Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Pernikahan dini, dampak dari Penyalahgunaan Internet?

Pernikahan dini, dampak dari Penyalahgunaan Internet?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 Juni 2023, 16.39 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pernikahan Usia Dini

Oleh : Fajar Azmi Alfauzun Mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang

JurnalPost.com - Dalam keseharian masyarakat di tengah zaman yang semakin modern ini, internet seakan-akan telah menjadi suatu sarana yang berubah dari yang dulunya sekedar hiburan menjadi kebutuhan utama. Terutama dalam pemberian informasi tentunya memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, penyebaran informasi dan perkembangan teknologi memang kian berkembang cepat karena hadirnya internet. Tetapi, tidak bisa pula kita elak, internet juga membawa beberapa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Hal tersebut bisa terjadi karena penyalahgunaan internet.

IKLAN

Mengutip dari cnnindonesia.com (15/01/2023) juga memaparkan data bahwa, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur termasuk dalam provinsi dengan pernikahan dini tertinggi sepanjang 2022 lalu. Data-data seperti ini tampaknya sudah cukup untuk memberitahu semua akan tingginya tingkat pernikahan dini di Indonesia dan perlunya perhatian yang tercurahkan dalam isu ini.

Kehamilan
Baca Juga

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Fenomena ini juga berkaitan dengan perkembangan dan pergaulan generasi muda yang kian bebas, didukung dengan perkembangan media sosial, para remaja yang identik dengan rasa penasaran, bukannya dijadikan rasa penasaran itu sebagai ajang untuk belajar dan mengembangkan diri, justru dari penggunaan internet tersebut mereka menelusuri konten-konten yang vulgar, pornografi dll. Hal itu memicu mereka untuk menerapkannya di dunia nyata dan tidak tahu konsekuensi apa yang mereka buat.

Fenomena pernikahan dini sebagai buntut dari penyalahgunaan internet tentunya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Hal ini dikarenakan, dampak dari pernikahan dini tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan psikologis tetapi juga fisik. Melansir dari laman kompas.com (27/10/2020), dampak dari pernikahan dini lebih banyak dirasakan oleh pengantin perempuan. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa, tubuh seorang perempuan remaja dianggap belum siap untuk mengandung, bahkan melahirkan.

IKLAN

Selain itu, dari segi psikisnya pula, remaja perempuan dianggap tidak siap untuk mengemban tanggung jawab besar sebagai seorang ibu. Maka dari itu, pernikahan yang dijalankan dan juga anak yang nantinya lahir berisiko tinggi untuk tidak berkembang dengan baik, karena kurangnya kasih sayang hingga ketidakmampuan kedua orang tuanya untuk menemani masa tumbuh kembangnya.

Berdasarkan segudang dampak buruk dari pernikahan dini sebagai buntut dari penyalahgunaan internet, maka tentunya diperlukan solusi yang tepat agar angka pernikahan dini di Indonesia dapat menurun.

Foto Besama TIM
Baca Juga

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pembatasan Langkah utama yang dapat dilakukan adalah dengan membatasi penggunaan internet oleh remaja. Hal ini dikarenakan, dengan membatasi waktu penggunaan internet oleh anak, maka orang tua sudah berperan aktif dalam mencegah terjadinya pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan dini.

Peningkatan mutu dan peran sekolah Selain itu, solusi lain yang dapat ditawarkan adalah meningkatkan mutu pendidikan formal. Langkah ini dapat ditempuh agar remaja dan orang tua dapat lebih teredukasi mengenai bahaya pernikahan dini, baik secara psikis maupun biologis.

Sosialisasi Gerakan anti pernikahan dini Langkah lainnya seperti penanaman kesadaran akan bahayanya pernikahan dini di tengah masyarakat dan pemberdayaan masyarakat juga dapat ditempuh sebagai upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menekan angka pernikahan dini, semua pihak harus bekerjasama sebagai Upaya memperbaiki kualitas bangsa yang lebih maju.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pernikahan-dini-dampak-dari-penyalahgunaan-internet/54905/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.14 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Pilihan Editor

  1. 1 Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  4. 4

    Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.