- FKIP/PGSD – S1 sebanyak 199 pendaftar
- FHISIP/Ilmu Hukum – S1 sebanyak 72 pendaftar
- FKIP/PGPAUD – S1 sebanyak 27 pendaftar
- FEB/Manajemen – S1 sebanyak 50 pendaftar
- serta kategori lainnya sebanyak 67 pendaftar.
Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pemahaman AI di lingkungan akademik semakin meningkat. AI tidak lagi dipandang hanya sebagai teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran, penelitian, dan penulisan ilmiah yang perlu dikuasai oleh mahasiswa, dosen, maupun praktisi pendidikan. Dalam kegiatan ini, tim pelaksana menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas proses akademik, bukan menggantikan peran berpikir kritis manusia. AI dapat membantu mempercepat pencarian ide, penyusunan struktur tulisan, analisis data, hingga pengembangan riset, tetapi penggunaannya tetap harus dikendalikan oleh prinsip kejujuran akademik.
Dampak dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan melalui peningkatan wawasan peserta terhadap teknologi AI, tetapi juga melalui tumbuhnya kesadaran akan pentingnya etika digital dalam aktivitas akademik. Peserta memperoleh gambaran praktis mengenai bagaimana AI dapat digunakan untuk mendukung penulisan ilmiah tanpa mengabaikan prinsip akademik, seperti sitasi yang benar, validasi informasi, dan pencegahan plagiarisme.
Workshop ini juga menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan lembaga yang bergerak di bidang hukum siber. Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan literasi AI tidak cukup hanya dilihat dari sisi teknologi, tetapi juga perlu melibatkan aspek hukum, etika, pendidikan, dan tanggung jawab sosial.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Telkom University bersama para mitra berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kapasitas masyarakat akademik. Workshop ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa, dosen, dan peserta lainnya untuk lebih siap menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital.
Sebagai harapan terhadap kegiatan ini adalah agar semakin banyaknya masyarakat akademik yang mampu memahami, menggunakan, dan mengembangkan AI secara tepat. Dengan literasi yang baik, AI dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah, memperkuat budaya riset, serta membangun ekosistem akademik yang inovatif, etis, dan berdaya saing.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda