JurnalPost.com – Dalam geopolitik dan geoekonomi dikenal terdapat 2 teori negara, yaitu negara determinis dan negara posibilitis. Dalam kasus Uzbekistan sebagai negara land lock, bahwa ketergantungannya pada Rusia dapat dilihat dari perspektif teori determinis. Hal ini tertuang dalam teori negara determinis:
a) Dimana negara yang letak geografisnya dapat mempengaruhi peta politik dari negara tersebut.
b.) Kedua negara tersebut baik Uzbekistan dan Rusia merupakan negara adidaya yang mana dapat dipengaruhi oleh negara adidaya yang ada di sekitarnya.
Selain ketergantungan ekonomi, Uzbekistan juga bergantung pada politik Rusia. Sebagai salah satu negara di kawasan Asia Tengah, Uzbekistan masih memiliki banyak permasalahan seperti separatisme, teori, korupsi, dan lain-lain, yang kemudian mempengaruhi keamanan regional. Kemudian, sebagai negara yang dekat dengan kawasan Asia Tengah, Rusia menganggap permasalahan destabilisasi sebagai ancaman terhadap kepentingan nasional Uzbekistan.
Hal ini memaksa Rusia untuk mengambil peran aktif di kawasan Asia Tengah, seperti berinvestasi dan memperluas pengaruhnya untuk mencapai sebuah kepentingan. Salah satunya adalah dari kepentingan politiknya, khususnya di Uzbekistan itu sendiri. Peran politik Rusia dalam kaitannya dengan negara-negara di kawasan Asia Tengah merupakan alat untuk menstabilkan negara yang ada di kawasan Asia Tengah.
Rusia berupaya menjadi stabilisator melalui kerja sama bilateral dan multilateral, salah satunya kerja sama regional dengan Commonwealth of Independent States (CIS). Meskipun perjanjian CIS telah digunakan oleh Rusia untuk mempengaruhi negara-negara di kawasan Asia Tengah agar melaksanakan integrasi Eurasia, namun nyatanya Uzbekistan bukanlah anggota Eurasia.
Namun Uzbekistan tetap melanjutkan kerja sama ekonomi dengan Rusia sesuai teori UNCLOS. Ketika Rusia dipimpin oleh Vladimir Putin, Rusia selalu melakukan diplomasi dengan negara-negara di kawasan Asia Tengah. Dimana diplomasi menegosiasikan kerjasama ekonomi, politik dan militer.
Oleh: Ardhia Nur Isnaini Anida Wibowo . Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta



