26.9 C
Jakarta
Kamis, April 22, 2021

Prof Nurdin Abdullah : Uang Rp 1,4 M yang Disita KPK itu untuk Bantuan Masjid

Prof Nurdin Abdullah
Penyidik KPK memperlihatkan uang Rp2 miliar yang diamankan saat Operasi Tangkap Tangan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Screenshot/YouTube)

JURNALPOST – Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengklaim uang miliaran rupiah yang disita tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan uang bantuan untuk masjid. Klaim itu disampaikan Nurdin seusai diperiksa penyidik terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi proyek-proyek dan perizinan di Sulsel yang menjeratnya sebagai tersangka, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/3/2021).

“Pokoknya itu kan uang masjid, ya. Bantuan masjid. Itu bantuan masjid,” kata Nurdin.

Diketahui, KPK menemukan dan mengamankan uang senilai total Rp 3,5 miliar dalam pecahan Rupiah, Dollar Amerika Serikat dan Dollar Singapura saat menggeledah empat lokasi di Sulsel, yakni di rumah pribadi dan rumah dinas Nurdin; rumah Sekdis PUTR dan Kantor Dinas PUTR Sulsel beberapa waktu lalu.

Namun, Nurdin enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai pernyataannya tersebut, termasuk saat dikonfirmasi mengenai lokasi atau nama masjid yang dimaksudnya. Nurdin berjanji akan menjelaskan hal tersebut suatu saat.

“Nantilah kita jelasin nanti,” kata Nurdin.

Dalam kesempatan ini, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu juga membantah semua sangkaan KPK kepadanya. Meski demikian, politikus PDIP ini mengklaim menghargai proses hukum yang tengah dilakukan lembaga antikorupsi.

“Enggak, enggak, enggak ada yang benar. Pokoknya kita tunggu aja nanti dipengadilan kita hargai proses hukum,” tegas Nurdin.

Sementara terkait pemeriksaannya hari ini, Nurdin mengaku belum ditanya penyidik mengenai materi kasus yang menjeratnya. Nurdin menyebut pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan pada Senin, 8 Maret mendatang.

Diketahui, KPK menetapkan Nurdin Abdullah bersama Sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung melalui Edy Rahmat. Tak hanya suap, Nurdin juga diduga menerima gratifikasi dari kontraktor lainnya senilai Rp 3,4 miliar.

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.