Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Peran Gen Z, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya dalam Membangun Negeri

Peran Gen Z, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya dalam Membangun Negeri

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
27 Desember 2024, 13.13 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
9 menit baca
Untag Surabaya
Penulis: Rahmawati Erika Febianti Mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya JurnalPost.com - Bayangkan sebuah dunia dimana anak muda Indonesia lebih bangga dengan budayanya sendiri dibanding budaya luar. Dunia di mana media sosial dipenuhi konten positif tentang Indonesia, bukan hanya gossip atau tren luar negeri. Ini bukan sekadar mimpi, ini adalah visi yang bisa diwujudkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Saya ingat ketika pertama kali masuk kuliah, saya merasa bahwa banyak teman-teman saya yang lebih tertarik dengan tren budaya luar, seperti K-pop atau anime Jepang, ketimbang budaya Indonesia sendiri. Meskipun saya juga menikmati beberapa aspek budaya luar, saya sering merasa bangga dengan warisan budaya Indonesia yang luar biasa kaya. Namun, seringkali saya merasa seperti ada jurang pemisah antara kita, gen Z, dengan budaya kita sendiri. Seringkali kita menganggap bahwa hal-hal luar negeri lebih keren, lebih kekinian, sementara kekayaan budaya Indonesia seolah terlupakan. Padahal, jika kita gali lebih dalam, Indonesia memiliki potensi luar biasa yang layak dibanggakan dan diperkenalkan ke dunia. Bukan hanya sekedar mengagumi budaya kita, tetapi kita, sebagai generasi yang sangat terhubung dengan teknologi, memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia melalui platform yang kita kuasai, seperti media sosial, blog, atau video kreatif. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, kita diperlengkapi dengan kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan efektif dan menarik. Ini adalah kesempatan kita untuk mengubah cara pandang banyak orang, khususnya gen Z, terhadap budaya kita. Mengapa Generasi Z Penting? Generasi Z  mereka yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010  adalah generasi pertama yang benar-benar digital native. Mereka tumbuh dengan smartphone di tangan dan media sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ini memberi mereka kekuatan besar untuk mempengaruhi opini publik dan membentuk masa depan bangsa. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, sebagai bagian dari generasi Z, punya keuntungan ganda. Selain paham teknologi, mereka juga dibekali ilmu komunikasi yang membuat mereka ahli dalam menyampaikan pesan. Bayangkan kombinasi powerful ini digunakan untuk membangkitkan semangat nasionalisme!  Apa yang Bisa Dilakukan? Untuk membangun semangat kebangsaan dan cinta tanah air, khususnya di kalangan mahasiswa, ada banyak cara kreatif yang bisa dilakukan. Ini bukan sekadar tugas pemerintah atau lembaga besar, tetapi peran kita semua, termasuk gen Z. Berikut beberapa ide sederhana namun efektif yang bisa mulai diterapkan:
  1. Membuat Konten Kreatif yang Menginspirasi Mahasiswa dikenal dengan ide-ide segar dan cara berpikir yang inovatif. Kenapa tidak memanfaatkan hal ini untuk membuat konten yang relevan dan menggugah semangat nasionalisme?
  2. Bikin Video Pendek tentang Pahlawan Lokal dengan Gaya Kekinian Pahlawan lokal seringkali terlupakan di tengah hiruk-pikuk informasi. Buatlah video pendek yang mengangkat kisah inspiratif mereka, dibungkus dengan gaya kekinian. Gunakan musik modern, narasi ringan, dan visual yang menarik, sehingga pesan tentang pentingnya menghargai jasa mereka dapat diterima dengan mudah oleh gen Z.
  3. Podcast yang Membahas Isu Nasional dengan Bahasa Gen Z Podcast semakin populer di kalangan mahasiswa. Cobalah untuk membahas isu-isu nasional seperti pendidikan, lingkungan, atau ekonomi dengan cara yang santai dan relatable. Tambahkan bintang tamu yang relevan, seperti dosen, tokoh lokal, atau bahkan teman yang punya pengalaman unik, untuk memperkaya diskusi.
  4. Infografis Menarik tentang Budaya Indonesia Banyak budaya Indonesia yang keren, tetapi kurang dikenal oleh gen Z. Infografis adalah cara yang cepat dan mudah dipahami untuk menyampaikan informasi. Misalnya, buat infografis tentang kuliner khas dari berbagai daerah atau tradisi unik yang jarang diketahui.
  5. Vlog yang Mengangkat UMKM Lokal UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan membuat vlog yang mempromosikan produk atau jasa mereka, kamu tidak hanya membantu UMKM berkembang tetapi juga memperkenalkan potensi lokal kepada lebih banyak orang. Gunakan cerita personal dari pemilik usaha untuk menambah sentuhan emosional.
  6. Challenge Media Sosial dengan Tema Kebangsaan Media sosial punya daya tarik luar biasa di kalangan gen Z. Buat challenge sederhana seperti membuat video bertema "Aku Bangga Jadi Anak Indonesia" atau tantangan untuk membagikan foto dengan pakaian adat daerah. Tantangan ini bisa menjadi viral jika dilakukan dengan cara yang seru dan relevan.
  7. Mengembangkan Project Sosial, Kontribusi Nyata Mahasiswa untuk Indonesia
Gen Z, khususnya mahasiswa, memiliki energi, kreativitas, dan jaringan yang luas. Semua ini adalah modal besar untuk menciptakan dampak sosial yang nyata di masyarakat. Salah satu caranya adalah melalui pengembangan project sosial yang tidak hanya relevan tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang. Berikut beberapa ide yang bisa menjadi inspirasi:
  1. Program "Adopsi UMKM" Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan bagi pelaku usaha kecil dengan membantu proses digitalisasi. Mulai dari membantu membuat akun media sosial, merancang logo, hingga mengajarkan cara memanfaatkan platform e-commerce. Dengan dukungan ini, UMKM bisa lebih mudah menjangkau pelanggan baru dan meningkatkan pendapatan. Bayangkan dampaknya jika setiap kelompok mahasiswa mengadopsi satu UMKM!
  1. "Wisata Sejarah Kekinian" Banyak gen Z menganggap tur sejarah membosankan. Bagaimana jika ini dikemas dengan cara yang lebih menarik? Wisata sejarah kekinian bisa melibatkan pemandu yang gen Z juga, storytelling interaktif, dan tentu saja spot foto yang instagramable. Mahasiswa juga bisa berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk memperkenalkan situs sejarah dengan cara yang lebih menyenangkan dan relevan.
  2. "Kampung Digital" Kampung Digital adalah inisiatif untuk membantu masyarakat di lingkungan kampung memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mengajarkan cara menggunakan smartphone untuk keperluan produktif seperti berjualan online, belajar daring, atau mendapatkan informasi penting. Dengan membawa teknologi ke kampung-kampung, mahasiswa membantu mengurangi kesenjangan digital di masyarakat.
  3. Festival Budaya dengan Sentuhan Modern Festival budaya biasanya identik dengan acara tradisional. Namun, mahasiswa bisa memberikan sentuhan modern agar lebih menarik bagi gen Z. Misalnya, dengan menggabungkan tarian tradisional dengan musik elektronik atau menghadirkan fashion show yang menampilkan pakaian adat dalam gaya kontemporer. Festival ini bisa menjadi ruang bagi gen Z untuk lebih mengenal budaya lokal sekaligus bangga dengan keunikan Indonesia.
  4. Kompetisi Konten Kreatif Bertema Indonesia Mahasiswa dikenal aktif di media sosial. Kompetisi ini bisa menjadi wadah bagi mereka untuk menuangkan ide-ide kreatif sekaligus mempromosikan nilai-nilai kebangsaan. Misalnya, membuat video pendek tentang keindahan alam Indonesia, poster digital bertema toleransi, atau karya seni lainnya yang menggambarkan keberagaman Indonesia. Selain itu, kompetisi ini juga bisa memotivasi mahasiswa untuk terus berkarya sambil menyebarkan pesan positif.
  1. Memanfaatkan Media Kampus, Wadah untuk Meningkatkan Semangat Kebangsaan
Media kampus merupakan alat yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan dan menginspirasi mahasiswa. Selain sebagai sarana informasi, media kampus juga bisa menjadi platform untuk membangun semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Mahasiswa memiliki banyak cara kreatif untuk memanfaatkan media kampus ini. Berikut adalah beberapa ide yang bisa dijalankan untuk menyemarakkan nasionalisme di kalangan mahasiswa melalui media kampus:
  1. Pengembangan Radio Kampus dengan Konten Nasionalisme Radio kampus adalah salah satu media yang dapat dengan mudah menjangkau pendengar mahasiswa. Cobalah untuk mengembangkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan membangun semangat nasionalisme. Misalnya, program siaran yang mengangkat tema sejarah Indonesia, wawancara dengan tokoh lokal, atau diskusi tentang isu-isu kebangsaan yang relevan dengan gen Z. Konten-konten ini dapat disajikan dengan cara yang santai, agar mudah dipahami dan menarik bagi pendengar gen Z.
  2. Majalah Digital yang Membahas Isu-Isu Kebangsaan Mahasiswa yang kreatif bisa membuat majalah digital yang membahas topik-topik kebangsaan, seperti toleransi, keberagaman, dan perjuangan bangsa. Dengan format digital, majalah ini dapat menjangkau lebih banyak pembaca, bahkan di luar kampus. Isu-isu yang disajikan bisa berupa artikel, wawancara dengan ahli, atau cerita inspiratif tentang perjuangan pahlawan nasional. Majalah digital juga bisa menjadi wadah untuk mahasiswa menyalurkan pendapat dan pemikirannya tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa.
  3. Channel YouTube Kampus yang Menginspirasi YouTube adalah platform yang sangat populer di kalangan mahasiswa, dan banyak konten menarik yang bisa dibuat di sana. Channel YouTube kampus bisa menjadi tempat untuk membuat berbagai konten yang menginspirasi tentang Indonesia. Misalnya, video yang mengangkat kisah sukses gen Z Indonesia yang berprestasi, tur virtual tempat-tempat bersejarah di Indonesia, atau dokumentasi tentang kegiatan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa. Dengan video yang menarik, semangat kebangsaan bisa disebarkan dengan cara yang lebih visual dan menyenangkan.
  4. Podcast Series tentang Indonesia Kekinian Podcast semakin diminati oleh gen Z karena, formatnya yang fleksibel dan bisa didengarkan kapan saja. Kampus bisa memanfaatkan media ini untuk membuat podcast series yang membahas tentang Indonesia kekinian, seperti tren budaya, teknologi, dan berbagai isu sosial yang sedang berkembang. Dalam podcast ini, mahasiswa bisa berbicara tentang bagaimana cara mempertahankan semangat nasionalisme di tengah modernisasi, serta membahas hal-hal positif yang terjadi di Indonesia.
  5. Platform Showcase Karya Mahasiswa Setiap mahasiswa memiliki bakat dan kreativitas yang unik. Platform showcase karya mahasiswa di kampus bisa menjadi tempat untuk menampilkan berbagai karya kreatif yang bertema kebangsaan. Baik itu berupa karya seni, tulisan, musik, atau desain grafis, platform ini bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Indonesia. Karya-karya ini bisa dipamerkan secara online melalui website kampus atau media sosial kampus, sehingga bisa menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berbagi pesan positif.
  Tantangan yang Dihadapi
  1. Serangan Budaya Asing
Tidak bisa dipungkiri, Korean Wave, anime Jepang, dan berbagai tren global lainnya sangat menarik bagi Gem Z. Tapi ini bukan berarti kita harus menolak semua budaya asing. Kuncinya adalah bagaimana mengambil sisi positifnya sambil tetap mencintai budaya sendiri.
  1. Hoaks dan Misinformasi
Media sosial sering jadi sarang hoaks yang bisa memecah belah bangsa. Di sinilah peran mahasiswa Ilkom menjadi krusial sebagai garda terdepan dalam memerangi hoaks dan menyebarkan informasi yang benar.
  1. Sikap Individualis
Gadget memang bisa membuat orang jadi kurang bersosialisasi. Tapi dengan strategi yang tepat, teknologi justru bisa menjadi alat pemersatu. Apakah kita benar-benar siap menghadapi serangan budaya asing tanpa kehilangan identitas? Bagaimana kita, sebagai mahasiswa, dapat memerangi hoaks di media sosial secara lebih efektif? Peran Kampus Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi tersebut, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bisa mendukung dengan, kurikulum yang update dan relevan, asilitas produksi konten digital, jaringan dengan stakeholders, dana untuk project mahasiswa, mentoring dari praktisi. Dampak yang diharapkan, meningkatnya konten positif di media social, berkurangnya penyebaran hoaks, tumbuhnya kesadaran akan produk lokal, meningkatnya partisipasi dalam kegiatan social, bangkitnya kreativitas mahasiswa,  gen Z yang lebih nasionalis, ekonomi lokal yang lebih kuat, berkurangnya konflik social,  Indonesia yang lebih bersatu.  Ajakan untuk Bertindak Saatnya kita, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, mengambil peran nyata. Bukan hanya bicara, tapi bertindak. Mulai dari hal kecil yaitu, share satu konten positif setiap hari, dukung minimal satu UMKM lokal, ikut minimal satu kegiatan sosial per bulan, belajar satu budaya lokal, ajak teman untuk ikut bergerak. Ini bukan hanya tentang menjadi mahasiswa yang kreatif, tetapi tentang menjadi agen perubahan yang membawa dampak nyata bagi bangsa! Menjadi generasi Z bukan berarti kita harus kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Justru, dengan teknologi di tangan kita, peluang untuk membangun Indonesia lebih besar dari sebelumnya. Mari gunakan keahlian komunikasi dan pemahaman teknologi kita untuk membuat Indonesia lebih baik. Ingat, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang. Bersama, kita bisa membuat Indonesia lebih baik, lebih kuat, dan lebih bersatu. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, kita tidak hanya punya kesempatan, tapi juga tanggung jawab untuk membangun negeri. Mari buktikan bahwa generasi Z bisa menjadi generasi emas Indonesia!

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/peran-gen-z-mahasiswa-ilmu-komunikasi-untag-surabaya-dalam-membangun-negeri/76478/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.13 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus
  2. 2

    Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

  3. 3

    Agen BRILink di Bojonegoro Permudah Transaksi Warga Lansia yang Belum Terbiasa Mobile Banking

  4. 4

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  5. 5

    FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.