Bogor, JurnalPost.com – Sekolah Vokasi IPB University melalui Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan (TMP) kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian pada Masyarakat Terpusat dan Terpadu di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor. Setelah pekan lalu dilakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama petani untuk mengidentifikasi tantangan budidaya cabai, hari ini tim dosen dan mahasiswa melakukan praktik lapangan berupa pengolahan lahan, pembuatan bedengan, aplikasi kapur pertanian (kaptan) dan pupuk kandang, serta pemasangan mulsa.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Sekolah Vokasi IPB University dalam meningkatkan produktivitas cabai secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP).
“Pengolahan lahan dan pemasangan mulsa ini menjadi langkah konkret menuju budidaya cabai yang lebih sehat dan efisien. Bedengan membantu perbaikan drainase, sementara mulsa dapat menjaga kelembapan tanah, menekan gulma, serta mengurangi risiko penyakit tanaman,” jelas Iis Purnamawati, S.P., M.Si, salah satu dosen pendamping.
Dalam kegiatan ini, petani didampingi langsung oleh tim dosen yang terdiri dari Iis Purnamawati, S.P., M.Si, Merry Gloria Meliala, S.P., M.Si, Dr. Ir. Lili Dahliani, M.M., Dr. Aidil Azhar, S.P., M.Sc, dan Wanda Russianzi, S.P., M.Si, bersama empat mahasiswa Program Studi TMP. Para petani juga diajak untuk berdiskusi mengenai teknik budidaya yang adaptif, mulai dari pemilihan lahan, sistem bedengan yang tepat, hingga prinsip penggunaan mulsa yang bertujuan menekan pertumbuhan gulma sehingga meningkatkan efektivitas penyerapan unsur hara oleh tanaman.
Ke depan, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan mengenai pananaman dan pemeliharaan tanaman cabai sesuai GAP, identifikasi organisme pengganggu tanaman (OPT), serta pengenalan prinsip 5T penggunaan pestisida, hingga tahap monitoring dan evaluasi hasil.
Melalui program ini, Sekolah Vokasi IPB University berkomitmen untuk tidak hanya meningkatkan hasil panen cabai, tetapi juga mendorong praktik pertanian berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan petani di lapangan, serta upgrading minat dan kapasitas petani dalam melakukan praktik budidaya tanaman secara holistik.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda