Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Pertanian Kopi Kampung Cibulao Berhasil Tumbuh di Dataran Tinggi

Pertanian Kopi Kampung Cibulao Berhasil Tumbuh di Dataran Tinggi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
13 Maret 2023, 20.25 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pertanian Kopi Kampung Cibulao Berhasil Tumbuh di Dataran Tinggi
Kopi Cibulao, Desa Tugu Utara, Cisarua Bogor

JurnalPost.com, CISARUA-BOGOR - Ketua Kelompok Tani, Kiryono, yang merangkap sebagai perintis kebun kopi Cibulao berhasil menjadikan Kampung Cibulao sebagai satu-satunya pertanian kopi yang berhasil menumbuhkan biji Kopi Robusta di wilayah dataran tinggi Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara Puncak, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Puncak Cisarua merupakan tempat yang identik dengan kebuh teh, namun berbeda dengan yang dilakukan Kiryono, selaku pelopor dari pertanian kopi di wilayah tersebut yang mendirikan pertanian kopi di daerah dataran tinggi dan berhasil. Adanya perkebunan ini tidak serta merta dilakukan. Pada awalnya penduduk setempat hanya fokus menjadi petani sayuran dan teh, sebelum akhirnya Kiryono memiliki inisiatif sendiri untuk mendirikan pertanian Kopi Robusta yang pada akhirnya menjuarai tingkat nasional.

IKLAN

Menilik Kopi Robusta sendiri kerap disebut-sebut sebagai kopi yang mirip rasanya dengan jenis Arabica. Sebenarnya jenis kopi ini seringkali ditemui di wilayah Indonesia, namun untuk yang berada di wilayah dataran tinggi baru ditemukan di Kampung Cibulao, Cisarua. Adanya pertanian kopi ini juga diketahui bermitra dengan PT Perhutani di Indonesia, sejak tahun 2008. Pada tahun berikutnya yakni 2009 dibentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) yang resmi oleh Perhutani.

kedai pajak sampul 1280x720
Baca Juga

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Partinah, sebagai ibu dari ketua KTH Cibulao Hijau, saat ditemui, Kamis (23/2) mengemukakan terkait keikutsertaannya dalam membangun perkebunan Kopi Robusta tersebut, “Tadinya mah nyuri lahan kayak semak, ternyata sekarang Alhamdulillah justru dianjurkan dan diberikan sertifikat nanam 35 tahun. Dibanding dengan Jawa, di sana mulai berbuah menanam kopi 5 tahun, kalau di sini 3 tahun juga sudah berbuah,” ungkap Partinah.

Motivasi dari dirintisnya kebun kopi tersebut ialah menyelamatkan alam dengan penanaman pohon kopi. Usahanya tidak gagal, sebab ketika kebun kopi itu dirintis Hulu Ciliwung yang semula mengalami kerusakan itu hijau kembali. Kemudian atas berkat pertanian kopi di Cibulao itu pula kawasan hutan yang rusak kembali hijau, dan membuat wilayah tersebut lebih tahan bencana karena akar-akar Kopi Robusta memiliki sifat yang saling mengikat, adapun bentuknya yang seperti karpet tersebut berfungsi untuk menahan air ketika longsor terjadi. Selain itu diketahui apabila penanaman kopi ini juga membuat orang enggan untuk mebebang pohon, hal itu dikarenakan penanaman kopi sebanyak 50 batang, bawaan dari Temanggung dan sengaja diletakkan pada titik longsor Ciliwung, sehingga misalnya ada penebangan maka kopi yang di tanam di bawah pohon tersebut juga akan ikut ambruk.

IKLAN

Penanaman Tanaman Kopi disamping Sungai Ciliwung Kopi Cibulao

Selain untuk upaya pelestarian alam, adanya Kopi Robusta yang tumbuh di dataran tinggi membuat Kampung Cibulao menjadi terkenal karena perkebunan kopi di daerah tinggi ini. Adapun terkait hal itu, pohon-pohon Kopi Robusta yang tumbuh segar di sana berdampingan dengan pohon endemik, sehingga menambah kesan keindahan dari wilayah Cibulao tersebut. Mencapai titik ini Kiryono tidak melakukan hal yang mudah, saat ditemui, Kamis (23/2), ia mengemukakan kesulitannya untuk memahami istilah-istilah pertanian. “Dulu enggak tahu apa itu konversasi. Cukup kesulitann karena warga juga kurang berminat buat pertanian ini,” tutur Kiryono.

bayar
Baca Juga

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Namun ia tidak menyerah dalam mewujudkan gagasan atas idenya, kemudian ia bercerita dahulu langsung bergegas untuk menemui sang ibu untuk melakukan pertanian ini. Kemudian ia juga mengatakan terkait kualitas biji Kopi Robusta.

“Meski umumnya kalau Kopi Robusta ada di daratan rendah, sekitar ketinggian 700 lah. Untuk ketinggian 800 keatas baru orang nanam arabika. Ya tapi kalau di puncak juga orang nanam Robusta dan Arabika. Lalu jika Robusta nya daratan tinggi, dan digolongkan find Robusta, kuantitasnya memang ga nentu banyak, tapi kalau kualitas masih yang utama,” ujar Kiryono saat diwawancarai.

Ia juga mengungkapkan terkait rasa syukurnya karena usaha yang ia lakukan berhasil, meskipun awalnya penanaman Kopi Robusta cukup riskan di dataran tinggi, namun Kiryono berhasil membuatnya sukses dengan kualitas rasa dan aroma yang baik pula.

Penulis : Shafina Maharani, Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Olahan Mangga
Baca Juga

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pertanian-kopi-kampung-cibulao-berhasil-tumbuh-di-dataran-tinggi/46609/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 22.07 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

Dari Sagu Menjadi SaBar, Inovasi Pangan Lokal Papua Selatan yang Mengangkat Cerita Kearifan Budaya

Kedaulatan Rupiah Tak Cukup Berhenti di QRIS

Bergantung Pasokan Luar Daerah, Harga Pangan di Pasar Ciputat Mudah Bergejolak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Pilihan Editor

  1. 1 Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?
  2. 2

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. 3

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  4. 4

    Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

  5. 5

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.