Penulis: Mayla Sabrenina Putri, Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
JAKARTA, JurnalPost.com — PT PLN Nusantara Power menggelar Expansive Leadership Strategic Forum pada 22–23 April 2026 di Kantor Pusat Surabaya. Sebanyak 78 pimpinan perusahaan, mulai dari Board of Directors, Kepala Satuan dan Sekretaris Perusahaan, Vice President, hingga Manager, mengikuti forum ini. Acara dibuka oleh Direktur DITMHC TB Ari Wibawa Mukti, dengan Doni Riyadi Saksono, Officer Organization and Workforce Effectiveness-B, sebagai MC dan moderator selama dua hari penuh.
Hari Pertama: Kepemimpinan, Transformasi, dan Transisi Energi Tiga sesi hari pertama dibawakan oleh DR. Ir. Elfien Goentoro, MBA, yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (2017–2022) dan PT Pelni (2015–2017), dengan Dr. Aries Muftie, S.E., S.H., M.H. sebagai moderator. Elfien membahas transformasi organisasi sebagai proses yang jauh lebih dalam dari sekadar perubahan struktur. Yang perlu berubah adalah pola pikir, budaya kerja, dan cara mengeksekusi strategi. Visi perusahaan tidak cukup hanya tertulis di dokumen, tapi harus tercermin dalam cara kerja dan target setiap individu yang menjalankannya sehari-hari. Ia juga membahas pengambilan keputusan di tengah ketidakpastian, di mana pemimpin dituntut berani memutuskan meski informasi yang tersedia belum sempurna, sekaligus cepat belajar dari setiap langkah yang diambil.
Sesi penutup hari pertama dibawakan oleh Suripno, Partner Expert Sustainability – Sustainability Center UPER dan Senior Fellow CESGS UNAIR, yang sebelumnya menjabat Vice President Sustainability Strategy di PT Pertamina. Ia menegaskan bahwa transisi energi bukan sekadar pergantian teknologi pembangkit, melainkan transformasi sistem yang menyentuh pasar, regulasi, teknologi, dan aspek sosial secara bersamaan. Di tengah tekanan untuk bergerak cepat, setiap keputusan energi pada dasarnya adalah trade-off yaitu tidak ada sistem di dunia yang mampu memenuhi keamanan pasokan, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan lingkungan secara bersamaan.
Hari Kedua: Tata Kelola Hukum, ESG, dan Keberlanjutan Bisnis Sesi pertama hari kedua diisi oleh Dr. Anas Puji Istanto, S.H., M.H., Plt. Direktur Hukum BP BUMN, yang membahas Business Judgment Rule dalam pengelolaan risiko hukum di lingkungan BUMN. Doktrin ini memberikan perlindungan hukum bagi pejabat BUMN yang mengambil keputusan bisnis secara jujur dan berdasarkan informasi yang memadai.
Dr. Aries Muftie, S.E., S.H., M.H., Board of Expert ESG & SDGs Academy yang pernah menjabat sebagai Komisaris Garuda Indonesia, PLN, dan PTPN (2008–2012), kemudian tampil sebagai narasumber dengan materi Sustainability dan ESG Framework. Ia membahas mengapa komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan kini menjadi salah satu tolok ukur kelayakan investasi di pasar global bukan sekadar kewajiban pelaporan.
Suripno kembali hadir membawakan materi strategi keberlanjutan, menekankan bahwa ESG yang berdampak nyata adalah ESG yang masuk ke dalam proses investasi dan pengambilan keputusan strategis, bukan yang berhenti di dokumen pelaporan. Forum kemudian ditutup dengan dua sesi yang dibawakan bersama oleh Ir. Satrio Pratomo, MAppSc. QRGP, Senior Practitioner QHSSE, Risk Management & Leadership Coach, dan Esther Mahar, ST, SS, M.Eng. Man., MBA, Principal Consultant PT Mitra Inti Performa. Keduanya membahas implementasi Environmental and Social Management System (ESMS) serta cara mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam proses bisnis perusahaan sehari-hari.
Forum ini menjadi salah satu upaya PLN Nusantara Power dalam memperkuat kualitas kepemimpinan di seluruh lini, agar siap menghadapi tantangan bisnis dan transisi energi yang terus berkembang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda