
Oleh: Nila Putri Andayani Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Mojokembang,JurnalPost.com 12 Januari 2026- Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk ramah lingkungan terus meningkat, seiring dengan kekhawatiran akan dampak bahan kimia rumah tangga terhadap kesehatan dan lingkungan. Dalam konteks inilah, kegiatan sosialisasi kepada ibu-ibu menjadi ruang edukasi yang relevan dan strategis. Tidak hanya membahas peran perempuan dalam keluarga, sosialisasi ini juga memperkenalkan inovasi sederhana berbasis bahan alami, salah satunya olahan ubi ungu sebagai pembersih serbaguna.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para ibu diajak mengenal potensi ubi ungu yang selama ini identik dengan bahan pangan. Padahal, ubi ungu memiliki kandungan alami yang bisa dimanfaatkan lebih luas, termasuk sebagai pembersih kaca, penyerap lembap, hingga pembersih logam. Edukasi ini disampaikan secara praktis dan aplikatif, sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ubi ungu diketahui mengandung pigmen antosianin dan pati alami yang memiliki daya rekat serta kemampuan mengikat kotoran. Ketika diolah dengan cara tertentu, bahan ini dapat menjadi alternatif pembersih rumah tangga yang lebih aman, terutama bagi keluarga dengan anak kecil. Dalam sosialisasi tersebut, ibu-ibu diperkenalkan langkah-langkah sederhana untuk mengolah ubi ungu menjadi cairan pembersih kaca alami.

Cairan dari ekstrak ubi ungu yang telah direbus dan disaring dapat digunakan untuk membersihkan permukaan kaca, seperti jendela dan meja. Hasilnya, kaca tampak lebih bersih tanpa meninggalkan residu bahan kimia yang berisiko. Selain itu, penggunaan bahan alami ini juga dinilai lebih ekonomis karena memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Tidak hanya sebagai pembersih kaca, ubi ungu juga diperkenalkan sebagai penyerap lembap alami. Ubi ungu yang dikeringkan dapat ditempatkan di sudut ruangan, lemari pakaian, atau rak sepatu. Kandungan patinya membantu menyerap kelembapan udara, sehingga dapat mencegah munculnya bau apek dan jamur. Solusi ini menjadi alternatif ramah lingkungan dibandingkan penyerap lembap berbahan kimia yang umum dijual di pasaran.
Dalam sesi berikutnya, ibu-ibu juga mendapat edukasi mengenai manfaat ubi ungu untuk membersihkan permukaan logam. Campuran ubi ungu yang telah dihaluskan dengan sedikit air hangat dapat digunakan untuk mengangkat noda ringan dan kusam pada peralatan dapur berbahan logam. Cara ini dinilai lebih aman karena tidak merusak permukaan logam dan tidak menimbulkan bau menyengat.
Angel sosialisasi ini menekankan bahwa inovasi tidak selalu harus mahal atau rumit. Dengan memanfaatkan bahan lokal seperti ubi ungu, ibu-ibu dapat berperan aktif dalam menciptakan rumah tangga yang lebih sehat dan berkelanjutan. Selain mengurangi ketergantungan pada produk kimia, langkah ini juga mendorong pola hidup hemat dan peduli lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang muncul selama kegiatan berlangsung. Banyak ibu yang menyadari bahwa bahan alami di sekitar mereka memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat. Sosialisasi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak komunitas, sehingga pesan tentang inovasi ramah lingkungan bisa tersebar luas.
Melalui pendekatan edukatif dan praktis, angel sosialisasi ibu-ibu ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari dapur rumah. Ubi ungu tidak lagi sekadar bahan makanan, tetapi juga menjadi simbol kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.



