Oleh: RANESA AZA MALIA
JurnalPost.com – Lembaga keuangan dan perbankan adalah salah satu lembaga yang akan menyediakan modal kerja bagi para pelaku usaha. Kota Batu merupakan pusat tempat pariwisata dan pedangan bunerbagai tanaman jenis bunga dan sayuran serta buah-buahan, dimana perkembangan usahanya memerlukan modal yang tidak sedikit.
Pelaku usaha dapat memperoleh fasilitas modal kerja dari lenbaga keuangan dengan syarat tertentu. Perbankan akan melakukan analisa kelayakan kredit untuk setiap pengajuan modal kerja. di Kota Batu terdapat kendala yang dihadapi saat ini oleh perbankan dalam menyediakan dana modal kerja, yaitu mayoritas pelaku usaha tidak bankable. Banyak dari pelaku usaha yang tidak memiliki laporan keuangan baik laporan mengenai aset maupun laporan laba rugi.
Salah satu hal yang menyebabkan pelaku usaha tidak menyiapkan laporan keuangan adalah kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana menyusun laporan keuangan. Sebagian besar pelaku usaha menjalankan bisnis rutinnya tanpa melakukan pembukuan di akhir bulan.Kota Batu juga memiliki banyak wisata yang ada di perkebunan seperti petik buah apel, petik buah strawberry, dan petik sayuran seperti wortel,tomat,kubis,dan masi banyan sayuran lainnya. Petik buah apel bertempat di Desa Sidomulyo, petik buah strawberry bertempat di Desa Pandanrejo, dan petik sayuran bertempatan di Desa Bumiaji. Pengelolaan keuangan menjadi faktor kelemahan pada usaha pengolahan buah apel dan strawberry serta sayuran yang ada di Kota batu tersebut, yang dilakukan kelompok ibu-ibu rumah tangga. Pelaku usaha cenderung mengabaikan pentingnya melakukan pencatatan akuntansi usahanya, sehingga penggunaan modal usaha bercampur dengan modal untuk kebutuhan rumah tangga lainnya.
Hal ini tentu berdampak pada keberhasilan usaha karena terdapat hubungan antara perilaku akuntansi rumah tangga dengan keberhasilan usaha rumah tangga. Masalah utamanya adalah belum adanya kesadaran dan motivasi untuk melakukan pencatatan akuntansi usaha karena minimnya pengetahuan tentang akuntansi, cenderung mengabaikan pentingnya melakukan pencatatan akuntansi. Kurangnya motivasi berakibat pada efektivitas penerapan pembukuan pada usaha rumah tangga. Hal ini dapat mengakibatkan pada sistem keuangan usaha yang tidak dapat membedakan antara keuntungan usaha dan kas pribadi. Kurangnya pemahaman dari kelompok ibu-ibu rumah tangga terhadap laporan keuangan karena seluruh ibu-ibu yang melakukan pengolahan usaha buah dan sayuran yang dijual kepada masyarakat dari luar Kota Batu tidak memiliki kompetensi di bidang akuntansi. Laba real yang diperoleh dari penjualan menjadi tidak teridentifikasi untuk menambah modal dan kebutuhan rumah tangga. Melihat kenyataan tersebut maka diperlukan upaya dalam bentuk kegiatan pelatihan pembukuan akuntansi untuk diberikan kepada pelaku usaha kelompok ibu-ibu rumah tangga pengolahan produk buah dan sayuran. Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembukuan dari pelaku usaha. Tujuan dari kegiatan pelatihan pembukuan akuntansi sederhana ini adalah meningkatkan kesadaran pelaku usaha rumah tangga produk buah dan sayuran yang ada di Kota Batu akan penting melakukan pencatatan dan penerapan akuntansi serta memberikan pengetahuan kepada pelaku usaha rumah tangga mengenai pembukuan akuntansi sederhana pada kegiatan usaha rumah tangga pengolahan buah dan sayuran.
Kegiatan pengabdian dilakukan di Kota Batu Provinsi Jawa Timur. Metode pada kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pelatihan. Pelatihan dilakukan pada kelompok ibu-ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di kawasan yang memproduksi buah dan sayuran yang melakukan usaha penjualan buah dan sayuran. Pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi kepada pelaku usaha rumah tangga pengolahan buah dan sayuran tentang pembukuan akuntansi secara sederhana. Materi yang disampaikan tersebut terdiri atas penjelasan secara lisan mengenai pentingnya melakukan pencatatan dan penerapan akuntansi untuk suatu usaha, manfaat membuat pembukuan akuntansi usaha, mengidentifikasi jenis biaya, macam-macam jenis penerapan akuntansi yang terdiri atas neraca dan laporan rugi laba, perbedaan masing-masing bentuk pembukuan akuntansi, format penyusunan, dan cara perhitungan pembukuan akuntansi usaha. Materi juga diberikan dalam bentuk tulisan yang berisi tentang konsep dan manfaat pembukuan akuntansi usaha, macam-macam jenis pembukuan akuntansi usaha dan perhitungan masing-masing bentuk pembukuan akuntansi, kemudian diperbanyak untuk dibagikan kepada masing-masing peserta pelatihan. Selain materi berbentuk tulisan, peralatan menulis seperti pulpen, pensil, penggaris, penghapus, dan buku keuangan juga dibagikan kepada masing-masing peserta pelatihan. Fasilitas kegiatan pelatihan lainnya berupa laptop, infocus, kertas HVS, papan tulis white board beserta spidol, dan penghapus. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test melalui kuesioner dan wawancara mengenai pengetahuan dan penerapan akuntansi usaha.
Kesuksesan bisnis diukur berdasarkan lancarnya pembayaran dari konsumen, pembayaran ke pihak rekanan perusahaan, maupun pembayatan rutin lainnya. Sistem pembayaran konsumen dapat diterima secara cash maupun tempo tergantung dari bidang industrinya.
Laporan keuangan adalah proses akhir dari serangkaian proses akuntansi. Aktivitas awal dimulai dari terjadinya transaksi, kemudian kita ada serangkaian proses akuntansi seperti pencatatan, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan yang terakhir melaporkan.
Kemampuan pengusaha dalam menghasilkan laporan keuangan yang akurat akan membawa banyak dampak positif bagi para pihak yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan adalah pihak eksternal dan pihak internal. Pihak eksternal seperti masyarakat, investor, kreditor, analis, pelanggan, pemerintah, dan pihak internal seperti managemen dan karyawan.
Laporan keuangan memberikan petunjuk bagi penggunanya untuk melakukan berbagai kepentingan bisnis seperti analisa profitabilitas dan keberlangsungan perusahaan, analisa stabilitas dan tingkat pengembalian dalam investasi. Pihak internal menggunakan laporan keuangan untuk membantu dalam proses perencanaan, pengendalian operasional dan pengambilan keputusan strategis. Laporan keuangan yang akurat mampu membantu pengusaha industri rumah tangga untuk membuat perencanaan dan keputusan bisnis yang tepat, seperti kapan harus membeli stok, berapa harga barang normal, berapa hari seharusnya piutang tertagih, berapa kemampuan maksimal perusahaan dalam berutang dan sebagainya.
Pada dunia usaha saat ini banyak sekali pengusaha pada industri rumah tangga yang berlatar belakang non akuntansi, sehingga terdapat kendala bagi para pengusaha untuk membuat laporan keuangan. Tema tersebut akan membahas mengenai bagaimana membuat laporan keuangan sederhana dan menghitung laba/rugi bagi usaha rumah tangga pengusaha rumah tangga perlu memperoleh pemahaman bagaimana menyusun laporan keuangan sederhana dan membuat perhitungan laba/rugi. Laporan keuangan sederhana disusun melalui data kegiatan harian yang akan diklasifikasikan ke dalam pos aset, utang maupun modal.
Laporan keuangan yang akurat harus disediakan oleh pengusaha industri rumah tangga, untuk membantu pihak eksternal dan pihak internal untuk membuat keputusan bisnis. Pengusaha industri rumah tangga yang berlatarbelakang non akuntansi seharusnya mampu menyusun dan memahami informasi yang tersedia pada laporan keuangan sebagai rangkuman atas aktivitas bisnis harian.

