
JurnalPost.com – UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa ada 3 jalur pendidikan, diantaranya pendidikan formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal. PKBM menjadi salah satu lembaga pendidikan dari jalur nonformal. Beragamnya program dalam PKBM ditujukan untuk memfasilitasi kebutuhan belajar dari warga belajar. PKBM menjadi pelengkap, penambah dan pengganti pendidikan formal bahkan PKBM menjadi alternatif yang dapat dipilih oleh warga belajar untuk menambah ilmu pengetahuan dan skill.
PKBM Kendedes Kota Malang merupakan salah satu pendidikan dari jalur nonformal yang beralamat di Jln. Kertosono No.93/D RT.06/RW.03 Kertoleksono, Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa dari Universitas Negeri Malang, PKBM Kendedes ini berada dibawah naungan yayasan. PKBM kendedes menyediakan kebutuhan belajar bagi semua manusia untuk berabagi kalangan melaui akses yang adil pada program belajar dan kecakapan hidup. PKBM ini menyediakan berabgai macam program pendidikan diantaranya pendidikan kesetaraan SD, SMP dan SMA, program keaksaaran fungsional, program kewirausahaan mandiri dan program homeschooling. Selain itu PKBM Kendedes ini juga menyediakan taman baca masyarakat, membuka bimbingan belajar untuk tingkat SD,SMP dan SMA serta bimbingan belajar baca tulis Al-Qur’an. PKBM Kendedes menjadi suatu jawaban bagi mereka yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk peningkatan mutu kehidupan warga belajar.
Adapun Visi dan Misi PKBM Kendedes Kota Malang sebagai berikuit :
Visi:
“Terbentuknya peserta didik yang mandiri, terampil, kreatif, santun dan beriman”
Misi:
- Menanamkan nilai-nilai budi pekerti
- Menanamkan budaya cinta bangsa.
- Memberikan pembelajarn aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
- Mengembangkan potensi dasar individu secara integral
- Mewujudkan standar kelulusan sesuai SNP (Standar Nasional Pendidikan)
- Memberikan bekal ketrampilan hidup (life skills)
- Membentuk peserta didik yang beriman dan terampil.
Supervisi Pendidikan di PKBM Kendedes
Sejalan dengan pengelolaan lembaga pendidikan dibutuhkan kegiatan yang dapat membantu mengembangkan kemampuan mengelola sekolah dan membantu tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan dalam mengelola proses belajar-mengajar yang bisa disebut dengan supervisi. PKBM Kendedes Kota Malang rutin melaksanakan kegiatan supervisi setiap satu tahun sekali. Dalam pelaksanaan supervisi akan dilaksakan dalam berbagai tahapan mulai dari proses perencaan supervisi, penetapan supervisi, sosialisasi terkait supervisi yang dilaksakan hingga pada proses mengimplementasikan supervisi tersebut. Kegitan supervisi dilakukan dengan berbagai macam cara mulai dari melaksanakan kunjungan kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, dan penilain diri sendiri. Adapun dalam melihat kinerja setiap tenaga pendidik, maka pimpinan dapat melihatnya dari 4 komponen, yaitu profesionalitas, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
Peran Kepala PKBM dalam Kegaitan Supervisi Pendidikan
Kepala PKBM merupakan seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab atas bawahannya. Ibu Noer Fadilah, S.Ag selaku Kepala PKBM Kendedes Kota Malang berperan sangat baik dalam menempatkan dirinya. Hal ini dilakukan agar Ibu Noer bisa membimbing, mengarahkan dan membantu tenaga didik lainya dalam meningktakan kemampuan mengelola kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan. Berikut adalah beberapa peran yang dilakukan oleh Ibu Noer selaku kepala PKBM Kendedes Kota Malang:
- Sebagai seorang partner, pimpinan akan melakukan pendekatan secara emosional dan pendekatan interaktif.
- Sebagai inovator, pimpinan akan melakukan sosialisasi terbuka dan pemahaman akademik kepada pendidik untuk terus meningkatkan profesionalitasnya.
- Sebagai seorang konsultan, pimpinan akan membantu memberikan solusi yang terbaik dalam setiap masalah yang dihadapi oleh pendidik.
- Sebagai seorang motivator. Di saat para pendidik memiliki daya profesional yang terkadang naik dan turun maka menjadi keharusan sebagai seorang pemimpin untuk memberikan motivasi semangat agar tetap terjaga dalam proses mendidik, misal agenda rapat diluar jam kerja atau liburan bagi para tenaga pendidik.
- Sebagai seorang kolaborator, karena seorang pendidik harus memiliki kolaborator dalam menjalankan setiap tugasnya dan kolaborator tersebut berasal dari pimpinan itu sendiri, selain dari pimpinan juga bisa dari sesama pendidik.
- Sebagai negosiator. Pemimpin mampu membantu menyelesaikan persoalan yang rumit dalam proses pendidikan karena pihak ketiga (negosiator) sangat diperlukan.
- Sebagai asesor. Dalam menilai profesionalitas pendidik pimpinan akan memberikan nilai berdasarkan ketentuan yang telah disepakati dalam kurun waktu tertentu.
- Sebagai evaluator. Pimpinan berperan dalam mengevaluasi kinerja pendidik sesuai dengan visi dan misi. Hal ini dilakukan setiap 2 kali dalam satu tahun pada semester ganjil dan genap.
Mitra PKBM Kendedes dan Kegiatan Peningkatan Mutu Bagi Warga Belajar

Dalam menjalankan lembaganya, PKBM Kendedes juga bermitra dengan pondok pesantren dan lembaga homeschooling. Sering kali juga PKBM ini mengadakan kegiatan peningkatan mutu dengan melakukan kerja sama dengan lembaga pelatihan lainnya. Tidak hanya belajar dengan materi saja, PKBM ini juga sering mengadakan kegiatan pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan mutu warga belajarnya. Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan warga belajar dapat menemukan tempat belajar yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pelatihan-pelatihan yang dilakukan diantaranya adalah pelatihan pembuatan kue yang bekerjasama dengan LKP Elisa Malang dan lain sebagainya. Selain pelatihan yang tersedia ada juga program-program yang dilaksanakan seperti praktik manasik haji, praktek pembuatan kue dilanjut dengan bazar kue hasil bauatan warga belajar, pemberdayaan lingkungan melalui kegiatan Eco Green dan masih banyak lagi.
Pelatihan manasik haji oleh PKBM Kendedes
Penulis :
- Adhila Ghazani
- Allysa Fatimatus Zaroh
- Nuril Fadila
- Amjad Raehan



