JurnalPost.com - Radio sebagai media komunikasi dan penyampaian informasi sering dianggap sebagai media klasik yang mulai terlupakan. Namun, radio justru tetap relevan dan memiliki peran penting, khususnya dalam dunia pendidikan. Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), radio sekolah mulai dimanfaatkan sebagai media penting untuk membangun citra positif institusi. Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, radio sekolah mampu menjadi jembatan komunikasi yang menyatukan berbagai elemen di lingkungan sekolah, yaitu guru, siswa, dan orang tua, dalam satu frekuensi yang membangun kebersamaan dan keterbukaan.
Tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyiaran, radio sekolah juga menjadi wadah pengembangan keterampilan penting bagi siswa, salah satunya adalah public speaking atau kemampuan berbicara di depan umum. Melalui pelatihan kegiatan siaran, siswa dapat melatih kepercayaan diri, menyusun gagasan secara runtut, dan menyampaikan pesan dengan jelas kepada khalayak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung yang bernilai, sekaligus membekali mereka dengan soft skill yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan akademik maupun sosial. Dengan demikian, radio sekolah dapat memperkuat citra baik sekolah dan melatih kompetensi siswa.
Program-program siaran yang dikembangkan pun tidak kalah menarik. Mulai dari berita sekolah, liputan kegiatan, cerita inspiratif siswa, hingga penanaman nilai-nilai karakter, semua dikemas secara kreatif dan melibatkan partisipasi aktif siswa. Inilah yang menjadikan radio sekolah sebagai "wajah suara" institusi pendidikan dan suatu media yang menampilkan identitas, semangat, dan prestasi sekolah yang positif dan berkelanjutan. Selain memperkuat branding sekolah, kegiatan ini juga menjadi sarana ekspresi, pembelajaran, dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Audya Anindita Kusumadewi (Andin), menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama. Melalui kolaborasi strategis dengan SMPN 41 Surabaya, ia menginisiasi dan mengembangkan program Radio Sekolah sebagai sarana komunikasi dan pembentukan citra positif sekolah di dunia pendidikan.
Program ini menjadi bagian dari kegiatan praktek lapangan dan pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan oleh Audya Anindita Kusumadewi (Andin), selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya. Dalam implementasinya, ia terlibat langsung dalam proses perencanaan siaran, pelaksanaan siaran, serta pelatihan siaran bagi siswa dan guru untuk mengelola radio sekolah secara mandiri dan berkelanjutan.
“Radio sekolah bisa menjadi wajah baru bagi SMPN 41 Surabaya untuk menampilkan kreativitas siswa, melatih kemampuan siswa, menyampaikan informasi penting, dan tentunya memperkuat branding sekolah di tengah masyarakat,” ujar Andin.
Penanggung jawab radio, sekaligus guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 41 Surabaya, Maritsatul Muti’ah atau yang kerap disapa dengan Tya, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai bahwa kerja sama dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya sangat membantu dalam mewujudkan radio sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi.
“Radio di sekolah kami memang awalnya sudah berjalan tetapi beberapa kendala yang akhirnya membuat radio sekolah (Fourtyone Radio) sempat vakum kurang lebih dua sampai tiga bulan. Setelah datangnya Kak Andin, Kak Andin memberikan semangat kembali kepada peserta didik untuk menghidupkan kembali radio sekolah kami. Dengan berbekal materi-materi seperti bagaimana cara bercakap-cakap yang menarik, bagaimana cara membawakan script siaran radio dengan menyenangkan, dan juga cara membuat script siaran radio yang akan kita siarkan. Ini menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna untuk anak-anak. Mereka bisa belajar public speaking, produksi siaran, hingga menjadi announcer radio dengan lebih dalam lagi. Kami merasa terbantu oleh kehadiran kakak-kakak mahasiswa Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya, utamanya Kak Andin, yang sudah membantu membuatkan script siaran radio dan video saat kami sedang siaran radio” ungkap Tya.
Program Radio Sekolah ini menyiarkan beragam konten edukatif dan informatif, seperti prestasi sekolah, kebiasaan baik yang sudah diterapkan di sekolah, hingga berita kegiatan sekolah. Tak hanya ditujukan untuk lingkungan internal sekolah, siaran juga dapat diakses melalui platform digital, yaitu melalui live streaming di akun Instagram @patsa.media yang di mana ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas.
Menurut Moh. Dey Prayogo, selaku pembina mahasiswa dalam program magang MBKM Kampus Mengajar, “program ini dapat menginternalisasikan keilmuan mahasiswa, khususnya mahasiswa ilmu komunikasi di bidang broadcasting atau media untuk mengembangkan atau menyebarkan ilmu atau pengetahuannya terhadap konteks atau wilayah lain di luar kampus, seperti hal nya di sekolah. Dalam hal ini dapat dilihat dalam proses atau pengembangan kolaborasi radio sekolah di SMPN 41 Surabaya dengan mahasiswa ilmu komunikasi UNTAG Surabaya”.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi teladan praktik unggulan yang bisa diterapkan oleh sekolah-sekolah lain, serta mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dan menengah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda