Jurnalpost - Bulan Ramadhan tak ubahnya musim panen rejeki bagi para pelaku e-commerce, dengan beberapa toko online mulai optimis penjualannya dapat meningkat 70 persen dari hari biasanya.
Platform jual beli online Blibli pun menargetkan peningkatan transaksi hingga lima kali lipat untuk Ramadhan tahun ini dibandingkan tahun lalu. Ada beberapa sektor produk yang akan digenjot, yakni terkait fesyen, kecantikan, makanan, dan gadget.
Menurut Senior Digital Marketing, Research, and CRM Manager Blibli Tabah Yudhananto, sektor-sektor itulah yang menjadi tempat masyarakat "membuang" duit selama bulan suci.
Salah satu contoh produk yang paling dicari adalah baju koko untuk pria. Di bulan lain, produk tersebut hampir tak pernah terbeli di Blibli. Namun, pada bulan Ramadhan, baju koko justru masuk jejeran produk paling laris terjual.
"Artinya memang laki-laki cuma setahun sekali beli baju koko. Ada banyak barang yang memang hanya laku pada musim Ramadhan saja," katanya.
Maka, ia mengimbau para pedagang online untuk jeli mengambil kesempatan ini. Selain baju koko, produk yang hanya seksi pada bulan Ramadhan adalah perlengkapan ibadah dan kosmetik halal.
"Masyarakat biasanya tak terlalu peduli dengan kosmetik halal. Tapi pada bulan puasa angka penjualannya bisa sampai tiga kali lipat," kata pria yang kerap disapa Anto.
Selama dua bulan terakhir, Blibli juga telah menyiapkan rangkaian promo dan kampanye khusus bulan Ramadhan. Beberapa di antaranya adalah diskon keperluan Ramadhan, kemitraan eksklusif dengan brand fesyen Muslim, dan program belanja sekaligus amal yang dinamai shop and share.
Shop and share dimulai pada 1 Juni mendatang. Pembeli yang belanja mulai Rp 500.000 bisa mendonasikan sekian persen untuk pendidikan di daerah tertentu. Pembeli bisa memilih sendiri daerah mana yang ingin didonasikan, dari Sabang hingga Merauke.
Selain itu, untuk memudahkan pengalaman jual beli online, Blibli juga fokus membenahi antarmuka aplikasi mobile-nya. Menurut Anto, tren saat ini beralih signifikan ke arah mobile, dengan presentasinya 50:50 dengan desktop.
"Akhir tahun lalu presentasinya masih 70 persen desktop dan 30 persen mobile. Ini artinya masyarakat sudah mulai terbiasa membeli di manapun dan kapanpun lewat smartphone," ia menjelaskan.
Bagi pembeli yang mengakses via aplikasi Blibli, ada insentif khusus yang diberikan. "Diskonnya lebih besar, poin share untuk amalnya juga lebih banyak," kata dia.
Sementara CEO Bukalapak , Zaky menargetkan penjualan selama bulan suci ramadan meningkat hingga lima kali lipat dari penjualannya setiap hari, "Kalau kami targetnya minimal sama dengan tahun lalu yaitu ada peningkatan sekitar lima kali lipat," katanya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda