Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Profil Rasuna Said: Kehidupan, Karir, Perjuangan, dan Akhir Hidup

Profil Rasuna Said: Kehidupan, Karir, Perjuangan, dan Akhir Hidup

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
14 September 2022, 02.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Rasuna Said
JurnalPost.com - Rasuna Said adalah seorang wanita pejuang kemerdekaan Indonesia asal Sumatera Barat. Ia turut memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita. Rasuna Said juga aktif di dalam beberapa organisasi politik, seperti Sarekat Rakyat, sebagai sekretaris. Ia juga turut mendirikan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada 1930.

Masa Muda

Hajjah Rangkayo Rasuna Said lahir di Maninjau, Sumatera Barat, 14 September 1910. Ia merupakan keturunan bangsawan Minang. Ayahnya bernama Muhammad Said, seorang saudagar Minangkabau dan mantan aktivis pergerakan. Setelah Rasuna tamat di sekolah dasar, ia dikirim oleh ayahnya untuk melanjutkan pendidikan di pesantren Ar-Rasyidiyah. Kala itu, Rasuna menjadi satu-satunya santri perempuan di sana. Rasuna pun dikenal sebagai sosok yang cerdas dan pemberani. Selesai dari Ar-Rasyidiyah, Rasuna melanjutkan studinya ke Diniyah Putri Padang Panjang, pondok pesantren modern khusus putri. Di sana ia bertemu dengan Rahmah El Yunusiyyah, tokoh gerakan Thawalib (organisasi massa Islam). Gerakan Thawalib adalah gerakan yang dibangun kaum reformis Islam di Sumatera Barat. Rasuna sendiri sangat memperhatikan kemajuan serta pendidikan kaum wanita. Ia sempat mengajar di Diniyah Putri sebagai guru. Namun, pada 1930, ia berhenti karena memiliki gagasan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya didapat dari mendirikan sekolah, melainkan disertai perjuangan politik.

Perjuangan Rasuna Said

Awal perjuangan politik Rasuna yaitu bergabung dalam Sarekat Rakyat (SR) sebagai sekretaris cabang. Kemudian ia juga bergabung dalam Soematra Thawalib dan mendirikan Persatuan Muslimin (PERMI) di Bukittinggi pada 1930. Rasuna turut mengajar di sekolah-sekolah yang didirikan PERMI. Lalu, Rasuna juga mendirikan Sekolah Thawalib di Padang. Rasuna Said juga tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict, hukum kolonial Belanda yang menyatakan siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda. Pada 1932, Rasuna sempat ditangkap bersama Rasimah Ismail, teman seperjuangannya, dan dipenjara di Semarang. Setelah bebas, Rasuna meneruskan pendidikannya di Islamic College.

Jurutulis

Pada 1935, Rasuna menjadi pemimpin redaksi di sebuah majalah, Raya. Ia dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Majalah Raya sendiri dikenal radikal, bahkan menjadi tonggak perlawanan di Sumatera Barat. Pada 1937, di Medan, Rasuna mendirikan sebuah perguruan putri. Perguruan ini ditujukan untuk menyebarluaskan gagasan-gagasannya. Rasuna juga membuat majalah mingguan bernama Menara Poeteri.

Akhir Hidup Rasuna Said

Setelah Indonesia merdeka, Rasuna aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna menjabat dalam Dewan Perwakilan Sumatra sebagai wakil Sumatra Barat. Kemudian, ia diangkat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS). Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sampai akhir hidupnya. Rasuna Said wafat pada 2 November 1965 di Jakarta akibat sakit kanker darah. Atas jasanya, ia dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keppres RI No. 084/TK/Tahun 1974 pada 13 Desember 1974. Namanya juga dijadikan sebagai nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, serta di daerah asalnya, Padang, Sumatera Barat.

Profil - Rasuna Said

Nama Lengkap: Rasuna Said Alias: Hajjah Rangkayo Rasuna Said | HR Rasuna Said Agama: Islam Tempat Lahir: Maninjau, Agam, Sumatera Barat Tanggal Lahir: Kamis, 15 September 1910 Zodiak: Virgo Warga Negara: Indonesia Anak:Auda Zaschkya Duski

Biografi Rasuna Said

Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang telah menerima penghargaan sebagai pahlawan nasional Indonesia dari pemerintah. Ia merupakan pejuang yang dengan gigih memperjuangkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, sama seperti perjuangan yang dilakukan oleh Ibu Kartini. HR Rasuna Said dikenal sebagai sosok yang berkemauan keras dan memiliki pengetahuan yang luas. Pada masa kecilnya, ia telah mengenyam pendidikan Islam di pesantren. Pada saat sekolah inilah, ia pernah menjadi satu-satunya santri perempuan. Sejak saat itu, Rasuna Said sangat memperhatikan kemajuan dan pendidikan bagi kaum perempuan. Ia menilai bahwa perjuangan tersebut tidak hanya bisa dilakukan melalui jalur pendidikan, namun bisa dilakukan juga dengan perjuangan politik. Kemudian, ia memulai perjuangannya untuk membela kaum perempuan dengan bergabung di Sarekat Rakyat sebagai sekretaris cabang. Setelah itu, ia menjadi anggota Persatuan Muslim Indonesia. Karena kemampuan dan cara pikirnya yang sangat kritis, ia sempat ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Belanda pada tahun 1932. Rasuna Said juga tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict, yaitu hukum pemerintahan Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda. Pada masa penjajahan Jepang, Rasuna Said merupakan salah satu pendiri organisasi pemuda Nippon Raya. Dalam karir politiknya, HR Rasuna Said pernah menjabat sebagai DPR RIS dan kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sejak tahun 1959 sampai meninggal. Rasuna Said diangkat sebagai salah satu pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974. Untuk mengenang jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, nama HR Rasuna Said diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Karir Sekretaris Cabang Sarekat Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS) Anggota Dewan Pertimbangan Agung Dewan Perwakilan Sumatera Penghargaan Pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/profil-rasuna-said-kehidupan-karir-perjuangan-dan-akhir-hidup/37105/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.27 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia
  2. 2

    Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

  3. 3

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. 4

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.