Oleh : Mutiara Syifa Maulida Prodi DIV Teknik Informatika Politeknik Harapan Bersama JurnalPost.com - Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia diterapkan dari jenjang Sekolah Dasar hingga ke Perguruan tinggi. Tujuan adanya pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan itu siswa-siswi diharapkan memiliki sikap saling menghormati, saling menghargai dan saling toleransi dengan setiap perbedaan, hal tersebut dapat diupayakan melalui pendidikan kewarganegaraan.
Indonesia sebagai negara pluralisme karena di dalamnya memiliki pemahaman adanya sikap menghargai perbedaan dalam satu masyarakat dan membebaskan berbagai kelompok yang heterogen untuk tetap menjaga keunikan setiap ciri khas dan budayanya masing-masing.
Untuk mewujudkan sikap menghargai berbagai macam keragaman yang ada di lingkungan masyarakat,perlu adanya Pendidikan kewarganegaraan sejak dini untuk memahami arti nilai Pluralisme. Menurut Wikipedia Pluralisme (bahasa Inggris: pluralism), terdiri dari dua kata plural (beragam) dan isme (paham) yang berarti paham atas keberagaman. Secara luas, pluralisme merupakan paham yang menghargai adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dan memperbolehkan kelompok yang berbeda tersebut untuk tetap menjaga keunikan budayanya masing-masing.( https://id.wikipedia.org/wiki/Pluralisme) Pluralisme membawa manfaat dalam menghormati dan menerima berbagai perbedaan di antara individu-individu dalam masyarakat, memperkaya pengalaman dan pemahaman kita tentang lingkungan sekitar Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya penguatan sikap toleran di tengah-tengah masyarakat yang multikultural.Akan tetapi bukan hanya mata pelajarannya saja yang memiliki peran penting dalam Pendidikan masyarakat Indonesia yang multikulturalis, tetapi guru pendidikan kewarganegaraan juga menjadi unsur dalam mewujudkan sikap pluralisme dengan mengajarkan banyak hal seperti macam-macam nilai, macam-macam moral, macam-macam norma, dan berbagai perilaku yang mencerminkan warga negara yang baik.
Peran Penting Pendidikan Kewarganegaraan untuk membantu siswa siswi dalam memahami adanya keberagaman dalam masyarakat dan mengakui bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup dengan damai. Pemahaman ini juga melibatkan bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai kelompok yang memiliki kebutuhan,kepentingan,dan pandangan dunia yang berbeda-beda.
Selain itu Pendidikan Kewarganegaraan juga berperan penting dalam melawan diskriminasi. Dilansir dari Wikipedia Diskriminasi adalah suatu perbuatan, praktik, atau kebijakan yang memperlakukan seseorang atau kelompok secara berbeda dan tidak adil atas dasar karakteristik dari seseorang atau kelompok itu. Dari pengertian diatas sistem Pendidikan memiliki peran kunci dalam mengatasi diskriminasi,suatu sistem Pendidikan harus memasukan kurikulum yang mengajarkan nilai nilai kesetaraan,dan penghargaan terhadap perbedaan yang mencakup sejarah dan pendekatan kontribusi.
Ciri suatu kurikulum dengan pendekatan kontribusi adalah dengan memasukkan pahlawan/pahlawan dari suku bangsa/etnis dan benda-benda budaya ke dalam pelajaran yang sesuai. Hal inilah yang selama ini sudah dilakukan di Indonesia.
Berbagai kelompok sosial, budaya, agama,dan etnis. Ini akan membantu siswa siswi dalam memahami keberagaman dan menghargai kontribusi yang diberikan oleh setiap kelompok.( https://id.wikipedia.org/wiki/Diskriminasi) Siswa siswi juga dilatih untuk berinteraksi dengan individu yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda,kemampuan ini sangat penting dalam membangun pemahaman,toleransi,dan penghargaan terhadap keragaman serta hubungan yang harmonis dalam masyarakat yang multikultural. Dengan itu juga siswa siswi memiliki kesempatan untuk belajar bereksplorasi dan memahami tentang keragaman tradisi, kepercayaan,dan pandangan hidup yang berbeda-beda,hal ini membantu membuka pikiran mereka terhadap keberagaman yang ada serta membangun hubungan yang kuat dan menjalin ikatan yang lebih baik.
Pendidikan Kewarganegaraan juga mengajarkan siswa siswi mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam masyarakat yang demokratis.dengan itu mereka diberi pemahaman tentang hak-hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab,dengan proses ini siswa belajar untuk menghargai dan menghormati pendapat serta kepentingan orang lain dalam pengambilan suatu keputusan. Siswa yang baik adalah siswa yang selalu mempelajari semua pengetahuan dan turut serta secara aktif dalam membicarakan konstruksi pengetahuan.
Siswa juga perlu disadarkan bahwa di dalam pengetahuan yang diterima itu terdapat beraneka ragam interpretasi yang sangat ditentukan oleh kepentingan masing-masing, mungkin saja interpretasi itu nampak bertentangan sesuai dengan sudut pandang pandangnya. Siswa harus dibiasakan menerima perbedaan.
Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan peserta didik mampu menerima perbedaan, kritik, dan memiliki rasa empati, toleransi pada sesama tanpa memandang golongan, status, gender, dan kemampuan akademik (Farida Hanum, 2005).
Pada dasarnya Pendidikan kewarganegaraan menanamkan pada siswa bahwa manusia yang hidup di sekitarnya dan di tempat lain serta di dunia ini sangat beragam. Sebenarnya semua nilainya sama. Sama-sama rumah, makanan, lagu, berpakaian, tokoh, ibadah, perkawinan, maksud kata, dan sebagainya. Dengan demikian siswa mulai mengerti bahwa ada cara yang berbeda tetapi maksud dan nilainya sama. Sehingga mereka dapat belajar untuk menerima perbedaan dengan proses rasa yang menyenangkan. Akhirnya siswa merasa berbeda itu bukanlah masalah tetapi anugerah.( Farida Hanum, M.Si,2012).
Dengan melihat perbedaan yang ada sebagai sumber kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang kita perlu berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai pluralisme dan menghargai keragaman dalam kehidupan sehari-sehari dan mari Bersama-sama menciptakan lingkungan yang saling menghormati,menghargai serta menerima keberagaman kita. Daftar Pustaka : Aulia Nur Jannah,dkk,Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Mewujudkan Sekolah Damai di Tengah-Tengah Kehidupan Masyarakat Pluralis, Jurnalbasicedu, Volume 5 Nomor 6 Tahun 2021 Halaman 5266 - 5274. Prof. Dr. Farida Hanum, M.Si(2004), Pendidikan Multikultural dalam pluralisme bangsa,Way of Life Encyclopedia.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda