Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Peran Orang Tua dalam Mencegah Putus Sekolah, Tidak Kuliah bagi Anak Sebagai dampak dari Tambang Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Peran Orang Tua dalam Mencegah Putus Sekolah, Tidak Kuliah bagi Anak Sebagai dampak dari Tambang Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
19 Mei 2023, 09.58 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Peran Orang Tua dalam Mencegah Putus Sekolah, Tidak Kuliah bagi Anak Sebagai dampak dari Tambang Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Tambang timah di Bangka Belitung Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Oleh Vrizki Danuarta, Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung.

Apa itu Timah?

Timah adalah sebuah unsur kimia yang memiliki simbol Sn (dalam Bahasa latin:stannum). Timah sendiri termasuk kedalam jenis logam,dan timah merupakan salah satu jenis logam yang berharga. Timah sendiri merupakan bahan baku dari beberapa bahkan hampir semua peralatan elektronik yang sering dipakai,bahkan Handphone (telepon genggam/telepon seluler/gawai) yang sering kita pakai,beberapa komponen penyusunnya terbuat dari campuran bahan timah. Pada zaman dahulu,negara seperti Inggris menggunakan timah sebagai bahan baku pembuatan kaleng makanan. Pada zaman sekarang,timah banyak sekali kegunaannya,bahkan peluru untuk pistol maupun senapan juga terbuat dari timah, dengan istilah yang tidak asing didengar ialah istilah “Timah panas” sebagai istilah lain dari peluru. Teknik penambangan dari Timah sendiri mengalami peningkatan dan perubahan,yang dulunya menggunakan cangkul untuk mengeruk/mengambil tanah,sekarang sudah menggunakan alat berat seperti excavator untuk menggali/mengeruk tanah.Kemudian,di bagian laut digunakan kapal keruk dan kapal hisap untuk mengambil timah yang ada di lautan.

Bangka Belitung yang dijuluki sebagai penghasil Timah terbesar di Indonesia

Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang dijuluki sebagai provinsi penghasil timah terbesar di Indonesia. Beberapa pengamat juga menilai,bahwa sejatinya Bangka Belitung bukan provinsi yang terdapat timah di sebagian hingga semua daratannya,melainkan timah yang membentuk pulau. Hal itu terlihat dari hampir semua wilayah daratan hingga pesisir pantai di Bangka Belitung terdapat kandungan timah di dalam tanahnya.

Keuntungan maupun kerugian yang diakibatkan dari Timah bagi wilayah daratan Bangka Belitung

Seperti yang kita ketahui bahwa Bangka Belitung ialah timah yang membentuk pulau,hal ini bisa menimbulkan keuntungan dan kerugian tersendiri bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Beberapa keuntungan dari adanya timah di daratan Bangka Belitung ialah: 1. Bangka Belitung bisa mendapatkan penghasilan sendiri dengan adanya timah sebagai modal untuk membangun provinsi yang maju di Indonesia. 2. Timah yang dihasilkan bisa di ekspor sebagai penghasilan tambahan dan juga pemasukan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun devisa negara. Kemudian,beberapa kerugian yang bisa dihasilkan dengan adanya Timah di daratan Bangka Belitung ialah: 1. Tanah yang sudah dikeruk bisa dipastikan kehilangan kesuburannya,akibatnya adalah tidak bisanya tanah yang sudah ditambang untuk ditanami tanaman seperti sayur-sayuran. 2. Ekosistem laut yang akan terancam jika dilakukan penambangan di bibir sungai. 3. Suhu udara akan semakin panas sebagai dampak dari habisnya hutan yang ada untuk digunakan sebagai tempat menambang timah.

Apa Hubungan Timah dengan Putus Sekolah,Tidak Kuliahnya seorang anak di Bangka Belitung?

Seperti yang disinggung mengenai beberapa kerugian di atas,terlintaskah di pikiran Anda tentang anak-anak yang orang tuanya bisa kaya mendadak dari hasil penjualan timah yang ia hasilkan dari hasil tambangnya? Nah,ini merupakan salah satu contoh suksesnya timah merubah nasib kehidupan suatu keluarga. Nah,bagaimana dengan yang gagal? Ya,tidak semua orang bisa berhasil. Seperti saat ini,banyak anak-anak yang dengan sengaja ikut bersama ayahnya untuk ikut menambang timah. Bahkan, sang ayah sendiri yang terkadang memperkerjakan anaknya untuk menambang timah sebagai orang yang mencari nafkah keluarga. Tak ayal,banyak anak yang tergiur dengan menambang timah,ikut membantu/bekerja dengan tetangga,keluarga,bahkan teman sang ayah untuk menambang timah dengan imbalan gaji mingguan atau pembagian jatah timah di setiap selesai membantu. Banyak anak-anak yang tergiur menjual timah dengan harga timah yang mahal,dan mendapatkan uang penghasilan yang relative instan. Pengalaman penulis dalam menjalani sekolah hingga bangku perkuliahan,bahwa sudah banyak ditemukannya anak yang putus sekolah akibat timah. Mereka bisa memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah dikarenakan faktor ekonomi,ada juga yang sudah sangat tergiur dengan bekerja sebagai penambang timah sehingga lebih mengesampingkan sekolah yang dianggap membuang waktu,tenaga dan uang. Bahkan,pernah ditemukan siswa yang tertidur dikelas akibat kelelahan menambang timah pada malam hari,yakni dari pukul 19.00 malam dan pulang pada pukul 04.00 hingga 05.00 pagi pada keesokan harinya hingga mengakibatkan kelelahan sebagai penyebab tertidurnya seorang siswa di kelas. Memang,kerja sebagai penambang timah sangat menggiurkan. Dengan harga timah yang relatif mahal dan sangat menjanjikan. Namun,sebagai seorang siswa yang tugas utamanya adalah belajar,alangkah baiknya mengurangi waktunya untuk bekerja dan memanfaatkan waktunya untuk sekolah demi menggapai cita-cita. Setelah lulus sekolah (lebih tepatnya SMA),kebanyakan anak-anak di Bangka Belitung memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah dan lebih memilih untuk bekerja sebagai penambang timah,bahkan juga terdapat langsung menikah.

Peran Orang Tua dalam Mencegah Putus Sekolah,Tidak Kuliah bagi Anak Sebagai dampak dari Tambang Timah

Peran kedua orang tua sangat dibutuhkan dalam kasus ini. Seperti yang diberitakan di beberapa lembaga yang mensurvei tingkat minatnya anak untuk kuliah,Bangka Belitung adalah provinsi dengan tingkat persen yang sangat rendah sebagai akibat dari minimnya minat anak untuk berkuliah dan lebih memilih untuk bekerja sebagai penambang timah. Peran orang tua disini adalah mensosialisasikan dan mendiskusikan masa depan sang anak tentang ingin jadi apa sang anak kedepannya,dikarenakan saat ini bisa dibilang ketersediaan timah yang ada di Bangka Belitung sudah menipis,bahkan bisa dibilang sudah hampir habis. Hal yang sangat ditakuti oleh orang tua adalah jika timah habis,maka habis juga mata pencaharian. Orang tua mengharapkan anaknya untuk tidak lagi bergantung terhadap hasil timah,melainkan harus bisa memaksimalkan potensi bakatnya dan juga memanfaatkan lingkungan sekitarnya agar bisa menghasilkan penghasilan tanpa merusak lingkungan sekitarnya. Peran yang bisa orang tua lakukan adalah dengan memberikan Pendidikan bagi sang anak dengan layak,yakni dengan menyekolahkannnya dari SD-SMA hingga menguliahkannya sampai memiliki gelar, hingga sang anak bisa bekerja tanpa bekerja keras seperti orang tuanya di tambang timah kelak.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peran-orang-tua-dalam-mencegah-putus-sekolah-tidak-kuliah-bagi-anak-sebagai-dampak-dari-tambang-timah-di-provinsi-kepulauan-bangka-belitung/49449/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 13.54 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan

Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang
  2. 2

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  3. 3

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  4. 4

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  5. 5

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.