
Penulis: Aryanto
Universitas Pamulang
JurnalPost.com – Bayar kopi tinggal scan. Belanja online cukup klik. Transfer uang bisa sambil rebahan. Hidup Gen Z hari ini memang serba praktis berkat dompet digital dan fintech. Tapi di balik kemudahan itu, muncul pertanyaan sederhana: kenapa makin mudah bayar, justru makin susah menabung?
Dari sudut pandang akuntansi, fenomena ini bukan sekadar gaya hidup tapi soal literasi keuangan dan “mental accounting”. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fintech yang tinggi pada Gen Z sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik (Rakadevasya & Widiantari, 2026). Akibatnya, uang terasa “tidak nyata” karena tidak lagi berbentuk fisik.
Hal ini diperkuat oleh studi lain yang menemukan bahwa Gen Z cenderung lebih konsumtif ketika menggunakan pembayaran digital dibandingkan uang tunai (Tandirapang, 2025). Kenapa? Karena secara psikologis, kita tidak “merasakan kehilangan” saat uang keluar dari dompet digital.
Dalam akuntansi, ini dikenal sebagai mental accounting. Cara seseorang mengelompokkan dan memperlakukan uang secara berbeda. Masalahnya, di era digital, batas antar “pos keuangan” jadi kabur. Uang jajan, uang tabungan, bahkan uang darurat bisa tercampur dalam satu aplikasi.
Lebih jauh lagi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa literasi akuntansi dan keuangan punya pengaruh langsung terhadap kualitas pengelolaan uang Gen Z (Hutabarat & Sitompul, 2026). Artinya, bukan teknologinya yang salah tapi cara kita menggunakannya.
Menariknya, dompet digital sebenarnya juga bisa jadi alat akuntansi sederhana. Fitur seperti riwayat transaksi, kategori pengeluaran, hingga budgeting bisa membantu pengguna lebih sadar ke mana uang mereka pergi. Sayangnya, fitur ini sering diabaikan lebih sering dipakai untuk bayar, bukan mengontrol.
Jadi, masalah utamanya bukan “Gen Z boros”, tapi Gen Z hidup di sistem keuangan yang berubah lebih cepat daripada cara mereka memahami uang.
Solusinya? Sederhana, tapi tidak mudah:
- Perlakukan e-wallet seperti dompet nyata (ada batasnya)
- Pisahkan uang berdasarkan tujuan (tabungan, kebutuhan, hiburan)
- Biasakan cek laporan pengeluaran (ini versi modern dari pembukuan)
Akuntansi hari ini tidak lagi soal laporan perusahaan besar. Ia hadir di genggaman tangan di setiap notifikasi “pembayaran berhasil”. Dan bagi Gen Z, memahami ini bisa jadi pembeda antara hidup praktis atau hidup konsumtif tanpa kontrol.