Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Prof. Dean Soroti Hilangnya Intelligence Methodology di Dunia Cyber Security Modern

Prof. Dean Soroti Hilangnya Intelligence Methodology di Dunia Cyber Security Modern

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
15 Mei 2026, 16.31 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Dean Soroti

JurnalPost.com - Praktik cyber security modern dinilai semakin kehilangan fondasi intelligence methodology akibat dominasi tools, automation, dan budaya instan di era digital. Hal tersebut disampaikan Prof. Dean dari PT Mahakarya Indo Belati dalam pembahasan mengenai menurunnya kualitas operational thinking di industri keamanan siber modern.

Menurutnya, banyak praktisi saat ini salah memahami konsep Open Source Intelligence (OSINT). Data bocor, bot closed-source, hingga database ilegal sering dianggap sebagai bagian dari OSINT, padahal metode tersebut tidak sesuai dengan prinsip intelligence collection yang sah, terverifikasi, dan berbasis methodology.

IKLAN

“OSINT bukan sekadar mencari data. Intelligence adalah proses collection, verification, correlation, analysis, dan attribution. Tanpa methodology, cyber security hanya menjadi data jaring laba laba yang tidak berguna dan seringkali bias dan tidak sesuai fakta,” kata Prof. Dean, Jumat (15/5/2026).

Perlindungan Data Pribadi Dari Kejahatan Cyber
Baca Juga

Perlindungan Data Pribadi Dari Kejahatan Cyber

Ia menilai fenomena tersebut muncul karena banyak individu menguasai tools tetapi tidak memahami operational ethics, legal boundaries, maupun strategic reasoning dalam cyber security. Akibatnya, industri keamanan siber perlahan berubah menjadi tool-centric culture yang terlalu fokus pada automation tetapi minim intelligence literacy.

Selain itu, Prof. Dean juga menyoroti kesalahpahaman mengenai pentesting yang selama ini dianggap hanya berfokus pada eksploitasi digital seperti scanning, payload delivery, dan vulnerability assessment.

IKLAN

“Banyak organisasi lupa bahwa physical attack surface juga bagian dari security. Social engineering, access control, human manipulation, hingga physical intrusion sering diabaikan,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan intelligence methodology seperti ini akan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketergantungan industri terhadap AI dan automation tools.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Prof. Dean diketahui merupakan mentor di Cyber Cartel, komunitas yang beranggotakan penegak hukum, personel militer, praktisi intelligence, investigator, dan profesional cyber security expert untuk mempelajari cyber intelligence, operational security, hybrid investigation methodology, hingga modern intelligence workflow.

Ia juga menjabat sebagai Head Instructor di CyberSpy Academy yang mengembangkan pelatihan multidisiplin mulai dari OSINT, SOCMINT, SIGINT awareness, digital investigation, cyber espionage awareness, operational tradecraft, hingga physical security assessment untuk menghadapi ancaman hybrid di era AI dan automation.

Menurutnya, cyber security modern membutuhkan lebih dari sekadar dashboard compliance dan automation tools. Dibutuhkan operational discipline, ethical reasoning, dan intelligence literacy agar teknologi tidak menciptakan false confidence di tengah masyarakat digital.

“Saya berharap generasi cyber security berikutnya kembali memahami intelligence literacy, operational discipline, dan ethical reasoning, bukan hanya mengejar tools,” tuturnya.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/prof-dean-soroti-hilangnya-intelligence-methodology-di-dunia-cyber-security-modern/93204/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.16 WITA

  • #Cyber Security Modern
  • #Kejahatan Cyber

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan
  2. 2

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  3. 3

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  4. 4

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.