Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Profil Ali Khamenei, Sosok di Balik Kepemimpinan Iran Selama Tiga Dekade

Profil Ali Khamenei, Sosok di Balik Kepemimpinan Iran Selama Tiga Dekade

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
01 Maret 2026, 11.58 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Ali Khamenei
Foto: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menghadiri upacara untuk memperingati Asyura, hari paling suci dalam kalender Muslim Syiah, di Teheran, Iran, 5 Juli 2025. (via REUTERS/Office of the Iranian Supreme Le)
JurnalPost.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu. Kematian tokoh yang selama lebih dari tiga dekade menjadi otoritas politik, militer, dan ideologis tertinggi di Iran ini dinilai sebagai momen krusial bagi Republik Islam Iran. Ulama berusia 86 tahun tersebut memegang kewenangan luas yang mencakup angkatan bersenjata, lembaga peradilan, hingga kebijakan luar negeri. Keputusannya bahkan dapat mengesampingkan presiden dan parlemen. Sejak menggantikan pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, pada 1989, Khamenei memimpin Iran melewati berbagai fase penting, mulai dari masa pasca-perang Iran-Irak, tekanan sanksi Barat, isolasi diplomatik, gelombang kerusuhan domestik, hingga meningkatnya ketegangan dengan Washington dan Tel Aviv. Bagi para pendukungnya, Khamenei dipandang sebagai simbol keteguhan dalam menjaga kedaulatan Iran dari tekanan asing. Namun, para pengkritiknya menilai ia sebagai representasi sistem politik yang kaku dan menutup ruang reformasi. Sebagai pemimpin tertinggi, ia juga menjabat kepala negara sekaligus panglima tertinggi, dengan kendali penuh atas angkatan bersenjata dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Profil Ayatollah Ali Khamenei

Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran bagian timur, dari keluarga religius sederhana. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia menempuh studi agama di seminari Mashhad dan melanjutkan pendidikan teologi tingkat lanjut di Qom. Selain dikenal sebagai ulama, ia juga memiliki minat mendalam terhadap puisi dan sastra. Pada awal 1960-an, ia bergabung dalam gerakan Ayatollah Khomeini menentang Shah Mohammad Reza Pahlavi. Sejak 1963, ia beberapa kali ditangkap oleh SAVAK—dinas intelijen Shah karena aktivitas politik dan penyebaran literatur anti-pemerintah, bahkan menjalani masa pengasingan. Ketika gelombang protes 1978–1979 mengguncang monarki Iran, Khamenei kembali aktif di Mashhad dan kota-kota lain, membantu mengorganisasi demonstrasi dan menggalang dukungan bagi agenda revolusi yang dipimpin Khomeini.

Karier Politik dan Kepemimpinan

Usai Revolusi Islam 1979, Khamenei bergabung dengan Dewan Revolusi dan cepat menanjak dalam struktur kekuasaan baru. Ia pernah menjabat wakil menteri pertahanan, pemimpin salat Jumat Teheran, dan anggota parlemen. Pada 1981, setelah Presiden Mohammad Ali Rajai tewas dalam pembunuhan, Khamenei terpilih sebagai presiden dan menjabat dua periode hingga 1989. Pada tahun yang sama, ia selamat dari upaya pembunuhan saat bom yang disembunyikan dalam perekam kaset meledak ketika ia berpidato di masjid, menyebabkan lengan kanannya cacat permanen. Setelah wafatnya Khomeini pada Juni 1989, Majelis Pakar menunjuk Khamenei sebagai pemimpin tertinggi. Perubahan konstitusi kemudian memperkuat posisinya sebagai figur tertinggi dalam sistem politik Iran. Awalnya dianggap sebagai figur kompromi, Khamenei secara bertahap mengonsolidasikan kekuasaannya. Di bawah kepemimpinannya, Iran menjalankan kebijakan luar negeri yang menolak dominasi AS, memperluas jaringan aliansi regional, serta mempertahankan strategi pencegahan. Di dalam negeri, dinamika politik Iran berayun antara reformis dan konservatif. Kemenangan Presiden Mohammad Khatami pada 1997 memunculkan harapan perubahan, namun berbagai upaya membuka hubungan dengan Barat dibatasi. Kepresidenan Mahmoud Ahmadinejad kemudian sejalan dengan garis konservatif, meskipun pemilu 2009 yang kontroversial memicu protes besar. Presiden Hassan Rouhani mendorong pendekatan diplomatik, termasuk perundingan nuklir, sementara Presiden Ebrahim Raisi lebih sejalan dengan kebijakan Khamenei. Sepanjang masa kepemimpinannya, Iran juga dilanda berbagai gelombang protes. Pada 2022, kematian Mahsa Amini saat dalam tahanan polisi moral memicu aksi nasional. Gelombang protes kembali muncul pada akhir 2025, bermula dari persoalan ekonomi dan berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang berujung bentrokan serta penindakan keras. Otoritas Iran melaporkan lebih dari 3.100 korban jiwa, termasuk warga sipil dan aparat keamanan.

Program Nuklir dan Ketegangan Internasional

Program nuklir Iran menjadi isu sentral selama kepemimpinan Khamenei. Sanksi Barat yang ketat memberi tekanan besar pada ekonomi negara tersebut. Pada 2015, Iran menandatangani Kesepakatan Komprehensif Bersama (JCPOA), yang membatasi aktivitas nuklir dengan imbalan pelonggaran sanksi. Meski menyetujui negosiasi, Khamenei tetap berhati-hati terhadap AS. Kesepakatan itu runtuh setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi, yang mendorong Iran mengurangi komitmennya. Menjelang kematiannya, negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington masih berlangsung. AS disebut menuntut pembatasan permanen program nuklir Iran, sementara Iran menolak menghentikan pengayaan uranium dan menuntut pencabutan sanksi. Khamenei konsisten menyatakan program nuklir Iran bertujuan damai dan menyebut sanksi sebagai bentuk tekanan ekonomi. Dalam unggahan media sosial pada 17 Februari, ia menegaskan bahwa energi nuklir adalah “hak yang tak terbantahkan” sesuai hukum internasional.

Palestina dan Aliansi Regional

Isu Palestina menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri Khamenei. Setelah perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, ia meningkatkan kritik terhadap Israel dan AS, serta menyerukan isolasi diplomatik terhadap Israel. Strategi regional Iran di bawah kepemimpinannya melibatkan dukungan terhadap sekutu seperti Hizbullah di Lebanon serta kelompok-kelompok bersenjata di Irak dan Yaman, yang disebut sebagai “Poros Perlawanan.” Jaringan ini juga mencakup faksi Palestina seperti Hamas dan pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah. Ketegangan meningkat setelah serangan udara Israel terhadap target Iran memicu respons balasan dari Teheran. Khamenei berulang kali menyatakan Iran akan membalas tindakan Israel dan menolak negosiasi langsung dengan Tel Aviv. Dalam pernyataan resmi yang mengumumkan kematiannya, Presiden AS Donald Trump menyebut Khamenei tidak dapat menghindari sistem intelijen canggih AS yang bekerja sama dengan Israel, serta mengulangi seruannya agar rakyat Iran melakukan perubahan politik. Kepergian Khamenei menutup bab penting dalam sejarah politik Timur Tengah. Ia merupakan figur sentral yang membentuk arah ideologis, strategi regional, serta hubungan konfrontatif Iran dengan Barat selama puluhan tahun. Kini, Iran menghadapi masa transisi yang penuh ketidakpastian. Proses suksesi kepemimpinan berlangsung di tengah ketegangan regional yang meningkat dan negosiasi diplomatik yang masih rapuh situasi yang berpotensi menentukan masa depan Republik Islam Iran.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/profil-ali-khamenei-sosok-di-balik-kepemimpinan-iran-selama-tiga-dekade/91160/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.17 WITA

  • #Ali Khamenei
  • #Iran
  • #Trump

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  3. 3

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  4. 4

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  5. 5

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.