• Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
JurnalPost
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil

Desain Hijau : Kunci Industri Pangan Berkelanjutan

Editor Redaksi
16 Desember 2023
in News

JurnalPost.com – Di era keberlanjutan, industri pangan menghadapi tantangan baru, yaitu tantangan untuk memenuhi tuntutan konsumen yang cenderung memilih produk sehat, aman, cepat saji, inovatif, menarik, modis, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Tantangan ini tidak hanya bagi produsen pangan, tetapi juga bagi produsen mesin pengolahan pangan yang perlu memastikan mesin mereka mampu mengikuti inovasi dan orientasi keberlanjutan lingkungan dalam industri pangan.

Penerapan Desain Hijau dalam Industri Pangan

Konsep “desain hijau” telah menjadi fokus utama dalam perancangan mesin industri pangan. Tujuannya adalah untuk menciptakan mesin yang tidak hanya efisien dan efektif dalam memproduksi makanan, tetapi juga memiliki dampak lingkungan yang minimal. Ini berarti mengintegrasikan teknologi yang mendukung produksi berkelanjutan, mencakup aspek sosial, ekonomi, bahan baku, dan lingkungan.

Langkah-Langkah Implementasi Desain Hijau

Seperti dijelaskan oleh Liu pada tahun 2017, implementasi desain hijau dalam pembuatan mesin industri pangan melibatkan beberapa langkah kunci :

1. Seleksi Material : Dalam konsep desain ramah lingkungan, penting untuk menghindari penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti logam berat, asbes, merkuri, sianida, dan zat beracun lainnya, karena ini dapat berdampak buruk pada lingkungan dan tidak sesuai untuk industri makanan. Kedua, kita seharusnya berusaha memilih bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti bahan alami, bionik, bahan hasil rekayasa lingkungan, atau bahan yang tidak mencemari makanan yang diolah dan mudah untuk dibersihkan. Jika digunakan dalam industri pengemasan makanan/minuman, perlu mempertimbangkan prinsip-pinsip “reduce, recycle, re-use” (3R) dalam pemilihan bahan kemasan.

2. Pengurangan Sumber Daya : Dalam menerapkan konsep desain hijau, ada tiga prinsip utama yang harus diikuti, yaitu mengurangi polusi lingkungan, mengurangi konsumsi energi, dan mendaur ulang produk. Konsep ini harus disesuaikan dengan kondisi alam lingkungan dan memilih bahan material yang tepat sehingga konsumsi bahan mentah dan penggunaan sumber daya dapat diminimalkan. Dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak peralatan yang ramah lingkungan dan lebih efisien dalam penggunaan energi. Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu, penggunaan listrik untuk almari pendingin selama 24 jam sekitar 4 kwh, tetapi sekarang dapat ditekan menjadi hanya 0,4 kwh.

3. Daur Ulang dan Re-manufacturing: Dalam desain hijau, perlu mempertimbangkan dengan cermat siklus hidup produk secara keseluruhan dan dampaknya pada lingkungan. Siklus hidup ini mencakup tahap desain, pemilihan bahan, produksi, penggunaan, pengelolaan sisa atau limbah, dan daur ulang dengan tujuan untuk menggunakan kembali dengan biaya minimal. Perlu juga memperhatikan desain re-manufacturing agar komponen produk lebih ramah lingkungan. Dalam era modern, desain hijau harus mencakup teknologi desain serial, modularisasi, dan standardisasi. Kombinasi teknologi dan struktur produk adalah aspek penting dalam desain produk, karena ini menjadi dasar untuk proses re-manufacturing setelah siklus hidup produk selesai. Sebagai contoh, studi yang dilakukan oleh Yang Ming (2006) menunjukkan bahwa re-manufacturing satu mesin dapat menghemat berbagai bahan dan mengurangi emisi berbahaya secara signifikan.

Pentingnya Evaluasi Desain Hijau

Setelah diperoleh produk mesin pengolah dalam industri pangan, maka perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi desain hijau dilakukan melalui Life Cycle Assessment (LCA), yang menilai dampak lingkungan dari awal hingga akhir siklus hidup produk, termasuk dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. LCA membantu dalam menilai dampak lingkungan dari mesin dan proses produksi, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Alat seperti GaBi, Sima Pro, E-Balance, dan Umberto dapat digunakan untuk analisis LCA, memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak lingkungan dari industri pangan.

Industri pangan saat ini tidak hanya dituntut untuk memproduksi makanan yang memenuhi kebutuhan dasar manusia, tetapi juga harus melakukannya dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui penerapan konsep desain hijau, industri pangan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan, sekaligus memenuhi tuntutan pasar. Ini bukan hanya sebuah pilihan, tetapi sebuah kebutuhan dalam era revolusi pertanian modern yang berfokus pada teknologi hijau dan produksi pangan berkelanjutan.

Oleh : Hanna Vidia Maharani

Referensi :
Liu, X.P. 2017. Application green concept in mechanical design and manufacture. IOP Conf.Series: Earth and Environmental Science 94 (2017) 012128; DOI:10.1088/17551315/94/1/012128. IOP Publishing.

Yang Ming, 2006. Multi-life cycle assessment of re-manufacturing engine. Mechanical Design. 23 (3) p: 8-10

Bagikan133MengirimTweet83Print PDF

Baca Juga

PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (TTG) PENGUSIR HAMA TIKUS ULTRASONIK TENAGA SURYA SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN DI LAHAN PERTANIAN DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Editor Redaksi
15 Juli 2026
0

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Dari Baris Kode ke Meja Koperasi: Catatan Divisi Teknologi Tepat Guna di KDMP Sidokumpul

Editor Redaksi
14 Juli 2026
0

Foto pendampingan dan evaluasi mengenai website inventaris gudang digital kepada koperasi desa merah putih desa sidokumpul, kecamatan bungah, gresik Oleh:...

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Kebakaran Kecil di Area PRJ, Petugas Bergerak Cepat Padamkan Api

Editor Redaksi
3 Juli 2026
0

Penulis: Ardi putra Jakarta, JurnalPost.com - Kebakaran kecil terjadi di area Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/6/2026). Peristiwa itu sempat...

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Langkah Awal Mahasiswa Ilmu Komunikasi Menuju Dunia Profesional : Catatan Magang Velicia Mahasiswa UNTAG di KAI DAOP 8 Surabaya

Editor Redaksi
21 Mei 2026
0

Oleh : Ananda Velicia L. C. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Perkenalkan nama saya Ananda Velicia Lusiane Cahyawati,...

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya Menjalankan Program Magang Reguler di PT PLN UP3 Surabaya Barat

Editor Redaksi
20 Mei 2026
0

Surabaya, JurnalPost.com – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home
  • About Us
  • Redaksi
  • Media Kit
  • Kebijakan
© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Halaman Depan Folder 4

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.