
JurnalPost.com – Kenaikan harga pangan belakangan ini menjadi topik hangat perdebatan masyarakat. Mulai dari pasar tradisional hingga Supermarket, kenaikan harga pangan telah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena merupakan sumber energi dan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan dan berfungsinya tubuh secara optimal.
Oleh karena itu, permasalahan pangan, seperti kenaikan harga, dapat berdampak besar terhadap kehidupan dan kesehatan masyarakat. Dalam beberapa bulan terakhir, harga pangan meningkat hingga 30-50% dibandingkan sebelumnya.
Hal ini tentu menjadi beban ekonomi yang berat bagi mereka yang merasakan dampak pandemi global. Harga pangan meningkat tajam karena berbagai alasan. Faktor penyebab meliputi penyebab alam dan ekonomi. Faktor alam yang pertama menyebabkan harga pangan naik adalah musim kemarau panjang. Kekeringan yang berkepanjangan menyebabkan hasil panen buruk dan menyebabkan kerugian besar bagi petani.
Penyebab kenaikan harga pangan karena faktor ekonomi adalah karena kenaikan harga pupuk sehingga petani tidak mampu membayar sehingga menyebabkan kenaikan harga pupuk tidak sebanding dengan harga pangan yang dihasilkan akibat kenaikan harga pangan. Jumlah pupuk yang diberikan melebihi jumlah modal yang dimiliki petani. Harga pangan kemungkinan meningkat akibat dampak kenaikan harga BBM dan tol jalan.
Kenaikan harga pangan akan mendorong inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat sehingga menyebabkan harga pangan menjadi lebih tinggi. Dan masih banyak faktor lain yang juga menjadi penyebab naiknya harga pangan, antara lain perubahan iklim, infrastruktur pendukung pertanian yang belum memadai, penerapan teknologi yang belum memadai, dan semakin terbatasnya lahan garapan, kurangnya lahan untuk petani dan rendahnya produktivitas pertanian.
Nama Anggota Kelompok:
• Jasmine Arifah Putri (2303060092)
• Salma Nabila (2303060112)
• Ilmi Firdaus Aliyah Putri Maharani (2303060132)
References
Oktaviani, R. W. (2009). Gejolak Harga Komoditas Pangan Internasional Dampak dan Implikasi Kebijakan Bagi Ketahanan Pangan Indonesia. Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian.



