
JurnalPost.com, Sragen (11/08/2023) – Mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro 2022/2023 melaksanakan penyuluhan pertanian pe manfaatan jerami padi menjadi pupuk bokashi kepada Kelompok Tani di Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.
Kegiatan yang diusung oleh Ketujuh Mahasiswa UNDIP memiliki tema “STOP Pencemaran Udara, Ubah Jerami menjadi Bokashi dengan Mudah”. Kegiatan ini memiliki latar belakang pencemaran udara di Desa Sambirejo yang banyak disebabkan oleh asap bakaran jerami padi setelah masa panen padi.
Penyuluhan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan mengenai konsekuensi negatif dari membakar langsung sisa panen padi sehingga petani dan pihak terkait memahami betapa merugikannya tindakan tersebut. Selain itu, petani dan pihak terkait juga diinformasikan mengenai alternatif yang lebih baik yaitu menggunakan jerami padi sebagai pupuk bokashi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, kegiatan tim akan berfokus pada upaya menyebarkan pemahaman dan mempromosikan penggunaan jerami padi sebagai pupuk bokashi demi mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih baik dan meminimalisir kerusakan lingkungan.
Pupuk Bokashi adalah jenis pupuk organik yang dihasilkan melalui proses fermentasi mikroba yang menguntungkan dengan teknologi Effectiv Microorganisms 4 (EM4). Proses fermentasi Bokashi melibatkan penguraian bahan organik dengan bantuan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang ada dalam campuran bokashi. Pupuk Bokashi dapat digunakan untuk memperbaiki struktur dan kesuburan tanah serta menyediakan nutrisi bagi tanaman. Pupuk bokashi dinilai lebih baik dari pupuk kompos dalam pemupukan tanaman. Kandungan unsur hara yang ada di dalam kandungan pupuk bokashi lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kompos yang sering digunakan. Kandungan unsur hara pupuk bokashi jerami sudah memnuhi standar teknis pupuk organik minimal kementrian pertanian Republik Indonesia. Hasil analisis unsur hara pupuk bokashi jerami padi yaitu N=1,83%; P2O5=4,38%; K2O=0,97%; Si=12,82%; dan kandungan N+ P2O5+ K2O = 7,18%

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 11 Agustus 2023 yang diselenggarakan kepada Kelompok Tani yang ada di Desa Sambirejo. Kegiatan dilakukan secara ceramah dan demonstrasi pembuatan pupuk bokashi dengan media leaflet. Kegiatan diawali dengan pemaparan latar belakang tergagasnya program tersebut, penjelasan materi terkait bahaya pencemaran udara bagi lingkungan, dilanjutkan penjelasan materi terkait hukum pencemaran lingkungan dan pengelolaan sampah, penjelasan materi terkait pupuk bokashi, serta demonstrasi pembuatan pupuk bokashi. Selama kegiatan sosialisasi berlangsung, para petani sangat antusias dalam mendengarkan pemaparan dan tanya jawab.

“Penyuluhan tentang pemanfaatan jerami padi yang telah disampaikan oleh rekan-rekan KKN bisa dijadikan pilihan kepada para petani untuk lebih baik membuat pupuk sendiri daripada harus membayar lebih untuk membeli pupuk di pasaran” Ucap Bapak Ngadimin selaku ketua kelompok tani.
Harapan dari dilakukannya kegiatan penyuluhan tersebut yaitu dapat memberikan pengetahuan dan motivasi kepada petani untuk tidak membakar jerami padi yang ada di sawah, melainkan dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Penulis : Annisa Fairuzani Jayanti, Athaya Fadhal Arrafi Yudhatama Putra, Aulia Rahman, Lintang Arum Hafiizhah Putri Aryadi, Priscilla Esther Rumiris Luckyta, Siska Rizky Dewanti, Zahra Najla Rasyida.
Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Ir. Eny Fuskah, M. Si
Lokasi : Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah



