JurnalPost.com – Bias gender Ini dapat terjadi dalam berbagai konteks, seperti pendidikan, pekerjaan, atau kehidupan sehari-hari. Bias Gender dapat mengakibatkan ketidaksetaraan dan membatasi peluang bagi individu berdasarkan jenis kelamin mereka. Penting untuk mengenali dan mengatasi bias gender guna menciptakan lingkungan yang adil dan inklusif.
Contoh kasus: KPI dikabarkan menonaktifkan MS pasca dirinya membongkar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan beberapa rekan di kantor KPI pusat
Terduga korban pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terus menerus dihujani hukuman usai membuka kasus yang menimpanya ke publik. KPI dikabarkan menonaktifkan MS pasca dirinya membongkar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan beberapa rekan di kantor KPI pusat.
Tak berhenti sampai di situ, belakangan MS diminta untuk menghadap atasan di KPI usai mendapat surat penertiban. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum MS, Muhammad Mualimin. Menurut Mualimin, surat penertiban tersebut dikeluarkan KPI usai kliennya melakukan kesalahan sepele, yaitu lupa mengisi presensi. Kasus pelecehan seksual yang menimpa MS ini mencuat setelah ia menulis surat terbuka yang kemudian viral di media sosial pada 1 September lalu.
Dalam surat terbuka itu, MS mengaku sudah menjadi korban perundungan sejak ia bekerja di KPI pada 2012. Pada 2015, MS bahkan mengalami pelecehan seksual dari lima rekan kerjanya. Pelecehan terjadi di kantor KPI. MS mengaku sudah pernah melaporkan hal tersebut ke atasan dan Polsek Gambir pada 2019 lalu, tetapi laporannya tak pernah ditindaklanjuti. Setelah surat terbukanya viral, KPI dan Kepolisian baru bergerak mengusut kasus ini.
MS bersaksi ada beberapa korban perundungan selain dirinya. Korban perundungan dan pelecehan seksual tak memandang gender. Kejahatan ini bisa menimpa siapa saja. Setidaknya itu yang dialami oleh MS. “Banyak orang salah persepsi bahwa lelaki itu harus kuat, lelaki itu harus maskulin, harus tegar, tapi kita kan punya hati, punya sisi emosional, punya pikiran yang juga bisa terganggu. Laki-laki maupun perempuan bisa saja mengalami pelecehan seksual,” ujarnya.
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara mengafirmasi bahwa diduga korban perundungan di KPI jumlahnya banyak. Menurutnya pula tindakan perundungan di KPI sudah dianggap hal lumrah. KPI, kata Beka telah gagal menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pegawainya.
Analisis
Analisa teori yang dapat di kaitkan dalam bias gender contoh kasus ini yaitu Teori Queer, karna teori ini tentang homoseks yang mengemukakan bahwa orientasi seksual tidak hanya dilihat dari salah satu aspek saja, seperti gender (maskulin / feminim) atau sex (pria / wanita). Orientasi seksual menggunakan kedua aspek tersebut untuk mengidentifikasi seseorang. Fokus dari teori ini adalah kerelaan idrntitas dimana seseorang tidak dapat dipandang hanya secara fisik saja, tetapi juga dilihat dari psikis.



