JurnalPost.com - Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah membawa kita hingga di era modern seperti saat ini. Penggunaan teknologi komunikasi sebagai media untuk berinteraksi dan mendapatkan informasi secara terus-menerus menjadi semakin penting. Seperti saat ini, kita telah memasuki era yang dikenal dengan "Revolusi Komunikasi" yang merupakan hasil dari kemajuan teknologi dan inovasi di berbagai bidang komunikasi.
Sistem komunikasi Indonesia merupakan gabungan dari komunikasi tradisional dan komunikasi modern yang berlandaskan pada budaya bangsa, baik dalam arti filosofis, sosial, maupun politik. Berdasarkan rancangannya, Sistem Komunikasi Indonesia memiliki kemampuan untuk meningkatkan harkat dan martabat negara dengan menyediakan informasi yang akurat, bermanfaat, dan kooperatif. Istilah "sistem" sendiri merujuk pada salah satu kata kunci yang digunakan untuk memahami hubungan kausalitas dan berbagai aspek kehidupan sehari-hari, baik yang berkaitan secara alamiah maupun aspek-aspek lain dari hakikat manusia dalam kehidupan sehari-hari . Sistem tersebut secara konsisten mencerminkan suatu pola keberaturan yang hadir dalam konfigurasi mekanistik.
Sementara itu, kesehatan sendiri telah memegang peranan penting dalam menciptakan masyarakat yang kohesif. Sedangkan, komunikasi kesehatan menjadi komponen penting dalam membentuk opini dan tindakan terkait kesehatan. Melalui komunikasi yang efektif, informasi kesehatan dapat diakses dan dipahami dengan mudah oleh masyarakat umum, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk kesejahteraan mereka sendiri dan kesejahteraan orang-orang di sekitar mereka.
Oleh karena itu, melalui Sistem Komunikasi yang baik dapat memberi dampak dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. Melalui komunikasi yang efektif, pasien dapat mengungkapkan kebutuhan dan keinginannya, sedangkan bagi anggota keluarga dan staf medis dapat memberi dukungan secara emosional dan informasi yang dibutuhkan pasien.
Teknologi informasi dan komunikasi dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke, seperti melalui telenursing, aplikasi telepon pintar, dan sistem peringatan di rumah sakit. Telenursing memfasilitasi perawatan pasien stroke, meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien, memudahkan pasien mengakses informasi edukasi, bahkan mengurangi biaya dan waktu perjalanan ke fasilitas perawatan kesehatan .
Seperti yang kita ketahui, serangan stroke dapat menyebabkan sejumlah kendala dalam komunikasi, seperti kesulitan berbicara dan memahami bahasa, yang dapat menghalangi interaksi sosial dan kestabilan emosional pada individu yang terkena. Pasien yang mengalami stroke sering kali menghadapi kendala dalam berbicara dan berbahasa, seperti afasia, yang menyebabkan mereka kesulitan dalam mengingat kata-kata yang tepat atau alternatif. Kondisi ini muncul akibat kerusakan pada otak yang mempengaruhi kemampuan berbicara dan pemahaman bahasa. Selain itu, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mengendalikan otot-otot saat berbicara, yang dapat mengganggu komunikasi yang efektif. Dalam hal ini, secara emosional pasien bisa merasa terasing, cemas, dan mengalami penurunan rasa percaya diri karena kemampuan komunikasi yang buruk. Komunikasi yang baik sangat krusial dalam membantu pasien menyampaikan kebutuhan dan keinginan mereka, serta untuk memulihkan rasa harga diri dan identitas mereka.
Pengaplikasian Komunikasi Terapeutik merupakan strategi yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pasien melalui interaksi untuk membangun hubungan yang mendukung dan mempercayai antara pasien dan staf medis. Dalam konteks stroke, komunikasi terapeutik memiliki peran sebagai berikut:
• Memberikan Dukungan Psikologis : Perawat dapat memberikan dukungan emosional melalui komunikasi empatik, membuat pasien lebih kooperatif dan reseptif. • Menciptakan Kepercayaan: Interaksi antara pasien dan penyedia layanan dapat meningkatkan kepercayaan, yang sangat penting untuk proses pemulihan. • Meningkatkan Motivasi : Dengan komunikasi yang efektif, pasien lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari dan program rehabilitasi.
Menggunakan teknik komunikasi alternatif juga sangat membantu pasien stroke yang mengalami kesulitan verbal. Berikut ini beberapa pendekatan teknik komunikasi alternatif yang dapat diterapkan, antara lain :
• Buku Komunikasi Visual : Buku ini berisi ilustrasi atau teks yang merangkum kebutuhan pembaca sehari-hari. Melalui gambar menunjuk, pembaca dapat memahami kebutuhan mereka tanpa harus berbicara. • Aplikasi Bantu Bicara : Teknologi modern menawarkan aplikasi yang dirancang untuk memudahkan komunikasi bagi pengguna. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memilih gambar atau kata berdasarkan kebutuhan mereka. • Latihan Komunikasi : Pelatihan komunikasi dengan anggota keluarga dapat meningkatkan kemampuan pasien untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara sosial sekaligus menurunkan risiko depresi.
Keluarga menekankan betapa pentingnya memperbaiki komunikasi dengan pasien yang mengalami stroke. Dengan mengasah kemampuan komunikasi dan memanfaatkan alat bantu, mereka bisa meningkatkan produktivitas pasien dan memperbaiki kualitas kehidupan mereka. Selain itu, dukungan dari keluarga dapat membantu pasien menghadapi tekanan psikologis. Oleh karena itu, sistem komunikasi mempunyai peran vital dalam meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. Berikut adalah peran dari sistem komunikasi:
• Meningkatkan Interaksi Sosial o Sistem komunikasi memungkinkan orang untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga, yang penting untuk kesehatan mental. o Interaksi sosial dapat mengurangi depresi dan kecemasan yang sering dialami pasien stroke. • Edukasi dan Berbagi Informasi o Melalui komunikasi yang efektif, pasien dan anggota keluarga dapat mempelajari informasi yang jelas tentang kondisi kesehatan, tindakan pencegahan keselamatan, dan keterbatasan pasien. o Edukasi tentang manajemen penyakit dan rehabilitasi dapat meningkatkan pemahaman pasien tentang proses penyembuhan mereka sendiri. • Dukungan Emosional o Komunikasi yang efektif antara pasien dan pengunjung membantu dalam memberikan dukungan emosional yang diperlukan. o Keluarga dapat menerima tantangan pasien dengan lebih baik dan memberikan kritik yang membangun. • Koordinasi perawatan o Sistem komunikasi yang efektif antara staf medis , pasien , dan anggota keluarga memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam proses perawatan terlibat . Koordinasi ini penting untuk mengatasi masalah medis dan memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang tepat waktu . • Pemanfaatan Teknologi o Teknologi komunikasi, seperti telemedicine, memungkinkan pasien berkonsultasi dengan dokter tanpa harus mengunjungi rumah mereka. o Platform dan aplikasi komunikasi juga dapat digunakan untuk memantau perilaku pasien dan memberikan panduan untuk perawatan. • Meningkatkan kemandirian pasien o Dengan menggunakan sistem komunikasi yang baik, pasien dapat lebih mandiri dalam menangani kesehatannya. o Pasien dapat belajar menggunakan alat komunikasi yang memungkinkan mereka mengekspresikan diri secara lebih efektif. Mengingat hal ini, sistem komunikasi yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pasien dan meningkatkan kualitas hidup pasien stroke.
Dengan cara ini, sistem komunikasi yang baik sangat berperan dalam memperbaiki kualitas hidup individu yang mengalami stroke melalui peningkatan akses terhadap informasi, mutu pelayanan, dukungan emosional, dan kemandirian. Melalui penerapan sistem komunikasi yang efektif, pasien stroke dapat meraih informasi yang tepat, pelayanan yang memiliki standar tinggi, serta dukungan yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.
Ditulis Oleh : Shofia Nur Rohmah NBI : 1152400182 Dosen Pengampu : Drs. Widiyatmo Ekoputro, MA Program Studi : Ilmu Komunikasi Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda