JurnalPost.com – Di era keberlanjutan, industri pangan menghadapi tantangan baru, yaitu tantangan untuk memenuhi tuntutan konsumen yang cenderung memilih produk sehat, aman, cepat saji, inovatif, menarik, modis, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tantangan ini tidak hanya bagi produsen pangan, tetapi juga bagi produsen mesin pengolahan pangan yang perlu memastikan mesin mereka mampu mengikuti inovasi dan orientasi keberlanjutan lingkungan dalam industri pangan.
Penerapan Desain Hijau dalam Industri Pangan
Konsep “desain hijau” telah menjadi fokus utama dalam perancangan mesin industri pangan. Tujuannya adalah untuk menciptakan mesin yang tidak hanya efisien dan efektif dalam memproduksi makanan, tetapi juga memiliki dampak lingkungan yang minimal. Ini berarti mengintegrasikan teknologi yang mendukung produksi berkelanjutan, mencakup aspek sosial, ekonomi, bahan baku, dan lingkungan.
Langkah-Langkah Implementasi Desain Hijau
Seperti dijelaskan oleh Liu pada tahun 2017, implementasi desain hijau dalam pembuatan mesin industri pangan melibatkan beberapa langkah kunci :
1. Seleksi Material : Dalam konsep desain ramah lingkungan, penting untuk menghindari penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti logam berat, asbes, merkuri, sianida, dan zat beracun lainnya, karena ini dapat berdampak buruk pada lingkungan dan tidak sesuai untuk industri makanan. Kedua, kita seharusnya berusaha memilih bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti bahan alami, bionik, bahan hasil rekayasa lingkungan, atau bahan yang tidak mencemari makanan yang diolah dan mudah untuk dibersihkan. Jika digunakan dalam industri pengemasan makanan/minuman, perlu mempertimbangkan prinsip-pinsip “reduce, recycle, re-use” (3R) dalam pemilihan bahan kemasan.
2. Pengurangan Sumber Daya : Dalam menerapkan konsep desain hijau, ada tiga prinsip utama yang harus diikuti, yaitu mengurangi polusi lingkungan, mengurangi konsumsi energi, dan mendaur ulang produk. Konsep ini harus disesuaikan dengan kondisi alam lingkungan dan memilih bahan material yang tepat sehingga konsumsi bahan mentah dan penggunaan sumber daya dapat diminimalkan. Dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak peralatan yang ramah lingkungan dan lebih efisien dalam penggunaan energi. Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu, penggunaan listrik untuk almari pendingin selama 24 jam sekitar 4 kwh, tetapi sekarang dapat ditekan menjadi hanya 0,4 kwh.
3. Daur Ulang dan Re-manufacturing: Dalam desain hijau, perlu mempertimbangkan dengan cermat siklus hidup produk secara keseluruhan dan dampaknya pada lingkungan. Siklus hidup ini mencakup tahap desain, pemilihan bahan, produksi, penggunaan, pengelolaan sisa atau limbah, dan daur ulang dengan tujuan untuk menggunakan kembali dengan biaya minimal. Perlu juga memperhatikan desain re-manufacturing agar komponen produk lebih ramah lingkungan. Dalam era modern, desain hijau harus mencakup teknologi desain serial, modularisasi, dan standardisasi. Kombinasi teknologi dan struktur produk adalah aspek penting dalam desain produk, karena ini menjadi dasar untuk proses re-manufacturing setelah siklus hidup produk selesai. Sebagai contoh, studi yang dilakukan oleh Yang Ming (2006) menunjukkan bahwa re-manufacturing satu mesin dapat menghemat berbagai bahan dan mengurangi emisi berbahaya secara signifikan.
Pentingnya Evaluasi Desain Hijau
Setelah diperoleh produk mesin pengolah dalam industri pangan, maka perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi desain hijau dilakukan melalui Life Cycle Assessment (LCA), yang menilai dampak lingkungan dari awal hingga akhir siklus hidup produk, termasuk dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. LCA membantu dalam menilai dampak lingkungan dari mesin dan proses produksi, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Alat seperti GaBi, Sima Pro, E-Balance, dan Umberto dapat digunakan untuk analisis LCA, memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak lingkungan dari industri pangan.
Industri pangan saat ini tidak hanya dituntut untuk memproduksi makanan yang memenuhi kebutuhan dasar manusia, tetapi juga harus melakukannya dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui penerapan konsep desain hijau, industri pangan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan, sekaligus memenuhi tuntutan pasar. Ini bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah kebutuhan dalam era revolusi pertanian modern yang berfokus pada teknologi hijau dan produksi pangan berkelanjutan.
Oleh : Hanna Vidia Maharani
Referensi :
Liu, X.P. 2017. Application green concept in mechanical design and manufacture. IOP Conf.Series: Earth and Environmental Science 94 (2017) 012128; DOI:10.1088/17551315/94/1/012128. IOP Publishing.
Yang Ming, 2006. Multi-life cycle assessment of re-manufacturing engine. Mechanical Design. 23 (3) p: 8-10



