Bogor, JurnalPost.com – Universitas Pakuan Bogor kembali melahirkan doktor baru di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Pada Selasa (23/9), Jumadi Subur, SE, MM, CPHR, berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Strategi Mengurangi Intention to Leave dengan Pengelolaan Beban Kerja, Konflik dan Stres Kerja Tenaga Kependidikan Sekolah Dasar Swasta di Kota Bogor” dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Ir. Didik Notosidjono, MSc.
Sidang yang digelar di aula utama Universitas Pakuan Bogor ini dihadiri lebih dari 40 tokoh masyarakat, praktisi, serta akademisi dari Kota Bogor. Suasana sidang berlangsung khidmat sekaligus dinamis, karena pembahasan topik disertasi yang relevan dengan tantangan nyata dunia pendidikan dan pengelolaan SDM saat ini.
Disertasi yang dipertahankan Jumadi mengangkat isu penting terkait intention to leave atau kecenderungan tenaga kependidikan untuk meninggalkan pekerjaannya. Penelitian ini menyoroti bagaimana faktor beban kerja, konflik, dan stres kerja dapat memengaruhi keputusan tenaga pendidik, khususnya di sekolah dasar swasta, untuk bertahan atau keluar dari institusinya.
Dalam pemaparannya, Jumadi menegaskan bahwa pengelolaan SDM di sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada kompetensi mengajar, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan manajemen beban kerja para tenaga kependidikan. “Apabila organisasi sekolah mampu mengelola beban kerja secara proporsional, meminimalisasi konflik, dan menciptakan sistem pendukung untuk mengurangi stres kerja, maka tingkat intention to leave dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.
Penelitian ini memberikan kontribusi besar, baik secara akademis maupun praktis. Dari sisi teori, hasil riset Jumadi memperkaya literatur manajemen SDM terkait dengan perilaku organisasi dan faktor psikologis karyawan di sektor pendidikan. Dari sisi praktis, disertasi ini menawarkan strategi konkret bagi sekolah-sekolah swasta untuk mempertahankan tenaga kependidikannya melalui program retensi yang terukur.
Tidak hanya dihadiri secara langsung, Sidang Terbuka Promosi Doktor ini juga disiarkan melalui platform Zoom dan ditonton oleh ratusan praktisi SDM, akademisi, dan tokoh pendidikan dari berbagai wilayah di Indonesia. Antusiasme audiens terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, menandakan bahwa isu yang diangkat Jumadi memang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Jumadi Subur sebagai seorang Performance & Competency Development Expert yang konsisten menggabungkan pengalaman profesional dengan kajian akademis mendalam. Gelar doktor yang disandangnya menjadi wujud komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan SDM, khususnya di bidang pendidikan dasar.
Dalam kesempatan tersebut, Jumadi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para promotor, penguji, keluarga, dan rekan-rekan sejawat yang telah mendukung perjalanan panjang akademiknya. “Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan organisasi pendidikan lainnya untuk lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga kependidikan, sehingga mereka merasa dihargai dan berkomitmen penuh dalam pekerjaannya,” ujarnya.
Menurut Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Ir. Didik Notosidjono, MSc., penelitian Jumadi Subur dinilai relevan, aplikatif, dan memberikan solusi nyata bagi persoalan klasik dalam manajemen SDM di sektor pendidikan. “Hasil penelitian ini tidak hanya penting bagi akademisi, tetapi juga praktisi pendidikan yang sedang menghadapi tantangan dalam mempertahankan tenaga pendidiknya,” tegas Prof. Didik.
Dengan pencapaian ini, Jumadi Subur meneguhkan dirinya sebagai salah satu tokoh penting di bidang manajemen SDM yang tidak hanya berbicara pada tataran konsep, tetapi juga membumikan teori dalam praktik nyata. Karyanya diharapkan menjadi rujukan dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan SDM, baik di dunia pendidikan maupun di sektor organisasi lain di Indonesia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda