tanpa disadari secara tidak langsung mereka tanpa rasa malu memamerkan hal-hal yang tidak semsetinya diperlihatkan kepada publik. Karena terkadang pemikiran orang lain pro dan kontra, sehingga kalau dipandang dari segi umur belum waktunya anak dibawah umur tersebut melakukan hal seperti itu.

Kurangnya edukasi dan pengawasan orang tua, tanpa memperhatikan resiko dan konsekuensi yang terlibat. Dampak positif penggunaan platform tersebut bisa dijadikan ajang bisnis online dengan membuat konten promosi karena lebih luas jangkauannya, sedangkan dampak negativenya adalah pada kesehatan fisik dan mental, seperti selalu mengikuti tren yang lagi viral hingga menyebabkan stress dan gangguan mental.

Yang harus dilakukan
Dalam ruang lingkup sekolah maupun rumah, seharusnya diajarkan tentang kritis dalam berfikir guna meningkatkan pemahaman tentang implikasi jangka panjang dari tindakan mereka dan membangunn pola pikir yang lebih sehat dalam menghadapi tren yang muncul.

Berikut beberapa langkah dan solusi yang tepat dalam menanggulangi hal tersebut agar tidak kecanduan terhadap tren viral :

1. Menanamkan pendidikan agama
Diajarkannya cara bersosialisasi dengan baik, dan ditanamkan nilai-nilai sikap dan sifat yang agamis. Orang tua juga harus ikut serta dalam memberikan contoh hidup yang berlandaskan pada nilai-nilai agama agar mempunyai wawasan tentang batasan dalam etika bergamanya.

2. Meluangkan waktu untuk anak guna meningkatkan komunikasi di lingkungan keluarga
Kesibukan orang tua menimbulkan miss komunikasi antara orang tua dengan anak

3. Membatasi waktu bermain smartphone
Orang tua harus bisa membatasi penggunaan smartphone, agar bisa memanfaatkan waktu yang lebih bermanfaat seperti belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah daripada smartphone.

4. Edukasi terkait bahayanya jika berlebihan menggunakan media sosial
Sebaiknya anak diberikan pemahaman secara utuh terkait dampak negatif dan poistif penggunaan media sosial agar bisa membatasi dalam penggunaanya.

5. Beraktivitas dalam kegiatan yang lebih produktif
Memanfaatkan waktu dengan melakukan hal-hal yang lebih produktif seperti mengikuti les atau workshop

Oleh Anggraeni Ardhiana Bhakti – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.